eps.1

225 8 2
                                    

Kali ini aku bakal ngelanjutin ff ini.....
Karena udah lama greget pengen update....
Sorry kalau gaje


*****

24 December 20xx

Sore ini kota Chongqing sudah ditutupi oleh salju yang lumayan banyak saat turun.

Semua orang lebih memilih bersama keluarga menghias pohon natal dan makan kue jahe juga minum coklat panas.

Tapi,berbeda dengan seorang gadis yang tengah menyusuri jalan licin dan penuh dengan salju itu dia tampak memeluk dirinya yang seperti kedinginan dan berkali-kali menghembuskan nafas dan timbullah kepulan asap putih.

"Akan menjadi malam natal yang sepi,aku bisa jadi anak Broken Home kalau seperti ini Eomma dan Appa akan kembali sesudah tahun baru"

Gadis itu tampak sedih dengan wajah yang pucat itu dia terus berjalan menyusuri trotoar.

BRUK!!!.

Tubuhnya terhempas ke tanah bukan lebih tepatnya salju dia terhempas saat ada orang yang menabrak dirinya.

Gadis itu tampak mengenakan seragam sekolah lengkap dan juga ransel tak lupa headphone yang ia kalungkan dilehernya.

'Ini kan musim dingin dan ini juga malam natal kenapa orang ini menggunakan seragam?'

Batin gadis itu setelah melihat penampilan orang di depannya itu.

"Apa yang kau lihat?"

Suara dengan nada dingin dan cuek itu keluar dari mulut orang itu dan menatap gadis yang di tabraknya.

"Tidak~aku tidak lihat kau"

"Memang aku bertanya seperti itu?pertanyanku adalah apa yang kau lihat bukan kenapa kau melihatku"

"Tidak!"

Dia berlalu pergi dan tanpa mengucapkan kata maaf karena telah menabrak gadis itu.

'Bukannya dia menabrakku kenapa aku tidak menyadarinya seharusnya dia minta maaf'

"Maaf tuan,kau tadi yang menbrakku-"

"Lalu?"

"Apa kau tidak mau minta maaf...kau kan yang salah"

"Harus?"

"Tentu...eh....tidak juga"

"Yasudah"

'Dasar anak es'

Gadis itu berjalan berbalik arah mendahului pria itu dan berjalan ke rumahnya.

"Apa-apaan dia sudah tahu dia yang salah tak mau minta maaf''

"BISU!!!"

Sebutan itu menyadarkan gadis itu dan membulatkan matanya saat melihat orang yang ada dibelakangnya.

"Kau?"

"Ini"

"Apa?"

"Makanan"

"Dari?"

"Ibuku"

"Terima kasih"

"Sama-sama"

"Namamu Hwang Fanny kan?"

Tanya pria itu masih dengan nada dingin yang ia tunjukkan gadis bernama Hwang Fanny menghentikan langkahnya.

"Ya,tahu dari mana kau?"

"Adikku"

"Siapa?"

"Yi YangQianXi"

My Cool BoyFriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang