Enjoy read :))
Jin yang sangat menyesal berteriak sekeras kerasnya mengguncang sekolahnya.
Ia pun berjalan tergontai menuju kelasnya. hingga temannya ada yang mengira bahwa Jin sedang mabuk.
•••
"Hey Jeon Jungkook" sapa Jimin sambil melakukan sesuatu
"Annyeong" balas Jungkook sambil melakukan kegiatan yang sama
"Kau sepertinya terlihat capek?" tanya Jimin mendengar nafas Jungkook yang tidak beraturan.
Jimin tersenyum ambigu"Aku tengah mencari sesuatu, tetapi aku kehilangan dia, karena aku tak bisa tahan lagi tapi aku sekarang sudah lega" jawab Jungkook penuh teka teki.
Lalu ia dan Jimin menghentikan aktivitasnya itu.
Dan mereka pun membenarkan celananya.
"Maksudmu?" tanya Jimin penuh selidik sambil memicingkan matanya
"Ah kau tak perlu tau, aku hanya sangat lelah mencarinya" celoteh Jungkook
"Kau tau, aku lebih lelah mengepel ruangan ini" ujar Jimin menunjuk seluruh sudut ruangan yang ia kunjungi bersama Jungkook yang ternyata adalah toilet.
"Kau pasti di hukum Seongsanim atas ulahmu itu, mari ke kelas!" ajak Jungkook merangkul Jimin.
•••
"Eomma!" teriak Jungkook sambil membenarkan penyangga sepedanya.
Ia sepertinya sudah pulang dari sekolahnya. Lalu Jungkook mendekati ibunya."Kenapa ibu ada disini, tak biasanya kau keluar begini di senja hari" ujar Jungkook menatap ibunya heran.
Sedangkan ibunya tak menggubris Jungkook, ia malah menampakkan waja cemberut.
"Apa ayah meminta ibu keluar?" tanya Jungkook sejurus kemudian. pertanyaan itu membuat hati eommanya tercelos.
Eommanya terlihat sangat bingung.
"Eum... tidak.. tidak, aku menunggu kau pulang sayang" jawab eomma Jungkook terlihat kebingungan.
"Eomma bohong!" teriak Jungkook membantah.
"Jungkook aku mengkhawatirkan kau" tumpas ibu Jungkook.
"Tak biasanya eomma menungguku pulang seperti ini, eomma pasti sedang bertengkar dengan appa" bantah Jungkook lagi seakan mengetahui detail situasi yang terjadi.
'Haruskah aku menulis surat pada mereka? untuk berbicara pada appa dan eomma dan memberi tahunya agar tak bertengkar lagi. Apa ini? aku menjadi seperti debu di depan mereka'
Batin Jungkook membuat ia terdiam sedikit lama. bahkan melamun"Lalu kenapa ibu tak masuk saja, lagi pula aku kan sudah pulang" Jungkook mengujar pada ibunya.
Ibunya pun terlihat diam kebingungan.
"Kau dahulu saja yang masuk sayang"
Kata ibu Jungkook sambil mengelus rambut Jungkook seakan menutupi kejadian yang terjadi.Jungkook pun mengangguk menurut. ia berjalan masuk ke rumah.
Namun langkahnya terhenti di belakang pintu mendapati ayahnya bersama dengan wanita lain.
Benar, benar ayahnya beraninya berpegangan tangan dengan wanita lain selain ibu.
Jungkook pun mengkerutkan mulutnya dan menggeleng gelengkan kepalanya melihat tontonan yang membuatnya benci.
Ia memutuskan untuk tidak jadi masuk ke rumahnya.
Jungkook menarik tangan eommanya. namun eommanya mengelak
"Ayo kita pergoki appa, eomma tidak bisa tinggal dian seperti ini" emosi Jungkook berkutat pertanda tak terima.
"Tapi-" baru saja eommanya mengelak, Jungkook sudah menarik eommanya hingga masuk rumah.
__________________________
_____________
________
Suasana pun tegang.
Ayah Jungkook dan selingkuhannya pun terkaget dan melepaskan tangan mereka.
"Appa keterlaluan!!!" teriak Jungkook membuat selingkuhan ayahnya lalu pergi begitu saja.
"Mengapa ayah punya simpanan!" lanjut Jungkook .
Pita suaranya berhasil memekakkan telinga ayahnya. Ayahnya hanya terus diam saja dan kebingungan. Sedangkan eomma Jungkook membenamkan kepalanya.
"Keterlaluan!!" Jungkook hampir memukul ayahnya
"Berhenti nak" tahan eomma Jungkook memegang tangan Jungkook.
"Appa benar benar tak menghargai eomma, dan aku menjadi debu di depan kalian" ucap Jungkook terbata bata seperti menangis membuat kedua orang tuanya tercelos. Bahkan eommanya tak bisa menahan air matanya
"Maafkan appa dan eomma nak, appa berjanji tak akan mendekatinya lagi" kata ayah Jungkook menyesali perbuatannya.
Suasana tegang pun menjadi sedikit mereda ketika satu pelukan hangat untuk pertama kalinya dirasakan oleh Jungkook dan eommanya.
Suasana sontak menjadi haru
"Aku berjanji akan menjaga kalian"
•••
Pagi hari telah tiba. Dimana matahari siap untuk melihat semua. kicauan burung yang seakan membangun pesona.
Pesona Jungkook telah terlihat sedari tadi. ia berdiri di depan cermin almameter hitamnya sehingga menutupi baju putih.
Jungkook menyambar dasinya, dan memasangkannya di kerah seragam sekolahnya.
Itu artinya Jungkook bersiap untuk pergi ke sekolah, Tak lupa, ia menyisir rambutnya agar terlihat tampan.
Di tambah dengan minyak rambut yang seakan menambah pesona Jungkook karena ia detail menjaga penampilannya
"Huft, ini efek dari jatuh cinta"
Jungkook berbicara sendiri menghadap cermin.
Jungkook lalu menuju ke meja makannya.
•••
Mohon votenya
dan comment :))
