Bad Moment

55 7 0
                                    

Alvaro mengendarai skuter matic masuk kedalam halaman rumahnya.

"Ahh... gagal lagi gagal lagi.." teriak Alvaro dengan emosinya yang ketika itu sedang memarkirkan skuternya.

"Lo kenapa Al..? Kesambet lo?" Tanya bagas sambil bermain basket didepan rumah Alvaro.

"Tau ah.. kesel gue" Alvaro membuka helmnya lalu masuk kedalam rumah.

"Kesel kenapa sob?" Bagas mengikutinya masuk kedalam rumah.
"Biar gue tebak,, pasti lo abis ditolak lagi" bagas melempar bola basket ke Alvaro. "Gue hampir aja jadian sama Nindi, kalo nggak ada cewe sialan itu" Alvaro menangkap bola lalu merebahkan badannya ke sofa panjang di ruang keluarga.

"Cewe siapa? Jangan bilang lo nembak dua cewe sekaligus" bagas berjalan ke ke dapur mengambil minuman dari dalam kulkas. "Parah lo!" Lanjutnya sambil membuka kulkas.

"Sok tau lo"

"Lah terus?" Bagas mengerutkan kening.

"Tadi pas gue mau nembak Nindi di cafe, gak sengaja ada balon yang dipasang sama cewe jatuh ke es krimnya Nindi.." Alvaro bangkit lalu menangkap minuman kaleng yang dilempar Bagas, "balonnya pecah, es krimnya tehambur kena muka sama bajunya Nindi" lanjutnya sambil membuka kaleng.

"Hahaha.. Al.. Al.. pasti Nindi langsung ngambek dan lo gak jadi nembak, ya kan?" Bagas membuka kaleng sambil berjalan ke sofa sebrang Alvaro. "Kasian banget sih lo, dasar jones!!" Cekikikan mengejek Alvaro.

"Kalo aja gak ada cewe itu, pasti gue udah jadian"

"Udah lah, terima aja takdir lo jadi jones" bagas tambah mengejek.
"Ah elo, udah tau temen kesel juga bukannya ngehibur malah ngeledek aja bisanya" Alvaro meneguk minuman seperti orang kehausan.

"Btw, cewe yang jatuhin balon itu siapa?"

"Ya mana gue tau.." jawabnya ketus "pelayan baru kali" lanjut Alvaro

"Al.. mama pergi dulu ya.." mama Alvaro berjalan melewati mereka berdua menuju halaman.

"Mau kemana ma..?"

"Mau pergi arisan sebentar, sama temen mama" mamanya membalikkan badan. "Kamu jangan lupa kasih makan ikan ya! Udah pada kurus tuh jarang kamu kasih makan".

"Iya ma.."

"Kalo pulang jangan lupa bawa makanan ya tante.." sahut Bagas sambil tersenyum meringis. "Makanan aja pikiran lo" Alvaro melempar kacang yang ada di meja ke arah bagas.

Mama Alvaro hanya tersenyum melihat mereka kemudian berjalan menuju mobil.

"Buseeett.. ini ikan pada kurus-kurus amat yak. Jarang lo kasih makan Al?" Bagas keheranan melihat ikan-ikan milik keluarganya Alvaro.
"Lebay lo ah.." Alvaro menaburkan makanan ikan kedalam aquarium.
"Hehe.." Bagas cekikikan.

***

"MAMPUS GUE..." teriak Alvaro melihat jam dinding dikamarnya. Jam menunjukan pukul 10.00 pagi, sedangkan ia ada mata kuliah sedari jam 09.00 tadi. Alvaro lompat dari tempat tidurnya dan mengganti pakaian.

"Ma.. Al berangkat dulu.."

"Loh gak sarapan dulu?" Mamanya memegang sapu sedang membersihkan dapur. "Itu rambut kamu kenapa kumal gitu? kok bau banget sih, kamu belum mandi ya?" Lanjut mamanya sambil menutup hidung.

"Gak sempat ma.. Al udah telat ini" Alvaro mencium tangan mamanya.

"Jangan lupa makan ya nanti sayaaang!" Teriak mamanya yang melihat Al seperti di kejar setan.

BALON CANTIKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang