#50 Dokter yang gak gue ketahui namanya

187 5 0
                                        

Yeay setelah penantian panjang, melewati gurun, bukit dan lembah, terlaksana juga update cerita baru. Btw, buat silent readers jangan kopet vote dong biar acu merasa kehadiran acu berarti untukmu❤

28 November 2017

Pagi menjelang siang ini, gue menemani nenek gue yang masuk IGD karna gangguan pencernaan. Gue berdiri selama beberapa menit (mungkin juga untuk beberapa jam ke depan) karna disini gak ada kursi. Demi apapun gak ada kursi ya tuhan! Pegel dah kaki gue pegel!

Percaya gak percaya, kepegalan kaki ini sedikit gak berasa. Karna dokter yang jaga itu cogan. Mungkin agak gak pantes dipanggil cogan, karna cogan terdengar terlalu muda buat beliau (anjay beliau). Dokter ini, yang gak gue ketahui namanya itu tampan meski pake masker dan sedikit rupawan jika sedang menunduk sehingga memberi kesan misterius *idih.

Serius, dokter yang gak gue ketahui namanya itu cukup mencuri perhatian gue sewaktu gue pertama kali masuk IGD. Selama lima detik pandangan gue terkunci pada wajahnya yang tampan bak lee min hoo (oke ini lebay). Gue memandangnya seakan gak ada hari esok, sembari dalam batin berkata "persunting aku, mas."

Tolong jangan hakimi gue. Survei membuktikan bahwa 8 dari 10 cewek yang tidak sengaja melihat cogan akan memandangnya kurang lebih 5 detik. Lalu setelahnya hanya curi-curi pandang. Loh, yang 2 orang kok gak ngelirik? Hanya ada dua alasan; satu, lagi gandengan sama pacarnya; dua, pacarnya lebih ganteng.

Dulu, gue gak pernah pilih-pilih cowok yang bakal jadi pacar gue. Seperti berondong contohnya. Meskipun berondong tapi kalo cogan tetep gue sikat. Nah, sekarang gue mikir 2 kali coy! Karna sekarang, gue doyan yang lebih dewasa umurnya. Pertama, biasanya gue lebih tertarik sama yang udah kerja. Why? Ya karna mereka udah berprofesi, dan pasti udah punya gaji (jangan anggap gue matre plis beud) Hmmm. Kedua, karna seiring berjalannya waktu, cewek lebih cepet tua daripada cowok (berdasarkan bukti akurat). Kalo misalkan gue sama berondong, nanti pas udah hari tua. Gue udah peyot ngurusin anak, eh dia malah main selimut tetangga. Mau lo? Gue sih ogah! Amit-amit! *ketawa setan*

Tau gak?

Gak tau ya?

Wleee :p

Sekarang, dokter yang gak gue ketahui namanya itu, udah buka maskernya loh. Lucu deh, kumisnya tipis gitu. Mulai sekarang kita ganti nama panggilannya menjadi dokter kumis tipis. Lalu dia berdiri, eh anjay tinggi! Mirip.... artis muda siapa gitu namanya, mirip..... *buka instagram* *1 menit* KETEMU! Mirip Teuku Rasya tapi ini versi dewasa.

*5 menit kemudian*

"Ayaaah..." seorang anak lelaki tampan kira-kira berumur 3 tahun berteriak sambil berlari ke dalam IGD menghampiri seseo- eh bentar, LAH? Anak lelaki itu menghampiri dokter kumis tipis kesayangan gue.

Jangan-jangan ana- TIDAK! Garela gue.

Lalu, sang dokter berdiri dan terheran, "Loh, anak ayah kok kesini? Gak boleh, nak," sembari mengangkatnya untuk di gendong, mengelus sayang puncak kepala anak lelaki tersebut sambil membawanya keluar. Gue pun mengikutinya.

Potek hati acu, mas

Tiba-tiba datanglah seorang wanita berbaju gamis berwarna pink dan memakai masker, dengan sebuah paper bag di tangan kirinya menghampiri mereka; dokter dan anaknya.

"Loh, bunda kok kesini? Ini kenapa juga Adnan lari-larian langsung masuk IGD? Kamu juga kenapa lari-lari gitu, udah tau ada dedek di dalam sini," ucap dokter itu dengan kesal namun sembari mengelus lembut perut wanita yang dipanggil bunda tak lain dan tak bukan berarti istrinya.

Uuuh, so sweet bangeeet! Kapan gue punya suami kek gitu ya tuhan :(

Lalu, si wanita tersebut membuka maskernya, HAH? DEMI BULAN, BINTANG, BUMI DAN SEGALANYA YANG ALLAH CIPTAKAN, DEMI APA KALAU WANITA ITU GUE!!! GUE VERSI DEWASA! SERIUS! SATU YANG GUE HERAN, GUE CANTIK BANGET PAS UDAH DEWASA GITU. HAHA.

Si wanita itu, yang berwujud gue versi dewasa memberenggut, bibirnya mencebik kesal, "Adnan larinya kenceng banget, bunda gakuat ngejar. Jadi kalah deh," ujarnya.

"Adan can cuat cepelti ayah," sambil mengangkat kedua tangannya keatas seperti para pria yang ingin memperlihatkan otot.

"Bunda, jangan mengalihkan pembicaraan. Jawab pertanyaan ayah."

"Emangnya gak boleh bunda sama Adnan pengen kesini? Kan kasian dedek pengen makan siang sama ayah dan kakaknya di rumah sakit. Ya kan dek?" ujar gue dewasa dengan suara merajuk manja pada sang suami sembari mengelus lembut perutnya yang sudah menonjol besar dengan tangan kanannya meminta pembelaan pada sang jabang bayi yang masih di kandungan.

"Iya, iya, sayang. Yaudah, yuk, kita ke ruangan ayah," sambil menggandeng lembut lengan sang istri yang tengah hamil besar menuju ruangannya. Yang jelas bukan di dalam IGD.

"Kamu bawa apa bun?" tanya sang dokter melihat paper bag di tangan gue dewasa.

"Oh ini?" tanya gue dewasa sambil mengacungkan paper bag tersebut ke atas.

Sang dokter mengangguk.

"Makanan kesukaan Ayah sama Adnan," jawab gue dewasa sambil tersenyum hangat.

"Terimakasih istriku tercinta," bisik sang dokter tepat di telinga gue dewasa.

Blush~ pipi gue merah! Padahal bukan gue yang digoda.

"Ya ya cayang," jawab Adnan meniru ucapan sang ayah.

Lalu mereka bertiga pun tertawa bersama.

Berempat deng, termasuk gue.

Indahnya keluarga bahagia~

Lalu tiba-tiba langit di luar berubah menjadi sangat sangat sangat terang hingga bisa membutakan mata siapa saja yang melihatnya.

Gue segera beristighfar sebanyak-banyaknya.

Jangan-jangan ini kiamat!

Tidaaak!!!

"ASTAGFIRULLAH AMPUNI DOSA-DOSAKU YA ALLAH."

Lalu gue dengar sayup-sayup seseorang memanggil gue lembut berulang-ulang.

"Teh."

"Teh."

"Teh."

Terus menerus, kali ini ditambah dengan guncangan keras di lengan gue.

"Teh!"

Loh, kok kenal? Kayak suara..... MAMA?!

Gue pun membuka mata dengan perlahan, bau obat-obatan langsung menusuk rongga hidung. Dan pada akhirnya nyawa gue pulih dengan sempurna seiring bisikan tajam milik mama, "kamu tuh ya, malah tidur di IGD. Biasanya juga paling anti bau rumah sakit, sekarang malah tidur nyenyak sambil berdiri!"

"Hah?"

"Hah, huh, hah, pala kamu peyang. Cepet cuci muka sana!"

Iya. Ternyata gue cuma mimpi.

 Ternyata gue cuma mimpi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




My RandomCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang