PART 3

42 6 0
                                    

Di kamar ku,tempat dimana aku melewati malamku di setiap tahunnya,merenungkan semua masalah yang kuhadapi,dan menuliskannya.

Aku mengambil buku tebal yang kusimpan di bawah ranjangku
Itu adalah buku harian milikku,yang ku simpan sejak aku masih di kelas 1 SMP.

Disitu banyak tertulis berbagai macam masalah yang sudah kuhadapi selama 3 tahun belakang ini.

25 mei 2015
Malam begitu sejuk,hujan begitu deras
Tak disangka ini adalah malam yang paling menyedihkan untukku.
Ayah dan Sofia telah berbohong kepada ku
Ayah berjanji untuk kembali kerumah secepatnya dengan membawakannku semangkuk cream soup kesukaanku,dan Sofia berjanji akan bermain dengan ku setelah dia pulang nanti.
Namun kenyataannya,mereka benar-benar pulang,namun hanya tubuh mereka yang berada di rumah,ruh mereka telah pergi menghadap tuhan.
Aku marah dengan mereka,itulah sebabnya aku menangis tak henti-henti dihadapan mereka dan banyak orang.
Biarkan dunia tau bahwa ayah dan sofia pembohong.
Hari ini berlalu begitu cepat,namun hari ini tidak pernah kulupakan.

Aku menangis membaca bagian cerita yang kutuliskan sendiri di bagian itu
Karena setelah itu,aku baru mengetahui kalau adikku Sofia sering di bully disekolahnya
Dan kali ini,aku yang dibully oleh temanku sendiri
Baiklah,ini jalan terbaik yang ku tempuh,aku akan membunuh setiap pembully.

Lanjut ke aksi ku,malam ini adalah giliran Frieska

Frieska pov's

Kalian tau,aku sebenarnya menyukai hidup ku saat ini,aku memiliki banyak teman yang bisa kuperbudak seperti Shania,dia adalah teman sekaligus budak ku yang paling setia.

Setiap aku memerintahkannya,ia selalu nurut dengan ku,bisa dibilang dia itu "binatang peliharaan ku"

Sejak kecil aku memang senang menindas orang yang ku anggap cupu ataupun kurang beruntung.

Mereka kurang beruntung karena mereka tidak bernasib baik sama sepertiku,aku memiliki paras yang cantik,harta ku banyak dan yang paling penting,aku adalah leader di sekolah.

Aku sangat tidak ingin mati,sebisa mungkin aku berusaha agar aku tidak mati,sebab aku ingin melihat orang yang ditindas dan menindas lebih banyak orang lagi.

"Tok tok tok"

'Siapa yang bertamu di sore hari seperti ini?'

Aku bergegas membuka pintu utama rumah

"Ehh Nayla,ada apa ya?tumben banget kamu dateng,masuk dulu yuk!" rupanya Nayla,teman ku saat SMP

"Ehm makasih ya,tapi gak usah deh,soalnya aku mau ke toko buku di depan komplek nih,aku kesini cuma mau nganter surat ini aja." untung dia menolak,sebenarnya aku tidak mau direpotkan oleh tamu dadakan seperti ini

"Surat? Dari siapa?" surat nya cantik sekali,berwarna biru.

"Ehm aku juga gak tau,tiba-tiba ada seseorang yang menitipkan surat ini di dalam tas ku,dan ada notes disana,dia bilang 'tolong antarkan ini ke frieska' mungkin penggemat rahasia mu." Aku hanya tersipu,selama ini aku belun pernah memiliki penggemar rahasia,biasanya penggemar ku itu langsung berbicara didepan ku,tapi yang ini diluar dugaan,pasti yang mengirimnya seorang pria tampan,tinggi dan wangi.

"Ohh yaudah,makasih ya." Kemudian Nayla pergi tanpa kata apapun

Aku terkejut melihat isi surat itu,bukan karena isinya yang sangat romantis ataupun ada foto paparazi diriku,tapi sebaliknya,aku dikirim surat ancaman,yang berisikan bahwa ini adalah malam terakhirku,apa maksudnya?

Aku pikir ini hanya lelucon,namun tak lama kemudian...

Sender : unknow
"Sudah baca suratnya? Kuharap kau sendirian malam ini,agar aku lebih leluasa 'bersenang-senang' denganmu"

Dengan refleks aku membanting handphone ku
Apa-apaan ini,siapa yang berani mengancam ku seperti ini,aku tidak akan membiarkan dia melancarkan rencananya untuk "bersenang-senang" dengan ku.

Tapi,kurasa aku tidak perlu takut,karena mama akan pulang lebih awal malam ini.

Sender : Mama💙
"Nak,mama hari ini pulang agak malem yah,soalnya mama ada meeting mendadak nih,maaf ya sayang,i love you😚"

Aku melihat isi dari pesan tersebut,dan itu semakin membuatku ketakutan.

Aku tidak boleh seperti ini,aku harus tenang,tidak boleh panik.

Aku akan menelpon polisi jika ada seseorang yang berusaha menerobos rumah ku.

Zayna pov's

Aku terlalu siap untuk membunuh malam ini. Perlengkapan semua sudah kupersiapkan,malam ini seperti biasa,jam 10 malam aku mulai keluar dari rumah,dan mengintai korban ku.

Senja terus tenggelam hingga menjadi malam,aku tidak peduli dengan semua perubahan itu,tapi yang pasti dunia akan aman dan damai disaat 5 orang pengacau itu mati.

"Zayna,ayo makan nak." ibu memanggilku untuk makan.

Aku langsung menuju ruang makan dan melahap banyak sekali makanan,ini kulakukan agar aku memiliki tenaga yang cukup untuk malam ini.

"Kamu lahap banget sih zay makannya,kayak orang mau berburu aja,perlu banyak tenaga gitu,hahaha." ibu tertawa sambil melihat ku makan dengan lahap

"Ehm,gapapa bu,Zay laper pake banget soalnya,mana masakan ibu enak banget lagi." ini kenyataan masakan ibu paling enak diseluruh dunia *kau juga pasti akan bilang bahwa masakan ibumu yang enak,semua anak seperti itu*

"Ohh iya zay,kamu kan udah besar,ibu harap,kamu bisa jaga diri baik-baik ya,buat ibu,ayah,dan adik bangga dengan prestasi yang kamu raih,dan jadilah orang sukses di masa depan." aku cukup sedih mendengar kata ayah dan adik

"Ohh iya,ibu besok mau ke tempat ayah sama adek ya."
Lanjut ibu

"Iya bu,maafin Zayna kalo selama ini Zay selalu nyusahin ibu,buat ibu capek,maafin zay ya bu,aku sayang ibu." aku langsung memeluk ibu,dan ibu membalas pelukanku dengan hangat,lalu ibu mencium keningku.

*****
Jam 10 malam

Seperti biasa,aku sekarang sudah berada di luar rumah,sepanjang jalan aku berpikir,rumah Frieska berada di komplek,namun letak rumahnya di ujung blok G,dan sudah pasti rumah di komplek itu ada cctv,bagaimana cara ku mengatasinya?

Ahh aku baru ingat,monitor cctv umum biasanya terletak di pos satpam komplek,untuk itu,aku harus melumpuhkan para satpam kurus yang ada disana,untung saja pos satpam nya masih sederhana,jadi kecil kemungkinan kalau aku akan tertangkap.

Aku memakai pakaian yang sama seperti saat aku membunuh Fatur. Namun tambahannya kali ini aku memakai masker agar aku tidak ketahuan.

Aku mengendap-endap masuk ke pos satpam dan menghajar dua satpam yang sedang berjaga,sebentar saja aku langsung bisa melumpuhkan para satpam sialan ini,lalu aku mematikan semua kamera cctv yang ada di blok G.

Setelah semua selesai,aku langsung menuju rumah Frieska.

Nampaknya rumah ini sepi,tidak ada tanda kehidupan,maksudku semua orang dirumah ini sudah tertidur.

Aku mencoba membobol rumah ini dengan sepen lidi milikku. Aku terlalu mahir untuk hal ini.

Tak sampai 3 menit aku sudah membuka rumah besar ini. Sekarang aku tinggal mencari dimana keberadaan Frieska.

Aku menaiki lantai 2,dan sepertinya aku menemukan kamar Frieska,karena dipintu kamar tersebut tertulis namanya. Pintunya tidak terkunci,ohh terima kasih Frieska,kau memang ingin mati malam ini.

Aku mengambil handphone milik Frieska dan menyimpannya,lalu aku men-cek seluruh kamar Frieska,ternyata ada handycam yang frieska pasang agar orang dirumahnya tau apa yang terjadi dengannya,lalu aku mematikan handycam tersebut dan mencabut kartu memorinya.

Tiba-tiba Frieska terbangun...

"Hai Frieska,siap untuk bermain dengan ku?" tanya ku sambil menyeringai dibalik masker ku

*****
Iyaakk hollaaa lagiii 😄

Saya bakalan sering update kalo vomments nya lebih dari part yang kemaren ya👍👍

Terima kasih sudah membaca dan memberi suara

"Jangan selalu merasa benar,kalo lo gak mau disalahin!"

Zquad💙💙



RevengeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang