Budayakan vote sebelum membaca
***
"pagi ku cerah pun matahari bersinar, ku gendong tas merah ku.. Eh bukan merah, ku gendong tas hitam ku di pundak" ucap (namakamu) sambil berjalan dikoridor sekolah.Dan sesampainya di kelas
"ohayou gozaimasu!!" teriak (namakamu)
"woyyy berisik elah"
"yailah biasa kali"
"tumben guru killer belom sampe" ucap (namakamu) sambil duduk dibangkunya.
"gamasuk dia"
"whatttt giliran gua udah ngerjain pr dia gamasuk...Manorr!! " omel (namakamu).
"ya trus mau diapain lagi"
"gua mau keluar, lu mau ikut sal?"
Salsha hanya menggelengkan kepalanya sambil tetap fokus membaca novel."yaudah gua keluar dulu, bye salsha" salsha mengangguk anggukan kepalanya.
Sekarang gua gatau mau kemana, tapi intinya jangan dikelas lah.
Eh pas gua lewat taman samping sekolah kayanya gua liat cogan iya cogan iqbaal woy iqbaal.. Akhirnya gua samperin tuh ka iqbaal yang lagi duduk sambil?? Gatau sambil ngapain dia madep belakang sih jadi gua gatau."Boleh duduk?"
"duduk aja"
"oh iya ka, thanks ya buat kemaren udah nganterin aku" iqbaal melihat wajah (namakamu) dengan heran
"lu kenapa deketin gua mulu? "
Gua cuma naikin bahu gua aja bertanda gatau."Gatau kenapa, kayanya kalo liat kk tuh kaya bukan kk yang asli aja"
"lo tau apa tentang gua? "
"justru itu aku mau tau"
"harus banget gua kasih tau lu?"
"Nih ya ka, disaat kita punya masalah itu harus cerita gausah dipendam dan sering sering senyum, 1 kali kita senyum,perlahan masalah itu akan hilang dengan sendirinya" (namakamu) melihat iqbaal sedang menatap kosong kedepan.
"hidup gua ga akan bisa tenang cuma dengan senyum setiap menit "
"ya engga tiap menit juga,kalo tiap menit namanya gila ka"
Iqbaal tertawa pelan."ka" iqbaal menoleh ke arah (namakamu).
"mau cerita sama aku ga?"
"lo siapa gua?"
"yaa-yaa aku sahabat kaka lah"
"siapa yang nganggap lu sahabat"
"yaudah pokonya lupain itu dan coba kk cerita, tentang 1 hal yang paling rendah dulu"
Iqbaal menarik nafas sejenak."Dulu hidup gua pernah sempurna dengan adanya dia, setiap saat setiap detik, menit gamau kehilangan 1 senyuman pun dari dia... Hubungan gua sama dia udah hampir jalan 2 tahun dan pas di harri anniv yang ke 2 tahun,gua ngerencanain buat bikin kejutan gitu, gua udah janjian sama dia dan emang ga ada jawaban dari dia, ya gua pikir dia lagi sibuk,tapi hal kaya gitu biasa dia emang kayanya gitu biasanya dan akhirnya dia nemuin gua di tempat yang gua janjiin" iqbaal menghela nafasnya lagi.
"malam dimana gua mau ngerayain anniv yang ke 2 tahun itu pun datang, gua udah nyiapin mateng2 rencana ini, berjam jam gua nungguin dia,lo tau ga? Gua nungguin dia sampe jam 3 malam dan pada akhirnya gua pulang dengan rasa kecewa, gua coba telpon dia tapi ga diangkat"
"pelan pelan ka" ucap (namakamu) agar iqbaal tidak terbawa oleh suasana.
"dan saat dipagi hari tuhan udah ngalihin kebahagiaan gua buat orang lain, pas pagi pagi gua baru bangun tidur, ada notif dari dia kalo dia baru aja nge post foto, dan spechless, lo tau itu foto apa?" (namakamu) hanya diam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Surga Untuk Malaikat ✖IDR (slow Update)
Teen Fiction"aku ikhlas jika kamu ingin pergi aku tau ini yang terbaik untukmu" "aku sayang kamu" "Aku ingin seperti bintang sirious yang bisa menandingi terangnya bintang-bintang di atas sana" "Tapi aku tau,yang teranglah yang akan cepat pergi" "Aku pergi.... "