Cuma mau mengeluarkan opini sendiri jadi jangan ada yang baper apalagi marah-marah gak jelas kalau merasa tersindir😂
berbeda itu indah kawan.
Jangan paksa pendapatku sama dengan kamu 😜
Akhir-akhir ini gue sering heran. Terkadang gue sebagai pembaca suka bingung sama Author (Oknum ya, bukan semua Author). Bingung mau gimana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ketika kita sider, dia malah marah. Tapi kalo pembacanya sedikit, dia juga malah meratapi nasib kalo karyanya dia jelek. Aneh emang. Mending kita baca toh, walau sider 😩
Banyak banget orang yang benci sama Siders. Yah wajar sih emang. Secara, orang capek-capek buat ini-itu, dia tinggal baca gratis, tinggal enak deh. Timbang vote dan komen doang kayaknya jarinya berat banget. Bisa dipahami kenapa banyak author yang kesel.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tapi kok gue liat sider itu kayak dosa besar BANGET gitu lho.
Sering banget gue baca kata-kata gini, ‘Sider jauh-jauh, deh!’ terus gue juga pernah baca, ‘kalau kalian termasuk sekelompok orang yang tidak tahu malu seperti plagiator, atau sider, harap tinggalkan tempat ini!’
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Itu juga kasarnya belum seberapa. Gue pernah baca yang lebih kasar dari itu mengenai si siders ini. Tapi kagak usah ditulis lah ya… cukup dikenang aja.
Secara tidak langsung, sider nambahin view kita, lho. Jadi, jangan dimarahin, kasian. Bukan cuma author yang punya perasaan. Sider juga punya perasaan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mungkin aja cerita kita menurut mereka masih belum terlalu layak untuk dikomen. Mungkin mereka juga pengguna baru wattpad, jadi gak paham cara komen. Atau bisa jadi mereka bukan siders, melainkan orang-orang yang salah pencet judul. Sekali aja kepencet kan view kita terus bertambah.
Oke, mungkin kalau itu kepencet, gak bakalan sebanyak itu. Tapi siapa tau aja mereka itu orang yang emang sengaja baca, tapi sampe ditengah ada sesuatu yang tidak diinginkan (?) kayak mereka bosan bacanya, trus langsung di-close tanpa mau tau apa-apa lagi, atau tiba-tiba media membacanya mati. Terus waktu udah hidup lagi mereka buka lagi itu postingan (bisa jadi kan?).
Atau mungkin, itu adalah orang yang udah komen, terus mereka buka postingan kita berkali-kali, saking sukanya sama tuh postingan (yang ini gue paling sering!).
Oke cukup bahas sider.
Aku tobat jadi sider. Aku mau komen. Aku mau ngasih kritik.
"Menurut aku, cerita kakak ga guna. Bikin bosen."
Selang beberapa menit, komenan itu diserbu sama yang punya lapak dan pasukan-pasukannya.
Lagi musim banget ya ngerahin pasukan buat mojokin orang? Gue Cuma nanya doang, jangan marah. CUMA NANYA.
Gue ga ngebela siapa-siapa. Pembaca itu juga salah, komenannya keterlaluan. Tapi yang punya lapak juga ga harus keroyokan, 'kan? Kasih tahu kalau gue salah. Ingetin.
Jadi pembaca bener-bener serba salah.
Pernah gue baca di salah satu lapak, sebut saja lapak anu, kata si anu kalo ada komen/kritik kasar, balas aja 'HAHAHA', dia itu bijak banget kalo ngasih saran tentang kepenulisan hehe
eh pas ada yang komen ngasih kritik di lapak anu, dia langsung marah-marah, Woy! Dia ngerahin pengikutnya buat nyerbu si kritikus itu wkwk
Manusia memang ga ada yang sempurna.
Dikomen "Next", kena semprot. Katanya baru juga di update, tapi udah minta next. Padahal maksud Reader bukan next saat itu juga. Itu sebagai kata-kata penyemangat. Gak semua orang bisa ngetik kalimat penyemangat panjang-panjang kan?
Bener-bener serba salah.
Jadi intinya, sebel sih boleh. Tapi alangkah baiknya untuk tidak terlalu berlebihan, right? DAN, INTI DARI INTINYA ADALAH, aku buat postingan ini Cuma pingin ngasih opini kok. Bukan perang. Sumpaaah!! PEACE!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Udehhh. Bersyukur ajeeee lapak lo ada yang baca. Bersyukur aje ada yang komen. Daripada cerita lo sepi dan gak ada yang baca. Kalau ada komen yang menyakitkan, senyumin aja. Dapat pahala kan? 😂
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.