Sweet Dream One : Sweet Dream

34 1 0
                                    

"ahh." kata gadis kecil yang terjatuh. Gadis kecil itu adalah Meidy. Tiba - tiba ada sesosok laki - laki kecil berbadan tegap mengulurkan tangannya "mari kubantu." . Meidy segera menggapai tangan lelaki itu namun ia heran karena ia tak dapat melihat muka si penolongnya. "namamu siapa?" tanya laki - laki kecil itu. "Meidy. kau?" "Leonardo Sanjaya." . Sosok laki - laki kecil itupun segera pergi dari hadapan Meidy setelah dia mengatakan namanya kepada Meidy dan sebelum Meidy mengucapkan kata terima kasih untuknya.

                                                                                           ***

Meidy segera terbangun dari tidurnya. 'lagi - lagi mimpi itu' gerutu Meidy dalam hati'siapa sih dia? dia selalu membuatku penasaran' tambah Meidy dalam hati.

Meidy melihat ke arah nakas tempat tidurnya. 03.00. 'kenapa mimpi itu selalu datang jam 3 pagi?' tanya Meidy dalam hati. 'ah, entahlah, mungkin mimpi itu memang sudah terjadwal untuk datang pada jam 3 pagi.' 

Meidy berusaha untuk kembali tidur, namun matanya tidak dapat diajak untuk berkompromi padahal di hari esok, ia masih harus sekolah.

Akhirnya Meidy memilih untuk pergi ke luar kamar, mengambil segelas air untuk membasahi tenggorokannya yang kering.

Setelah Meidy menenggak segalas air, ia kembali ke kamar dan mecoba untuk tidur. 5 menit kemudian, ia sudah kembali ke alam tidurnya.

                                                                                            ***

Tring.. tring.. Meidy segera terbangun karena bunyi alarmnya. 06.00. 'gawat, aku bisa telat ini.' batin Meidy. Meidy segera beranjak dari tempat tidurnya dan berlari ke kamar mandi. Setelah kurang lebih lima menit, dia keluar dari kamar mandi dan mengambil baju seragamnya di lemari pakaiannya.

"Meidy!! Cepetan, ntar lo gue tinggal kalo kelamaan." seru seorang cowok dari luar kamar Meidy. "iya, iya, bentaran, ini lagi make sepatu." balas Meidy dengan teriakan.

Segera Meidy keluar kamar dan menyambar tasnya yang tergeletak di atas tempat tidur dan menuju ke ruang makan dan mengambil setangkup roti untuk dimakannya di jalan.

"ayo kak, katanya pengen cepet - cepet." kata Meidy kepada cowok yang tadi berseru kepadanya dan ternyata dia adalah kakak Meidy yang bernama Vito. "oh, lo udah selese, ya udah kalo gitu, ayo!" jawab Vito. 'ih, dia aneh.' batin Meidy.

                                                                                          ***

Sesampainya Meidy di sekolah, tiba - tiba ada seorang cowok yang menghampiri dan merangkul pundak Meidy mesra. Dia adalah anak yang bisa dibilang populer di sekolah Meidy karena ketampanan dan kekayaannya, Geo. Banyak yang mengejar dia entah cewek atau cowok untuk menjadikannya pacar, tapi sayang hatinya sudah terlanjur dimiliki oleh Meidy seorang sejak ia bertemu dan berkenalan dengan Meidy. 

"beib, ntar siang ada acara, gak?" tanya Geo. "gak, emang kenapa?" jawab Meidy. "mau temenin aku gak? besok lusa adek sepupu aku ulang tahun, tapi aku belum beliin hadiah yang pas buat dia. mau ya, temenin aku? plis.. plis." kata Geo dengan memasang puppy eyesnya. "ih, selalu pake puppy eyes. oke deh, oke aku temenin." jawab Meidy yang disambut kekehan oleh Geo.

                                                                                        ***

Fisika. Huft.. fisika adalah musuh bebuyutan Meidy. Bukan hanya pelajarannya saja yang membuat Meidy membenci pelajaran fisika, tapi juga gurunya yang termasuk dalam kategori KILLER alias PEMBUNUH, ih, nyeremin ya. 

Usai pelajaran fisika, ada pengumuman dari interkom "berhubung para guru akan mengadakan rapat dadakan, siswa diperbolehkan pulang lebih awal atau bisa melaksanakan ekstrakurikuler yang harusnya diadakan nanti sore, karena nanti sore sekolah akan ditutup." "HORE!!!" terdengar teriakan dari penjuru kelas di ruang IPA XI-1. Meidy segera membereskan alat - alat tulisnya dan beranjak dari kelas tersebut untuk pergi ke kelas Geo IPA XI-3, tiba - tiba saja ada yang menabrak Meidy dari belakang dan membuat Meidy jatuh. "ahh." kata Meidy yang terjatuh. Tiba - tiba ada sesosok laki - laki berbadan tegap mengulurkan tangannya "maaf, mari kubantu." Meidy segera menggapai tangan lelaki itu "namamu siapa?" tanya laki - laki itu. "Meidy. kau?" "Leonardo Sanjaya." lalu dia pergi dari hadapanku. 'de javu' batin Meidy 'aduh, ini beneran de javu ya?'  tanya Meisy dalam hati.

tiba - tiba ada yana merangkul bahu Meidy. "hei, baib ngapain kamu di sini? jadikan nganterin aku beliin kado buat adek sepupu aku?" "jadi dong. kan aku udah bilang."

Meidy dan Geo pun segera pergi dari sekolah dan menuju ke Mall.

Tanpa menunggu lama Geo sudah mendapatkan hadiah yang pas untuk adek sepupunya. Boneka Monyet yang gedenya segede bayi gajah. Kenapa Geo ngebeliin adek sepupunya Boneka monyet? jawabannya adalah karena adek sepupu Geo itu manusia pecinta monyet, di rumahnya ada lima monyet. namanya kalo gak salah itu MonMon, MenMen, MunMun, MinMin, ManMan. Entah, di suka karena apa, padahal monyet itu usilnya minta ampun hih. Eh kenapa malah ngomongin monyet??

"beib, sekarang kita makan yuk!" "eh, bentar, aku mau pipis." "ya udah, yuk." "kamu mau kemana?" "loh, katanya mau pipis?" "oh, iya ya, eh tapi kamu ngapain ikut coba?" "aku cuman mau nganterin kamu ke toilet trus aku tunggu di depannya, gak mungkin lah aku ikut masuk."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 06, 2014 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Sweet DreamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang