3°Damn! (privat)

75K 2.5K 19
                                        

Mengandung unsur 18+

*********

"Apa kau juga mau merasakanya?"

Sybil menoleh kembali pada laki laki disampingnya, alisnya bertaut saat mendapati laki laki itu sedang sibuk dengan minumannya

"kau bertanya padaku?" Tanya Sybil sambil menunjuk dirinya sendiri

Nelson melirik perempuan diseblahnya itu

"Apa kau berfikir aku berbicara dengan kursi?" Jawab Nelson acuh

Sybil mengedarkan pandangannya, memang benar di bar itu hanya ada dirinya dan laki laki yang tengah sibuk dengan minumannya itu. Tidak mungkin juga laki laki itu berbicara dengan bartender yang jelas jelas sedang sibuk mencampur berbagai cairan yang entah apa Sybil tak tau

Sybil mengalihkan pandangannya pada pria disampingnya lagi

"Merasakan apa yang kau maksud?"

Nelson menghembuskan nafas lelah, ia lalu memberanikan diri menghadap perempuan diseblahnya itu, meskipun harus benar benar menahan diri mati matian untuk tidak membungkam bibir merah itu dengan bibirnya.

"Mereka" ujar Nelson sambil menunjuk pasangan yang sedang berciuman itu dengan dagunya

Sybil memelototkan mata bulatnya itu, sambil menggeleng kuat kuat

"Maaf ya pak, saya belum cukup umur untuk lakuin itu" pekik Sybil sambil bersunggut sunggut, menutupi pipinya yang memerah

Nelson menaikkan sebelah alisnya geli, sepertinya gadis ini bisa sedikit menghiburnya dengan kelemotannya itu

"Belum cukup umur katamu? Kau terlihat seperti wanita penggoda dengan bibir merah darahmu itu" gumam Nelson blak blakan

Sybil memelototkan matanya tak terima!

"Dengar ya tuan! Aku bukan wanita penggoda seperti katamu! Jaga ucapanmu itu"

"Sekarang Kau bahkan terlihat seperti anak kecil"

Sybil mengepalkan tangganya kesal, tak taukah pria ini, dia paling tidak suka dipanggil anak kecil, ditambah dengan ucapan blak blakan yang semakin mensulut emosinya

"Aku bukan anak kecil!!!" Pekik Sybil berdiri dari kursinya sambil menunjuk nunjuk dada Nelson

Nelson sama sekali tak menunjukan raut wajah keberatan dengan perbuatan Sybil itu, ia malah merasa sangat terhibur, padahal selama ini tak ada satupun orang yang berani menegurnya kecuali keluarga dan sahabat tentunya, tapi gadis ini berbeda, ia tak terlihat takut ataupun segan terhadap Nelson, walaupun baru pertama kali bertemu dengannya

Nelson menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum remeh, ia akan kembali menggoda gadis itu, hal itu sungguh sangat menyenangkan baginya

"Oh ya? Aku tidak percaya" ucap Nelson santai sambil menyeringai

Sybil mengeram kesal, ia lalu melirik gelas Wine milik Nelson, terlintas sebuah ide gila dikepalanya, bukan bukan, sangat gila lebih tepatnya, secepat kilat Sybil menyambar gelas itu, dan langsung meneguknya hingga tandas, tenggorokannya terasa tercekat namun ia menahannya

Nelson mengerutkan kening binggung

"See, aku bukan anak kecil seperti yang kau katakan!" Ujar Sybil sambil menahan sakit di tenggorokannya

Kepalanya mulai berdenyut, Refleks ia memeganggi kepalanya

"Kau tau tuan, kau itu memang tampan, tapi ucapanmu sangat blak blakan hahaha" gumam Sybil terkekeh sambil menepuk nepuk bahu Nelson, sepertinya efek dari Wine itu mulai beraksi di tubuh Sybil

Married My CEO [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang