Segovia,
Tepatnya di salah satu bagian kota spanyol yang membawa Luna mendapatkan beasiswa yang di inginkannya. Ini adalah impian Luna sejak kecil yaitu sekolah di luar negri, meskipun awalnya di tentang oleh bunda namun Luna tidak patah semangat, ia terus meyakini ibunya bahwa dirinya mampu mendapatkan beasiswa itu. Dan pada akhirnya bunda Luna luluh dan mengijinkan anak sulungnya itu pergi untuk mengejar cita – cita nya. Tidak ada seorang ibu yang menghalangi anaknya untuk mengejar apa yang ia inginkan dalam hal positif, apalagi Luna yang berniat untuk belajar dan mendapatkan pengetahuan yang lebih luas disana.
Namun ada satu lagi kendala yang dialami oleh Luna, kini ia menjalankan hubungan jarak jauh dengan kekasihnya atau yang disebut long distance relationship. Khalil dan Luna, Mereka sudah 2 tahun bersama dan menerima keputusan dimana mereka harus menjalani hubungan seperti ini. Seperti di awal mereka sulit menerima keputusan ini, bahkan didalam hati kecil mereka ada sepintas untuk mengakhiri hubunngan karena mereka tidak sepenuh hati yakin untuk menjalankannya, bayangkan saja Indonesia – spanyol memiliki waktu yang berbeda dan jarak yang begitu jauh, lalu apakah mereka mampu untuk menjalankannya? Namun setelah mereka berbicara dengan serius akhirnya masing – masing saling meyakinkan diri untuk percaya satu sama lain.
Segovia, 23 Agustus 2015
Ini adalah hari pertama dimana Luna menginjakkan kakinya di Segovia. Luna terpukau dengan bangunan bangunan indah yang dilihatnya. Dirinya membayangkan jika keluarganya termasuk Khalil berlibur ke Segovia mungkin akan menyenangkan, apalagi banyak tempat – tempat romantis untuk dirinya dan Khalil. 'udah kangen aja sama khalil' suara hati kecil Luna mengeluh, ia mengingat saat – saat bersama Khalil.
Sesampainya di kost, Luna disambut oleh seorang wanita paruh baya. Ia tahu bahwa wanita itu adalah pemilik kost yang akan Luna tempati. "hola me llamo aleece, encantanda "Luna"?" sejujurnya luna tidak begitu fasih berbahasa spanyol, "yes, I'm luna but I cant speak Spanish, sorry for that" wanita paruh baya itu tersenyum dan mengangguk, beliau paham bahwa tidak semua turis dapat berbahasa spanyol. "it's okay, I'm aleece. I'll tell you that your bedroom is on the 3rd floor of number 54 and this is your card" wanita itu memberikan sebuah kartu yang bisa dijadikan seperti kunci. "thankyou, Mrs. Aleece."
ia pun sampai di kamarnya, ruangannya tidak begitu kecil justru pas dengan gaya kost – kostan mahasiswa pada umumnya. Khalil is calling you... dengan segera Luna mengangkan video call dari kekasihnya.
"udah sampe?" tanya laki – laki yang ada didalam layar handphone Luna. "udah baru aja, tadi aku diajak ngomong bahasa spain tapi belum gitu ngerti lil malu pisan aku" meskipun sudah di negeri orang tetap saja logat sunda Luna tetap keluar, maklum orang tuanya keturunan sunda dan dirinya juga lahir di bandung. "terus kamu jawab apa? Paling juga yes-no-yes-no atau nggak hola-hola hahahaha" entah kenapa Khalil itu bisa membuat Luna tertawa lepas seperti kata kata yang keluar darinya barusan. "ih nggak lil enak aja emangnya kamu ditanyain bule malah kabur, tadi tuh ibu pemilik kost-an lil terus nyapa aku gitu namanya bu aleece udah tua tapi awet muda mukanya loh lil" Khalil manggut – manggut mendengarkan kekasihnya cerita tentang dirinya yang baru sampai di spanyol, entah apa Khalil merasakan rindu dan ingin merangkul kekasihnya itu, namun apa daya mereka sudah berkomitmen untuk melakukan hubungan ini dan mungkin saja ini adalah cobaan ceita cinta mereka dari tuhan supaya belajar untuk saling percaya.
Sejam berlalu pasangan itu masih berbagi cerita mereka masing – masing di balik layar. "udah dulu ya lil, aku capek belum ngasih tau bunda juga kalo udah bilang hehe nanti besok telepon lagi ya" Khalil kaget dengan barusan yang dikatakan oleh luna. "maneh belum ngasih tau bunda? Si bloon. Anak durhaka euy maneh" Luna lagi – lagi tertawa dengan tingkah laku Khalil yang menggemaskan. "nya maneh nelpon aing duluan, saha nu ngejadikeun aing anak durhaka?"
"hahaha udah sana kasih tau bunda dulu, aku yakin bunda pasti nunggu kabar dari kamu, dadah I Love you Lun" Luna tersenyum senang dengan keromantisan Khalil kepadanya. "iya lil, love you too" katanya sambil menyilangkan jari telunjuk dengan ibu jari yang berbentuk love ala – ala korea. Luna pun segera memberitahu bunda nya bahwa dia sudah berada di kost-annya.
"kamu udah nyampe? Gimana kost-nya enakeun teu?" tanya bundanya. "udah bun alhamdulilah enak kok bun, pemiliknya juga ramah sama Luna" bundanya menghela nafas bersyukur karena putrinya baik – baik saja. sebenarnya bunda Luna belum sepenuhnya melepaskan putrinya. "syukurlah, kamu jangan lupa shalat ya Lun, harus inget sama tuhan. Harus bisa jaga diri kamu disana, niat kamu belajar ya Lun jangan yang nggak – nggak, terus kalau nyari temen harus yang baik – baik kalau bisa orang Indonesia juga" yang namanya ibu pasti akan selalu memberitahu hal – hal yang baik kepada anaknya, apalagi seorang anak perempuan banyak yang mengatakan 'menjaga anak perempuan itu lebih dari sebuah berlian mahal'
"iya bun, aku selalu ingat apa kata kata bunda ke Luna, bunda tenang aja Luna bisa jaga diri disini dan insyaallah Luna akan memberikan yang terbaik buat bunda. Luna sayang bunda"

KAMU SEDANG MEMBACA
SEGOVIA
Teen FictionHati atau kesetiaan? Bagaimana bila dua kata itu berada dalam waktu yang sama namun berbeda untuk merasakannya?