Aku terus menolak rasa sampai akhirnya kini aku hanya bisa diam tanpa suara.
Air mata yang tak henti itu diluar kendali. Aku yang terus melamun dengan tatapan kosong pun seakan aku sukai. Ya, walau itu membawa ku kepada bahaya saat aku melakukannya ditengah jalan raya, misalnya.Kini kamu akan jarang lagi aku cari diantara jajaran orang orang berjas yang duduk dibarisan depan. Kini aku tak bisa lagi mencarimu diantara kerumunan barisan upacara yang tidak beraturan. Kini aku tidak akan lagi menjatuhkan bakso, jatuh tersandung atau meloncat kegirangan tak terkendali karena melihatmu, memang sangat memalukan.
Untukmu, yang kini mengumbar ngumbar dengan bangga manusia yang bersamamu itu, tenang, aku tak akan ganggu.
Tapi aku masih mengagumimu. Tatapanmu yang beku, dan senyummu yang melelehkannya. Pemikiranmu yang terbuka, aku suka.

KAMU SEDANG MEMBACA
The unspoken
PoetryUntuk orang-orang yang pernah atau bahkan selalu melengkapi kepingan kosong dalam fase hidupku