Kelima

408 45 9
                                    


Terlihat seorang Namja berjalan di trotoar dengan heandset yang ada pada kedua telinganya.
Namja itu adalah Wooshin.

"Aku pulang"Wooshin memasuki rumahnya

"Kau sudah pulang"ucap wanita yang menyambut kedatangan Wooshin.

"Eomma sudah kembali?"

"Hemm...Kenapa kau terlambat pulang?"tanya ibu Wooshin

"Sepulang sekolah tadi aku menjenguk changhyun dan Hwanhee mereka berdua sedang sakit"jelas Wooshin

"Begitu ya, kalau begitu kau cepatlah mandi setelah itu makan ibu sudah membuatkanmu makanan"ucap ibu Wooshin

Wooshin berjalan ke kamarnya setelah itu dia mengambil handuk dan memasukki kamar mandi yang sudah ada di kamarnya.
18 menit kemudian Wooshin keluar dari kamarnya dengan bertelanjang dada dia mengambil baju dari dalam lemarinya dan memakainya.

Setelah itu dia membuka pintu kamarnya

"Eomma"Wooshin melihat ibu nya yang sudah ada di depan pintu kamarnya

"Kau sudah selesai?"tanya ibu Wooshin

"Eoh"jawab Wooshin

"Kalau begitu makanlah"ucap ibu Wooshin merangkul pundak Wooshin

"Eomma ada apa dengan diri eomma?"tanya Wooshin yang melihat tingkah ibu nya aneh

"Kau tidak suka ya melihat eomma seperti ini"ucap ibu Wooshin

"Bukan begitu, eomma terlalu lembut padaku"ucap Wooshin

"Kau kan anak tampan eomma satu satunya"ucap Ibu Wooshin mengelus puncak kepala Wooshin

"Makanlah"ucap Ibu Wooshin

"Bagaimana dengan eomma?, eomma tidak makan?"tanya Wooshin

"Eomma sudah makan, makanlah eomma akan menemanimu"

Wooshin hanya menurut dan memakan makanan buatan ibunya.

"Wooshin-ah"panggil ibu Wooshin

"Wae?"tanya Wooshin masih sibuk memakan makanannya

"Jika eomma sudah tidak ada di sampingmu kau jangan sampai lupa makan dan seringlah tetsenyum"ucap ibu Wooshin

"Memangnya eomma akan kemana?"tanya Wooshin

"Ani, eomma hanya ingin kau menjaga dirimu jika suatu saat eomma tidak ada lagi disampingmu"jelas ibu Wooshin

"Eomma kan selalu ada untukku, jadi untuk apa menghawatirkan itu"ucap Wooshin

"Anak eomma yang sangat eomma sayang"ibu Wooshin mengacak kecil rambut Wooshin

"Wooshin apa kau bisa melihat orang yang sudah tiada?"tanya ibu Wooshin

Wooshin berhenti memakan makanannya dan melihat ibunya.

"Kenapa eomma menanyakan itu?"tanya Wooshin

"Ani, tidak usah dipikirkan, makanlah"ucap ibu Wooshin

Wooshin hanya menatap ibu nya heran setelah itu dia kembali memakan makanannya.

"Appa eodiseo? (Ayah dimana)"tanya Wooshin

"Mungkin Ayah masih bekerja"jawab ibu Wooshin

"Wooshin berbahagialah"ucap ibu Wooshin

"Geurom (tentu saja)"ucap Wooshin

"WOOSHIN-AH"panggil seorang Namja

"Appa?"ucap Wooshin yang melihat Ayahnya

"Wae?"tanya Wooshin

"Sepertinya kau belum tau kabar dari ibumu"ucap Ayah Wooshin

"Eomma?"Wooshin menoleh ke tempat ibunya, tetapi disana sudah tidak ada ibunya

"Dimana eomma?"Ucap Wooshin

"Apa maksudmu?"tanya Ayah Wooshin

"Tadi eomma disini bersamaku"

"Itu tidak mungkin"ucap Ayah Wooshin

"Wae?"

"Eomma mu..."Ayah Wooshin menggantung perkataannya

"Eomma wae?"

"Eomma mu sudah tidak ada"ucap Ayah Wooshin

"Apa maksud Appa?"tanya Wooshin sekarang wajah Wooshin makin serius

"Saat perjalanan pulang eomma mu kecelakaan dan eomma sudah dibawa ke RS tetapi eomma mu sudah tidak bisa di tolong karena eomma mu banyak kehilangan darah"jelas Ayah Wooshin

"Tidak mungkin, eomma...tadi eomma ada disini, lihat ini eomma yang memasakkanku ini"ucap Wooshin

"Wooshin-ah, sadarlah"

"Eomma masih hidup"Wooshin sama sekali tidak bisa menerima apa yang sudah terjadi pada ibunya.

PLAK

Ayah Wooshin menampar Wooshin yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya

"Sadarlah, eomma mu sudah tiada"ucap Ayah Wooshin memegang kedua pundak Wooshin

Air mata mulai terjatuh di pipi Wooshin, tatapan Wooshin kosong.

"Ikhlaskan eomma mu"Ayah Wooshin memeluk Wooshin

***

hari ini Wooshin tidak bersekolah karena harus memakamkan ibunya, setelah selesai pemakaman ibu nya Wooshin pulang ke rumah

DERTTT

Wooshin mengambil ponselnya dan melihat pesal yang masuk

Wooshin ku dengar Neo Eomma...
Dongyeol

Kau sudah tau
Wooshin

Jadi benar, aku turut berduka
Dongyeol

Wooshin sudah tidak membalas pesan Dongyeol, entah apa yang sekarang di pikirkannya, raut wajahnya tidak bisa di artikan.

"Wooshin makanlah"ucap Ayah Wooshin yang memasukki kamar Wooshin

"Aku tidak lapar"ucap Wooshin

"Jangan membohongi Appa"ucap Ayah Wooshin

"Aku tidak berbohong"

"Baiklah, mungkin kau sedang tidak lafsu makan"ucap Ayah Wooshin

Seharian Wooshin hanya mengurung dirinya di kamar masih dengan jasnya yang tadi dia kenakan untuk pemakaman ibunya.

"Eomma kenapa kau meninggalkanku secepat ini"

"Maafkan Eomma"tiba tiba suara ibu Wooshin terdengar oleh Wooshin

Wooshin menoleh dan melihat ibunya yang duduk di sampingnya

"Eomma?"

"Eomma senang kau bisa melihat eomma saat ini"

"Kenapa eomma meninggalkanku"

"Maafkan eomma, eomma mohon jangan seperti ini kau akan sakit, eomma tidak suka melihatmu seperti ini"

"Kajima (jangan pergi)"

"Eomma harus pergi sekarang, berjanjilah pada eomma jika kau ingin eomma bahagia, berjanjilah jangan pernah seperti ini lagi"

"Baiklah"

"Eomma akan pergi, jaga dirimu"Ibu Wooshin mengecup kening Wooshin

Wooshin hanya memejamkan matanya, setelah membuka matanya dia sudah tidak melihat ibu nya.

"E..eomma"air mata Wooshin mulai membasahi pipi Wooshin

Tbc

Aku yang ketik kek pengen nangis. Bagaimana rasanya di tinggalkan seorang ibu secepat itu nggak kebayang.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 12, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Ghost Beautiful (Kim Wooshin)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang