part 7

473 67 6
                                    

Haii.. Aku balik lagi nih maaf ya update nya lama soalnya author  lagi  ga ada inspirasi, sebenernya masih belum dapet sih  inspirasinya tapi author  usahain update biar kalian ga lupain  cerita  ini hehe. Oke  semoga  kalian  suka ya sama part yg ini. Jangan  lupa vote, comment serta  kritikan nya biar author tau salahnya dimana

Happy reading 😉

Setelah kejadian memalukan yang dilakukan hayoung di sekolah minggu lalu  ,entah kenapa sehun malah menghindarinya.Hayoung yang merasa sehun menjauhinya semakin bertanya -tanya dalam hati.
Hayoung mendatangi rumah sehun seperti biasa,entah kenapa hari ini perasaan nya lain,tidak seperti biasanya.Hayoung terus melangkah kan kaki nya ke dalam rumah sehun.sepi  rumahnya, maka hayoung langsung naik ke lantai dua untuk menuju ke kamar sehun.

Tokk..Tokk.

Hayoung mengetuk pintu kamar sehun yang terkunci.Tak lama sehun keluar ,"mau apa kau kesini? " tanya sehun."mau bertemu dengan mu lah,memangnya siapa lagi? Kenapa kau mengunci kamar tidurmu? Biasanya kau tidak
pernah mengunci nya" tanya hayoung.Sehun menaikkan sebelah alisnya ," memang kenapa kalau aku mengunci pintu kamarku? Hayoung kita bukan anak kecil lagi! Ini kamar namja  dan kau ini yeoja  tidak sepantasnya kau keluar masuk kamar ku! Kau ini kenapa selalu mengusik kehidupan ku sih? " bentak sehun.
Hayoung terkejut mendengar bentakan sehun.Ini pertama kalinya sehun berteriak kasar dan hayoung merasa terluka,entah kenapa.Padahal biasanya jika sehun berteriak atau berkata kasar hayoung selalu menanggapi nya dengan senyuman menggoda atau tingkah konyol lainnya,tapi tidak untuk saat ini.
Hayoung menahan air matanya ,"mianhae oppa" jawab hayoung lalu berbalik meninggalkan sehun yang masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Sehun pov

Ada dengannya? Kenapa dia bersikap aneh? Biasanya jika ku bentak dia akan langsung tersenyum atau bertingkah konyol .Mungkin dia sudah lelah karna selama ini telah menggangguku.

Author pov

Hayoung bertanya-tanya dalam hatinya, rasanya sakit sekali saat tadi sehun berkata seperti itu.  Entah kenapa hari ini begitu melelahkan .hayoung memutuskan untuk tidur .

Besok paginya saat hayoung sedang berjalan di lorong kelas dia melihat sehun sedang mengobrol bersama teman-temannya .salah satu teman sehun bertanya padanya"sehun sepertinya hayoung begitu mencintaimu dan mendambakanmu ,bagaimana perasaanmu padanya?". Tanya ji soon .
"Aku tidak ada perasaan apa -apa dengannya.Dia hanya ku anggap yeoja pengemis cinta dan begitu selamanya .tak akan pernah berubah" jawab sehun.

Deg..

Seperti ada yang hancur dalam tubuh hayoung saat mendengar sehun ,namja yang dicintainya bahkan sejak kecil selalu bersamanya kini menyebut hayoung sebagai pengemis cinta . Hayoung kecewa dengan semua yang ia dengar.memang hayoung tak meminta cinta nya di balas oleh sehun tapi begitu hayoung mendengar ucapan sehun tadi ,hayoung memutuskan untuk berhenti mencintai dan mengejar sehun.betapa kecewanya hayoung pada cinta pertama sekaligus namja pertama yang mematahkan perasaan serta harapan hayoung.

Sudah diputuskan hari ini bahwa hayoung akan pindah ke Amerika  untuk melanjutkan sma serta kuliahnya. Ia akan tinggal bersama Halmeoni  di sana.hayoung tak tahan jika harus tetap tinggal di korea dan setiap harinya bertemu dengan sehun.Hayoung takut perasaanya malah berbalik seperti dulu yaitu mencintainya. Malam ini hayoung sedang mempersiapkan barang- barang yang akan dibawanya ke Amerika .Sebenernya hayoung berat meninggalkan korea namun apa boleh buat ,jika ia tetap tinggal maka hatinya akan semakin terluka. Eomma    dan appa  terkejut dengan permintaan hayoung yang tiba -tiba ingin tinggal bersama halmeoni   di Amerika ,namun akhirnya menyetujui setelah Hayoung sedikit memaksa mereka .Sehun tak tau jika hayoung akan pindah.sehun sebenarnya masih ragu dengan perasaannya sendiri.Dia tak ingin menyakiti hayoung dengan bilang bahwa dirinya mencintai hayoung padahal hatinya masih ragu,jadi daripada hayoung terus mengejar dan mencintainya lebih baik sehun menghindar dan menurut sehun itu adalah yang terbaik dan benar,namun tidak untuk hayoung.

Hayoung menulis surat untuk sehun,setelah dia selesai menulis surat hayoung ingin bertemu  keluarga sehun untuk terakhir kali  nya sebelum  ia pergi  ke Amerika.
Langkah demi langkah hayoung berjalan.Dulu setiap kesini rasanya biasa saja seperti ke rumah sendiri tapi sekarang semuanya terasa asing.

Hayoung mengetuk pintu rumah sehun. Dan yang membuka nya adalah sehun. Sehun menatap hayoung dengan tatapan penuh tanda tanya. "Oppa   aku ingin..." ucapannya terputus.
" kau ingin menggangguku lagi? Dangsini gamyoun jokessoyo  ( sebaiknya kamu pergi)  "usir sehun.

Hayoung tertunduk lemas ," eung  ,mianhae " ucap hayoung pelan.

Lalu hayoung melangkah pergi meninggalkan rumah sehun tanpa  sempat berkata tentang  kepindahan nya.

Esok nya suasana  di rumah hayoung terlihat sangat sibuk. Eomma sibuk memasukkan koper -koper hayoung ke dalam mobil.Hayoung berpamitan pada eomma,appa,dan Suzy sahabatnya.semua menangis haru karna kepindahan hayoung yang mendadak.Hayoung menitipkan surat untuk sehun kepada suzy.Lalu hayoung masuk ke mobil untuk menuju ke bandara. Sebentar lagi pesawat akan berangkat tapi tanda-tanda sehun akan muncul belum juga ada.Bodoh! Hayoung berharap bahwa sehun akan datang dan menahan kepergiannya tapi sudah jelas itu tidak akan terjadi.

Hayoung melihat ke luar jendela pesawat.Baru kali ini dia membuat keputusan terbesar dalam hidupnya.Meninggalkan orang tua,sahabat,dan mungkin cinta pertama yang sekaligus menjadi alasan kepergiannya.mungkin sudah cukup perjuangan untuk terus bersama sehun ,jika memang tidak bisa kenapa harus dipaksakan? Karna pada akhirnya pun akan sama ,hayoung dan sehun hanya akan menjadi teman kecil bukan pasangan hidup yang bahagia,karna hanya satu pihak yang memperjuangkan kebahagiaan itu sedangkan pihak satunya lagi berusaha menghancurkan ,maka dari itu sampai kapanpun kebahagian itu akan selalu runtuh sebelum sempat berdiri kokoh.

Di lain tempat, sehun terbangun saat mendengar ada bising keramaian di sekitar  rumah nya. Dia melihat kebawah jendela dan melihat koper-koper di masukkan ke dalam mobil. Disitu sehun melihat hayoung yang berpamitan pada orang tua serta sahabatnya dan juga kedua orang tuanya sehun.Sehun hanya bisa menatap kepergian hayoung dengan tatapan yang sulit diartikan. "Ada apa denganku? Bukankah harusnya aku senang hayoung pergi? Tak akan ada lagi yang mengusik kehidupanku" ucap sehun namun tatapannya menjelaskan bahwa dia sangat kehilangan dan terluka.

Aduh sehun sehun! Plin plan banget ya!  Maunya tuh apa sih?  Rasain  deh tuh ditinggal si hayoung, biar nyadar sama perasaan nya sendiri!  Oh ya  kan jadi kebawa  emosi hehe. Jangan lupa vote + comment serta kritikan nya juga ya. Jangan sider pliss
.hargai lah author yang mengetik cerita Ini heheh.  Janji deh part selanjutnya ga bakal selama yang ini

#salam sayang Author

Saranghaeyo Sunbae Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang