Part 5

196 36 11
                                        

Setelah resmi berpacaran, Jinyoung dan Nayeon hampir setiap hari menghabiskan waktu bersama. Entah itu hanya mengantar Nayeon pulang atau mengajaknya makan.

Jinyoung masih sama seperti Jinyoung sebelum pacaran, masih tidak tahu bagaimana caranya bersikap romantis kepada Nayeon.

Sore ini setelah pulang sekolah, Jinyoung mengirim pesan kepada Nayeon yang tidak masuk sekolah karena sakit.

BunnyNay🐰

Nay, udh minum obat?

Udahh, knp Nyoung?

Gpp. Mastiin aja
Istirahat yang cukup yah
biar cepet sekolah😙😙

Biar cepet sekolah atau
karena kamu kangen aku?
😁😁😁

You already know the
answer😁

Btw mang gojek jam segini
mau pickup ga yah?

Lahh. Kamu mau kmn?
Masih sakit gaboleh pergi

Ngga pergi. Cuma pngn
martabak doang✌✌

Oh wkwkwk. Byee

Kmn? Mandi?
Ish main ninggalin aja.
💩💩💩

Jinyoung tidak pergi mandi, melainkan pergi ke tukang martabak yang dimaksud Nayeon.

Jinyoung memesan 1 martabak greentea favorit Nayeon, lalu segera melajukan motornya menuju rumah Nayeon.

"Nayyy." Ujar Jinyoung memanggil Nayeon seperti anak kecil yang mengajak bermain.

Bukan Nayeon yang keluar dari rumah, melainkan Rose.

"Ehh ada kang gojek bawain martabak nih." Ujar Rose sambil membukakan pintu.

"Diem lo, Rose. Mana Nayeon?" Tanya Jinyoung.

"Dikamar lah."

Jinyoung segera melangkahkan kakinya menuju ke kamar Nayeon, tapi langkahnya terhenti karena Rose.

"Heh! Mau kemana?" Tanya Rose.

Jinyoung mengerutkan dahi, "ya keatas lah, orang Nayeon diatas kan?"

"Siapa bilang lo boleh masuk kamar Nay? Enak aja."

"Tap-"

"ROSE! JANGAN NGERJAIN ANAK ORANG ELAH. SURUH KESINI AJA UDAH." Teriak Jihyo dari kamar Nayeon.

Rose langsung menjulurkan lidahnya kepada Jinyoung lalu segera berlari menuju kamar Nayeon.

Ekspresi Jinyoung saat ini sudah tidak karuan, dia senang karena bertemu Nayeon dan juga kesal karena dikerjai teman Nayeon.

Tapi, saat memasuki kamar Nayeon, Jinyoung sudah mengubah ekspresinya menjadi mode bahagia.

"Nih Nay martabaknya." Jinyoung menyimpan martabaknya di nakas.

"Makasih Nyoung." Ujar Jihyo sambil membuka kotak martabak.

"Heh ndut. Bukan buat lo. Simpen lagi dah buruan."

"Emang Nayeon mau? Tanya aja sendiri."

"Nay, kamu kan mau martabak, jadi aku beliin tadi. Soalnya jam segini macet kalo pake gojek. Mahal pula Nay." Jelas Jinyoung.

"Ehiya Nyoung makasih. Tapi tadi yang pegang HP bukan aku, jadi aku gatau isi chatnya apa."

Jawdrop. Speechless. Jinyoung hanya diam. Tidak tau apa yang harus dia lakukan.

Nayeon yang melihat Jinyoung membeku pun langsung memegang tangannya, "ng-- Nyoung. Maafin mereka yahh. Ini aku makan deh martabaknya." Ujar Nayeon sambil memamerkan senyum yang membuat Jinyoung lemah.

Jinyoung mengangguk. Tapi masih tetap diam karena kehabisan kata kata.

"Nyoung. Aku tau kamu kesel. Aku tau kamu ngerasa ini semua sia-sia. Tapi dengan ini semua, aku tau bahwa kamu bakal ngelakuin apa aja buat aku, Yakan? Aku tau selama ini kamu selalu berusaha menjadi seseorang yang aku mau. Tapi dengan kamu yang jadi sendiri aku udah cukup bahagia. Makasih Nyoung." Ucap Nayeon yang mencairkan emosi Jinyoung.

Jinyoung kali ini tersenyum bahagia. Di dalam tubuhnya seperti ada confetti  yang siap meledak kapanpun. Jinyoung lega dengan semua keresahannya selama ini. Jinyoung tidak perlu lagi berusaha menjadi seperti mantan mantan Nayeon. Jinyoung dan diri Jinyoung, Nayeon sudah bahagia.

Aku ga perlu lagi pusing pusing mikirin caranya romantis depan kamu ya Nay. Love u my bunny;)

***

Danggg. Sorry for super late update... liburan ada aja yang bikin nunda:")
Maafin singkat huhu.. aku emang mau nunjukin sisi Jinyoung yang begini di part 5.
Minggu ini double update deh yaa. Atau kalo bisa triple:))
Thanks for all support..
-X

Unpredictable Rain  [Jinyeon]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang