Bagaimana Kabarmu?

102 6 0
                                    

Menoleh, kutatap dirinya.
Raut wajahnya dipenuhi euforia kebahagiaan nyata.
Sesak? Tidak!
Senang? Jua tidak!
Lalu apa?

Tersenyum pasti langkahkan diri menangkap angan.
Diriku dan dirinya dulu berlari menuju ingatan.
Semerbak bau wewangi makhluk putih dengan kelopak indah terciumlah.

Tap tap tap

Haruskah menangis? Tidak!
Mungkin sedikit disesali? Ya!
Kuatkan hati berjabat tangan, berharap getar nan indah itu telah punah.

Dan..

Memang punah!
Senyumlah!
Senyum!

"Bagaimana kabarmu?" Pungkasnya.

Draft 1, April 2017

Rindu BAITMUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang