"Oh benarkah?"kata bu Arina kaget
"Maafkan ibu Lian,Ibu tidak tau"lanjutnya
Lian hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum seakan berucap "tidak apa-apa"
"Sekali lagi maafkan ibu yah Lian"kata bu Arina-lagi-
Lian pun tersenyum lagi kepada Bu Arina dan kembali duduk
"Oke sekarang yang disebelah Lian silahkan perkenalkan dirimu"
Hanif pu segera berdiri dan mulai berbicara
"Perkenalkan Nama saya Rayhan Hanif Fauzy ,biasa di panggil Hanif,salam kenal" setelah itu Hanif langsung duduk kembali
"Oh Hanif nama yang bagus,sekarang dilanjutkan kepada laki-laki di bangku barisan paling depan"
-Pulang Sekolah-
"Hei,Lian kau yakin tidak ingin diantar pulang?"tanya Nini kepada Lian
"Tidak usah Nini lebih baik aku naik bus saja"jawab Lian yg tentu saja dengan memakai notebook kecil nya
"Oh ayolah Lian biarkan kami mengantarmu sekali saja,dari SMP kau selalu menolak saat kami berniat menemani mu pulang"kata Nini yang ingin sekali mengantar Lian pulang
dan lagi-lagi Lian menjawab dengan jawaban yang hampir sama "aku tidak apa-apa Nini kau pulang lah,dan aku juga akan pulang,oke?"
"Baiklah jika kau bersikeras sayang,sampai jumpa besok dan jaga dirimu oke?byee"jawab Nini yang akhirnya menyerah
Lian merespon dengan menganggukkan kepala dan melambaikan tangan sambil tersenyum,seolah berkata 'baiklah Nini,byee'
Lian pun berjalan kearah halte bus,tak lama kemudian bus yang ditunggu pun datang,Lian yang tergesa-gesa ingin naik ke bus tiba-tiba terpeleset dan...
"Eh,kok nggak sakit"kata Lian dalam hati
"Hei bukalah matamu"
Lian yang merasa kenal dengan suara -yang menyuruhnya untuk membuka mata- pun mulai membuka matanya,saat Lian membuka matanya dia langsung terbelalak dan spontan bangun dari pelukan Lelaki yang ternyata Hanif yang tidak sengaja menolongnya,dengan tergesa-gesa Lian langsung mengetikkan sesuatu di Handphone nya dan memperlihatkannya kepada Hanif "MAAF,MAAFKAN AKU HANIF"
"sudah tidak apa-apa,apa kau ingin naik?"tanya Hanif,Lian menganggukkan kepala "Kalau begitu naiklah,aku juga ingin naik,bagaimana aku bisa naik bila kau tetap berdiri di pintu" Lian yang mendengar perkataan Hanif langsung spontan naik kedalam bus,tetapi tak lama ia dan Hanif naik Lian tiba-tiba saja berhenti
"Kenapa berhenti?"tanya Hanif
To be continue
-Author notes
*Disini Lian kalo nggak pke notebook dia biasanya pake handphone untuk komunikasi sama orang lain*
Gimana chap ini manteman?
Jangan Lupa vote yah😉😇
KAMU SEDANG MEMBACA
DIFFERENT
Romance"Ini adalah Kehidupanku,kisahku,dan ceritaku,yang penuh dengan berbagai realita" -Lian-
