Cuma mau mengeluarkan opini sendiri jadi jangan ada yang baper apalagi marah-marah gak jelas kalau merasa tersindir😂
berbeda itu indah kawan.
Jangan paksa pendapatku sama dengan kamu 😜
Ada yang kangen? Atau malah ada yang batal happy, karena kami kembali dari rehat sejenak? 😂
Kemana aja selama ini?
WP terlalu berisik. Terlalu banyak orang yang baper. Terlalu banyak drama yang makin menjadi-jadi. Sampe ada war di lapak ini. A vs B Jadi mundur sejenak dari medan perang 😂 karena terlalu berisik. 😂
Eh tapi kaget juga gue, pihak B pada menghilang... Sementara pihak A akunnya masih utuh. Akun-akun itu benar-benar Lenyap... Di telan bumi... Menghilang... Kalau itu the power apa ya? Power pasukan ninja-ninja an?? 😂
Udah ah. Nanti perang lagi disini. 😂
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sekarang gue mau bahas tentang The power of reader.
Why?
Karena penulis dan pembaca memiliki hubungan yang bisa menjadi saling menguntungkan.
Karya penulis dibaca oleh pembaca... semakin banyak reader yang baca maka view worknya makin banyak. Karyanya semakin dikenal banyak orang, maka karyanya MUNGKIN bakal dilirik penerbit. Reader banyak maka yang beli novelnya mungkin bakalan lebih banyak...
Bahkan tidak jarang reader yang bantu promote novel tuh author di akun sosial media miliknya. Alhasil promote gratiskan? Apalagi jika follower reader itu banyak dan dia seorang influencer.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bahkan gue nemu peristiwa dimana reader nyamperin cast tuh novel demi author tersayangnya. Readernya mengusahakan tuh author bisa video call an dengan cast novelnya.
Wow amazing!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tapi apa yang terjadi jika sebaliknya?
Karena imej penulis itu jelek (seperti yang sudah dijelaskan di bab resiko author pemes) . Haters nya banyak. Omongannya kasar. Tidak terima kritik. Nyerang pembaca. Too much drama. Menyebarkan kebencian.
1. Reader unfollow dan hapus semua work kamu dari library nya.
Oke mungkin kita gak anggap karna dia cuma satu akun. Tapi kalo dia cerita ke temennya? Dia pengaruhi orang lain. Gimana?
Atau jangan-jangan yang punya persepsi yang sama dengan dia ternyata banyak. Dan yang melakukan hal itu banyak. Jadinya kan rugi yak.
Tapi menurutku sih... Kalo seorang author gak bisa menghargai satu orang pembaca, maka mustahil dia akan menghargai jutaan pembaca.
Dia hanya ingin diagung-agungkan... Sombong...
2. Reader akan malas beli novel kamu.
Oke view nya banyak. Tapi pas terbit yang beli dikit. Kan nyesek yah 😂 🔪🔪🔪🔪
Pas liat nama tuh author di rak gramedia, jadi males... terus ternyata dia disitu sama temennya, lalu cerita tentang penilaian dia tentang tuh author ke temennya. Kehilangan market berapa orang tuh?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jangan remehkan seorang reader satu biji pun. Karena kita gak tau social networknya seperti apa. Bisa aja dia seorang pentolan di kelasnya. Atau dia selebgram. Atau dia youtuber. Atau friendsnya banyak. Atau dia populer.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kalo dia bikin postingan buruk tentang mu dan karya kamu,.............
Tau kan dampaknya? Gak perlu dijelaskan. Kebayangkan?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.