Bora adalah seorang gadis SMA yang tinggal di pinggiran kota Jakarta bersama kedua orangtua dan adik laki-lakinya. Bora berasal dari keluarga yang kurang mampu sehingga mengharuskan Bora untuk bekerja setiap sepulang sekolah. Namun walaupun begitu, Bora adalah anak yang rajin dan pintar. Karena itu lah Bora mendapat beasiswa di salah satu sekolah elite di Jakarta.
Di SMA nya, Bora tidak memiliki banyak teman. Dia hanya memiliki seorang teman dekat bernama Lia. Maklum, mayoritas murid di sekolah itu adalah anak orang kaya sehingga mereka memilih untuk berteman dengan anak yang setingkat dengan mereka. Apalagi, Bora harus bekerja setiap sepulang sekolah sehingga membuatnya semakin sulit beradaptasi.
Di kelas, Bora termasuk anak yang pendiam. Sangat berbeda dengan teman-temannya. Leo misalnya. Leo adalah anak periang yang suka mencairkan suasana di dalam kelas. Ada Jun yang suka bermain game. Ada juga Hara, gadis paling populer di sekolah. Tak lupa Mark yang suka membuat vlog kapan pun dan dimana pun ia berada.
Pagi itu, Bora berangkat ke sekolah seperti biasa dengan menggunakan sepeda pancalnya. Sesampainya di sekolah, Bora langsung menuju kelas untuk mengikuti pelajaran.
"Bora, kau tak lupa membawa baju olahraga kan ?" Tanya Lia. Kebetulan, mata pelajaran pertama hari itu adalah olahraga.
"Tidak, tapi tadi hampir saja tertinggal." Jawab Bora.
"Benarkah ? Untung saja sekarang kau membawanya." Balas Lia dengan ekspresi lega di wajahnya.
"Mengapa memangnya jika aku tak membawa baju ? ekspresimu sunggu berlebihan." Tanya Bora dengan heran.
"Kau lupa ya ? kita akan dihukum membersihkan ruang kesenian jika tidak membawa baju olahraga." Jawab Lia.
"Semuanya, segera bergegas ganti baju dan menuju lapangan !" Sela ketua kelas memotong pembicaraan mereka.
"Segera ! pak guru telah menunggu di lapangan." Tambahnya. Bora dan teman-temannya pun segera berganti baju dan menuju lapangan.
"Ah, aku melupakan botol minunmku." Kata Bora saat mereka telah sampai di lapangan.
"Aku akan kembali ke kelas dan mengambilnya." Serunya lagi seraya berlari.
"Cepat ! sebentar lagi pelajarannya akan dimulai ." Teriak Lia sambil melirik jam di tangan kanannya.
Setibanya di kelas, Bora langsung meraih botol minumnya dan segera kembali ke lapangan. Pelajaran olahraga hari ini adalah senam gymnastik. Setelah selesai, Bora dan Lia pergi ke kantin untuk membeli makanan
"Aduh, badan ku pegal-pegal semua nih." Keluh Lia sambil memegang pinggang nya.
"Itu karena kau tidak pernah berolahraga." Jawab Bora sambil mengibas-ngibaskan bajunya yang penuh dengan keringat.
"Enak saja, aku selalu berolahraga tau !" Balas Lia dengan nada yang sedikit meninggi.
"Iyaa...iyaa... aku tau, kau selalu berolahraga." Sahut Bora dengan nada mengejek. Setelah selesai membeli mereka pun kembali ke kelas.
"Dimana dompetku ? Aku tak dapat menemukannya dimanapun." Itu adalah kalimat pertama yang mereka dengar ketika memasuki kelas.
Suasana kelas sedikit tegang. Hara terlihat sedang membongkar isi tasnya dengan panik. Tampaknya, dia kehilangan dompetnya.
"Mungkin kau lupa membawanya." Sahut Jessi dengan tetap fokus membaca bukunya.
"Tidak ! Jelas-jelas dompet ku masih ada di dalam tas sebelum olahraga." Kata Hara dengan panik.
"Hmmm... kalau begitu, kau kehilangan dompetmu saat olahraga." Sahut Jessi. Kali ini, pandangannya sudah tak fokus dengan bukunya. Dia mulai tertarik dengan masalah ini.
