[END] Mark merasa melakukan kesalahan besar. Seharusnya ia fokus pada ujiannya, tapi godaan di hadapannya sungguh tak bisa diabaikan
Warning : Minor leg fettish!
The very first story of mine in this Orange World - reposted
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Entah sejak kapan Donghyuck jadi lebih sering mengenakan celana pendek, bahkan untuk kostum panggung pun dia lebih memilih celana pendek dari sekian pakaian yang cordi pilihkan untuknya. Di dalam dorm hal itu sih biasa, namun jika kostum panggungnya terlihat sangat pendek begitu apa masih tetap biasa? Mark jadi pusing. Karena alasan tertentu.
Mark juga diberikan set kostum tertentu yang terkadang pendek, tapi tidak seperti milik Donghyuck. Milik Mark masih dipadu dengan kaos kaki panjang, atau terkadang pendeknya masih menjangkau lutut. Milik Taeil juga terkadang begitu. Tapi berbeda sekali dengan Donghyuck. Dan kenyataan bahwa Donghyuck lebih sering memilih setnya sendiri membuatnya menggeram.
Tapi ini semakin menjadi-jadi. Mark jadi makin pusing. Ketika celana pendek (yang sebaiknya kau gunakan untuk tidur) menjadi semakin pendek (karena Donghyuck dengan sengaja mengangkatnya lebih tinggi). Hingga paha — ehm — kakinya yang mulus (hampir tak berbulu) itu semakin terlihat. Kalian paham alasan kenapa Mark jadi pusing.
"Yah! Donghyuck-a ~"
Terdengar suara Mark merajuk pada adik satu-satunya di dorm itu, bermaksud untuk menegur gaya pakaian Donghyuck. Yang dipanggil melengos, pura-pura tak mendengar. Mark tahu jika Donghyuck tidak betah dengan rasa panas, tapi tolonglah mengerti perasaan Mark sedikit. Setidaknya itu yang dia harapkan ketika sang subyek kembali menggunakan set yang Mark rutuki sejak tadi. Bahkan kini hampir seluruh pahanya terekspos ketika kedua kaki Donghyuck singgah di atas sofa, celana pendek yang pendek itu menampakkan kaki jenjang yang Mark akui sangat indah.
"Donghyuck-a, pakai yang benar celanamu..." Ini member tertinggi di grup yang bicara. Donghyuck memilih duduk di sebelahnya setelah ia mengambil simpanan eskrim yang baru ia beli kemarin.
"Aku sudah pakai celana, hyung. Taeil-hyung saja tidak kau protes. Kenapa kalian hanya memrotesku?" Donghyuck mengomel sambil menjilati eskrim batangan rasa blueberry yang ia simpan semalam.
"Taeil-hyung sudah uzur, kakinya brewokan, besides... Mark tidak akan tertarik padanya. Sementara kau?" Johnny melihat Donghyuck dari atas ke bawah dan kembali lagi secara intens. Mark yang berada di seberang sofa yang ditempati Johnnya hanya mendengus. Mengendalikan pikirannya kembali ke jalan yang benar.
"Lah, kenapa aku dibawa-bawa?" Mark protes. Tapi matanya tetap terarah pada sosok yang asyik menggigit eskrim di sampingnya. Lebih tepatnya kaki yang entah sejak kapan bertumpu angkuh di atas kaki Mark.
"Karena... your eyes literally telling everything," balas Johnny santai. Mark segera merotasikan pandangannya kembali ke arah TV dengan cepat. Sungguh, Mark itu mudah sekali ditebak. Pandangannya jauh-jauh ia fokuskan pada TV.
"Mark-hyung? Dia bahkan diam saja ketika aku melepas kaosku di depannya. Kenapa baru protes sekarang?" Donghyuck masa bodoh dengan pemikiran Johnny. Kakinya yang diselonjorkan di atas kaki Mark ia tekuk kembali.