1°Perjodohan!

103K 3.1K 27
                                        

"Rakha nanti malam kita akan bertemu dengan keluarga Vannesa" ujar Demitrio santai sambil meminum kopinya

Rakha mendegus kesal
"Harus ya yah? Rakha gak mau dijodohin! Rakha bisa pilih istri Rakha sendiri"

Sybil hanya memandang binggung kakak dan ayahnya itu, masih dengan memakan roti isinya

"Rakha bunda sama ayah juga gak mau, tapi mau bagaimana lagi, ini sudah perjanjian kakek kamu sama sahabatnya" timpal Hafsya

"Emang kenapa kak? Kata bunda kak Vannesa cantik kok" sahut Sybil, Rakha melirik tajam adiknya itu

"Diem deh anak kecil! Gaush ikut ikutan" Sybil hanya memberengut kesal lalu menyambar tas sekolahnya

"Sybil brangkat ya bun, yah, kak" ujarnya lalu bergiliran mencium pipi keluarganya

"Hati hati ya sayang"

"Iya" sybil berjalan meninggalkan meja makan, tapi baru sampai perbatasan antara meja makan dan ruang tamu ia berbalik

Demi menaikkan seblah alisnya
"Ada apa bil? Ada yang ketinggalan?" Tanya Demitri, Sybil mendekati ayahnya pelan

"Mmm itu yah, temen Sybil ngajakin Sybil nginep dirumahnya, boleh ngak?" Tanya Sybil ragu

"Loh kapan? Kog baru bilang?" Sahut Hafsya

"Nanti malem, Sybil baru inget bun, katanya dia mau minta ajarin Kimia sama Sybil, jadi Sybil disuruh nginep dirumahnya"

"Berarti nanti malem kamu ngak ikut dong?" Tanya Demi, Sybil tersenyum masam

"Gapapa yah, malah bagus kalo Sybil gak ketemu sama keluarga Sombong itu" sahut Rakha acuh

Demitrio hanya mendengus kesal, anak pertamanya itu memang sangat blak blakan, ia lalu mengalihkan pandang pada Sybil yang masih setia berdiri di sampingnya

"Temen kamu cowok apa cewek?"

"Cewek lah yah"

"Yaudah tapi besok pagi pagi kamu harus langsung pulang ya" ujar Demi,
Sybil tersenyum lebar sambil mengganguk anggukan kepalanya antusia

"Anak kecil" cibir Rakha pelan, tapi telinga Sybil masih berfungsi dengan baik, entah kenapa kakaknya itu sangat senang membuatnya mencak mencak

"Ih kakak!!!! Aku bukan anak kecil!!!" Gerutu Sybil sambil menghentakan kakinya kesal

"Iya iya, Ck! sensi amat sih dek!"
Sybil tak lagi mengubris ucapan kakaknya, bisa dipastikan jika ia terus melawan, maka dia akan telat kesekolah. Jadi setelah mengumamkan trima kasih ia langsung melenggang pergi menuju mobilnya

***

"Kak Vany gak mau dijodohin" renggek Vannesa sambil mengekori kakaknya menuju mobil, Nelson memutar bola mata malas, Vannesa sudah berumur 29 tahun dan kelakuannya masih saja seperti gadis belia

Nelson bahkan sempat berfikir adiknya itu mempunyai kelainan. Kakak macam apa dia!

"Udahlah Van, ikuti aja kata mama, hitung hitung bahagiain mama" ucap Nelson acuh

"Tapi gak bisa gitu dong kak! Seharusnya kakak yang dijodohin sama keluarga Xavier, bukan aku" cerocos Vannesa

Nelson memandang adiknya datar sambil bersedekap dada
"Kamu fikir apa? Kakak nikah sama laki laki? Kamu udah gak waras? Kakak masih normal"

Vannesa memberengut kesal
"Kan si Rakha Rakha itu punya adik, perempuan kan? Kakak nikahin aja dia" kata Vannesa asal

"Setau kakak, adik Rakha itu masih 18 tahun, kamu mau kakak jadi Pedhofil" ujar Nelson sambil mengusap dagunya

Married My CEO [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang