00 : 00

89 7 0
                                    

"Andai cinta tak datang seenaknya, pasti aku bisa memilih untuk tidak mencintaimu, Avas" -Aya

"BODOH", hanya itu kata yang ada di otak Avas saat ia menyadari bahwa ia telah jatuh cinta pada sepupunya sendiri, Aya.

Tak ada yang berani mengungkapkannya. Perasaan itu telah terlindungi oleh benteng kuat diantara keduanya.
Benteng kuat yang mereka pikir tak akan mampu untuk jebol. Namun, mereka tak akan menyadari.

Semakin mereka menghindar, semakin sulit untuk melupakan.

Just do it with the bravery.

BRAVERYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang