Petualangan Mencari Ayank

15 1 0
                                    

"kamu laper ya.. sini aku suapin," seru ayank menarik ku untuk mendekat.

"Kamu masak apa?"

"Udah sini aku suapin, pokoknya dijamin enak deh masakan aku." Ayank menyodorkan sesuap makanan yang dimasaknya menuju mulutku yang sudah tak sabar untuk segera memakannya.

Hari ini ayank romantis banget. Bahkan sisa makanan yang mengotori mulutku dilapnya dengan tisu. Seandainya ayank bisa seperti ini setiap hari.

Kulihat ayank kembali menghampiriku setelah membereskan sisa makanan tadi.
Ayank terlihat... Sangat romantis

Ayank mulai mengelusku dan membuatku ingin terjatuh di pangkuannya.

"Gubrak!!" Sialan cuman mimpi!

Wajah ayank masih terbayang dipikiranku. Aku baru ingat bahwa hari ini aku harus pergi mencari ayank. Sampai ketemu.

Setelah bersiap-siap dengan segala perbekalan yang seadanya, kulajukan sepeda motorku yang kali ini bukan vespa yang kemarin ku bawa. Melainkan motor ninja yang baru aku beli seminggu yang lalu. Jadi keren kan petualangan pake motor ninja.

Sengaja kubeli motor ninja ini untuk menunjukkan kepada ayank bahwa aku nggak ingin melihat dia diejek temannya lagi karena setiap kali kita jalan selalu naik vespa butut. Ya walaupun butut tapi itu vespa kesayanganku.

Yup! Tancap gas!

Peralatan yang kubawa cukup sederhana. Hanya sebuah kompas dan peta. Dan yang pasti bukan peta yang kemaren lah.

Ditengah perjalanan hampir saja aku dibuat jantungan saat seorang nenek sedang menyeberang jalan. Aku hampir saja menabraknya. Hufftt... Hampir saja.

Karena merasa iba kutolong nenek tadi menuju pinggir jalan karena ia terlihat ragu untuk menyeberang dan sedikit takut saat aku hampir menabraknya. Tak disangka dia malah memarahiku.

"Lo kalo naik motor ati-ati dong! Untung tadi lo gak jadi nabrak gua. Asal lo tau ya, gua masih punya suami dirumah. Kalo tadi gua mati karena di tabrak lo gimana? Bla.. bla.." Eh buset ini nenek langsung ngegas aja.

"Iya nek maaf. Saya lagi buru-buru. Nenek juga kalo mau nyeberang hati-hati ya ini kan jalanan besar nek, pasti kendaraan kencang semua,"

"Lah emang gua peduli! Emangnya ini jalan punya moyang lu apa sampe gua kaga boleh nyeberang disini. seenaknya aja lu nasihatin gua begitu," cetus nenek tadi yang tak henti-henti menyinyir

"Yaudah nek saya minta maap." Dalam hati pengen gua saltoin nih si nenek galak.

"Udah sana gua mau pulang! Nanti suami gua kangen lagi ama gua, sana-sana! hush.."

"Watdepak!!" Cuman bisa tepok jidat gua

Akhirnya setelah melalui rintangan pertama tadi kulanjutkan perjalananku mencari ayank. Like a game jadinya pake ada rintangan segala.

Pertama, aku harus kumpulkan informasi terlebih dahulu tentang ayank. Kan jadi gampang nyarinya.

Aku ingat. Ayank punya satu sahabat yang deket banget sama dia. Kemana-mana pasti selalu barengan, Jeny.

Tanpa pikir panjang ku menuju rumah jeny. Wait!

"Emangnya aku tau rumah jeny ya?" Dengan begonya aku berpikir.

Semenit..
Dua menit..
Lima menit..

FIX AKU GAK TAU RUMAH JENY :o

Kemana Ayank Pergi - [NEW VERSION]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang