Friends Become Love 4

30 3 0
                                    

Kau datang membawa tawa, kau pergi meninggalkan luka, kau membuatku hampir gila dan aku tidak tahu harus bagaimana- sarcasm

Setelah sampai dihadapan Deandra, Revan pun menyapanya dengan senyuman kecil yang manisnya. Berharap agar Deandra menerima cintanya, dengan muka sedikit gugup, Revan tetap harus siap atas jawaban Deandra nantinya.

"Lo manggil gue dey?" Tanya Revan yang sedikit gugup.

"Iya van, eh Iya, gue udah punya jawaban atas pertanyaan lu yang kemaren, lebih tepatnya si 1minggu yang lalu ngehehe" ujar Deandra

"Apa? Lo mau apa engga?" Tanya Revan lagi

"Setelah gue pikir², gue bisa ko ngasih kepercayaan sama lo" Ucap Deandra

"Artinya?" Tanya Revan sambil mengernyitkan dahinya.

"Ya gue mau jadi pacar lo" ujar Deandra

"Jadi kita pacaran? Serius lu Dey?" Revan dengan muka yang bingung namun sedikit senang

"Ya ya gitu, iya gitu deh" jawab Deandra dengan muka yang kemerah²an.

"Yesss, makasihhh ya deyy, lo udah terima gue. Gue janji bakal jagain dan engga nyia²in lo. Sekali lagi makasih ya deyy" Ucap Revan dengan wajah yang sumringah.

Berhubung hari sudah sore mereka pun berpisah karena pintu gerbang sekolah akan ditutup, Revan pulang dengan hati yang senang. Begitupun Deandra, dua pasangan yang sedang dimabuk asmara itu pun tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya...

Keesokan harinya mereka tampak jalan bersamaan dari parkiran menuju kelas, banyak mata yang memperhatikan mereka, tidak sedikit yang bingung dan bertanya-tanya apakah mereka berdua ada hubungan? Karena hanya mereka dan teman-temannya Revan saja yang tau status hubungannya saat ini. Sesampainya di depan kelas, teman-teman Revan seperti Ilfar, Idla, Riza Imran dan Farhan memasang muka yang sedikit menjengkelkan karena mereka tau kalau Revan sudah berpacaran dengan Deandra, tidak sedikit yang meminta PJ dan menyoraki mereka berdua.
"Van Van, cewek baru tuh?" "Wadaww kapel goals" "akhirnya si jones akut punya cewek" "hah? Lu berdua jadian?" Longlast ya!!" "Ehh gila fav couple in this class!!!" "PJ woyyy Jan lupa!! PJ" begitu lah kira² ucapan yang dikeluarkan teman²nya dikelas. Walaupun tak sedikit yang menyukai mereka jadian, ada seseorang yang masih belum bisa menerima mereka berdua. Ya orang itu adalah mantan gebetannya Revan, Shanoom masih belum bisa merelakan Revan berpacaran dengan Deandra, walaupun dia tau Revan sudah tidak ada hati lagi dengannya namun tak jarang dia masih berharap keajaiban untuk dekat dengan Revan lagi. Sakit memang rasanya melihat mantan gebetan, seseorang yang pernah kita sayang dan cinta jatuh ke tangan orang lain, namun apa boleh buat? Ini semua juga karena ulahnya. Sifatnya yang posesif, mudah menyerah dan masih kekanak-kanakan membuat Revan sedikit jengkel dan risih, akhirnya Revan memutuskan untuk tidak berhubungan dengannya lagi.

Deandra yang menyadari hal itu agak sedikit khawatir dan cemas, apakah Revan benar benar cinta dengannya? Atau dia hanya dijadikan pelarian dari Shanoom? Ia benar-benar tidak tahu, yang jelas ia hanya berharap kalau Revan tidak punya niatan sejahat yang dipikirkan nya.

Setelah sebulan mereka berpacaran, Revan mulai menunjukkan sisi buruknya, tidak jarang ia sering membentak dan berkata kasar kepada Deandra, hanya karena Deandra tidak menuruti apa katanya. Sesungguhnya Revan adalah sosok yang agak posesif, terlihat saat Deandra sedang berbincang dengan Axel teman sekelasnya, Revan langsung menegur Deandra dengan tatapan yang sinis, Deandra tidak bisa berbuat apa apa karena dia pikir dia salah yang nyatanya tidak. Dan tidak disangka Revan pun Memarahi Axel dan mengancamnya apabila dekat² dengan Deandra lagi, sejak saat itu Deandra agak sedikit dijauhi oleh Axel, karena Axel takut akan ancaman Revan. Sejak saat itu dia berpikir apakah yang dia kira itu akan menjadi kenyataan? Apakah selama ini dia hanya dijadikan pelarian oleh Revan? Deandra hanya bisa menangis kecil karena perbuatan Revan.

"Xel? Lo kenapa si ngejauhin gue? Lo takut sama ancaman Revan?" Tanya Deandra. Axel yang ditanyakan Deandra pun hanya berbalas senyum tanpa niat, tergambar rasa kecewa dan jengkel diwajahnya. "Xel? Lo ga bisu kan? Jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo jauhin gue?" Tanya Deandra sekali lagi, namun hanya diabaikan oleh Axel.

Keesokan harinya, Deandra dan Revan tidak kelihatan jalan bersamaan lagi seperti biasanya, dan pada saat itu juga Shanoom yang melihatnya bingung dan sedikit heran. (ko mereka ga jalan bareng kea biasanya? Apa jangan jangan lagi berantem? Atau jangan jangan udah putus?) Gumamnya dalam hati. (Ya bagus deh kalo udah putus, gue jadi bisa deketin Revan lagi tanpa harus dibilang jadi pho) gumamnya lagi. Disini Shanoom nampak terlihat sedikit senang akan pertengkaran 1pasangan itu, karena dia bisa mendapatkan celah untuk menggantikan posisi Deandra. Shanoom langsung mengambil ponselnya dari saku baju dan langsung mengirim pesan singkat ke Revan.

Shanoom: P
                     : P
Revan        : Iya kenapa?
Shanoom : gimana kabar lo? Lama ya ga chattingan lagi:)
Revan         : wkwk iya, btw tumben ngechatt, ada apa?
Shanoom  : Ahh iya, gpp kok. W cuma pengen silahturahmi lewat medsos aja sama lo:)
Revan          : Ohh iya hhh.

Dari percakapan diatas, Shanoom mulai yakin kalau mereka tidak putus, namun hanya sekedar bertengkar. Dia dapat menyimpulkan itu karena Revan masih terlihat kaku, namun tidak biasanya juga Revan mau merespon chatt dari Shanoom, saat itu juga terlintas di fikiran Shanoom untuk menjadi teman chattnya agar ia bisa kembali bersama dengan Revan walau dia tau itu sedikit mustahil.

Setelah sekian lama mereka chattingan, terdapat notif Line dengan nama "Deandra" yang tertera disana.

Deandra : P
                   : Van? Kamu lagi apa?
Revan      : Iya. Ga Lagi ngapa²in.
Dengan santainya Revan berbicara seperti itu kepada Deandra tanpa ada rasa bersalah nya sedikit pun karena membohonginya.
Deandra  : Oh gtu, yauda aku cuma mau tau kabar kamu aja:)
                    : Btw aku uda disuruh tidur sama mamah. Aku tidur duluan ya:)
                    : Bye-bye mbul, see u ya:)
Revan       : Y
                    : Bye-bye
Deandra merasa curiga, tidak biasanya Revan seperti itu, membalas chattnya dengan kata-kata yang singkat. Namun ia tetap berusaha berfikir positif terhadap Revan.

Keesokan harinya, Revan yang sedang diparkiran sekolah tanpa sengaja tiba bersamaan dengan Deandra, mereka berdua sangat Awkward tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut masing², hanya berbalas senyum dan jalan bersamaan. Shanoom yang kebetulan datang lebih awal dari mereka berdua, melihat sepasang kekasih itu dari kelasnya. Ada sedikit rasa jengkel dan khawatir apabila mereka baikan. Namun Shanoom tidak kehabisan akal, ia membuat rencana agar mereka tetap marahan.

"Apaan si itu sok sweet bgt, bisa-bisanya ngerebut Revan dri gue." Ujar Shanoom. "Liat aja Dey, gue bakal bikin lo ninggalin Revan" ujarnya lagi.

Ketika bel istirahat berbunyi, Shanoom dan kawan-kawannya segera beraksi, melaksanakan rencana yang telah dibuat oleh Shanoom untuk menghancurkan hubungan Revan dengan Deandra. Namun sebelum rencana itu mulai, Revan sudah tau terlebih dahulu akal jahatnya Shanoom. Maka ia langsung menemui Shanoom agar tidak terjadi apa-apa dengan Deandra, walaupun ia sedang marahan tapi Revan tidak bisa membiarkan orang yang dia sayangi terluka oleh orang lain.


Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 21, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

AntologiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang