Pretty tengah duduk sendiri di atas ranjangnya menatap kosong ke depan. Hari ini Pretty sudah kembali ke rumahnya setelah di rawat beberapa hari di rumah sakit. Percy dan Rasya dengan setia menemani dan menghibur Pretty yang terlihat sangat down dengan kepergian calon suaminya.
'Ini sudah ketiga harinya kamu pergi dari aku, Azka? Aku kesepian disini, aku sendirian disini. Aku harus apa sekarang tanpa kamu? aku bahkan tak bersemangat untuk menitik karirku. Aku butuh kamu Azka, aku sangat membutuhkanmu' batin Pretty, setetes bulir air mata membasahi pipinya.
Pretty mengambil pigura Azka dan membelai wajah Azka. 'Aku mencintaimu, Azka. Sangat mencintaimu' batin Pretty menangis terisak dan memeluk pigura itu dengan sangat erat.
'Aku tak mau sendiri,, aku butuh kamu Azka. Aku butuh kamu' jerit batin Pretty
"hikz...hikz...hikz...aku tidak mau sendiri Azka, aku butuh kamu...hikzzz" isak Pretty sejadi-jadinya.
Tak lama Rasya datang dengan membawa semangkuk bubur di tangannya, Rasya duduk di samping Pretty dan mengusap kepala Pretty dengan lembut.
"Sya,, gue butuh Azka" isak Pretty
"Gue tau,, Azka pasti sedang menatap loe di atas sana" ujar Rasya membelai kepala Pretty.
Percy datang dengan membawa sebucket bunga untuk Pretty. Langkahnya terhenti saat melihat Rasya juga ada di sana. "Loe harus bisa merelakannya Pretty" ucap Rasya.
"Gue gak bisa, Sya? Gue gak bisa melupakannya. Gue sangat mencintainya..hikzz" isak Pretty
"Tidak Prit, bukan melupakannya. Tapi merelakannya, Loe tidak perlu melupakannya karena gue tau kalau Azka akan selalu ada di sini" Rasya menunjuk dada Pretty membuat Pretty menatapnya dengan nanar. "Dia akan selalu ada disini, sampai kapanpun juga dan tak akan pernah ada yang bisa menggantikannya. Tubuhnyalah yang mati dan pergi ninggalin loe, tapi tidak dengan hatinya. Hatinya masih terpaut di dalam sini, bersama dengan cinta loe" jelas Rasya membuat Pretty menatap Rasya dengan seksama. Bibir Percy tersungging melihat Rasya yang begitu dewasa memberi masukan ke Pretty.
"Sekarang loe makan yah" ujar Rasya. "Loe masih sakit, dan loe butuh makan yang banyak" tambah Rasya membuat Pretty mengangguk.
"Gue akan suapin loe" ujar Rasya lagi seraya menyodorkan sendok berisi bubur ke mulut Pretty.
"Nah gitu dong" ujar Percy berjalan mendekati mereka berdua saat keduanya sudah menengok ke arah Percy.
"Kakak" gumam Pretty
"Hai adeku sayang, bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya Percy
"Sudah mulai membaik, Kak" ujar Pretty
"Baguslah, karena malam ini kakak akan mengajak kalian berdua jalan. dan ini untukmu, sayang" ujar Percy menyerahkan sebucket bunga kesukaan Pretty.
"Makasih, Kak" jawab Pretty.
Pretty berjalan menuju gucinya, dan mengganti bunga di kamarnya dengan bunga yang di bawa Percy. Pretty termenung sesaat karena biasanya Azkalah yang selalu mengirimkan bunga kepadanya.
"Terima kasih, Sya" ujar Percy
"Santai saja, per. Gue juga kan sahabat loe dan Pretty, sudah seharusnya gue kasih support buat Pretty" ujar Rasya tersenyum membuat Percy ikut tersenyum.
"Ayo makan lagi" ujar Rasya kembali menyuapi Pretty. Pretty memang sangat dekat dengan Rasya di banding dengan Randa dan Rindi.
***
Datan tengah mengajak seorang wanita kencan ke sebuah restaurant. Datan mendapatkan uang dari hasil kurir pos cinta Leon. Bilang saja Datan memanfaatkan mereka, karena memang kenyataannya Datan memanfaatkan mereka karena Datan butuh suntikan dana untuk rencana kencannya bersama para wanita idamannya.
