#3

630 35 1
                                    

Beberapa hari setelah kejadian hari itu.
sakura masuk sekolah dengan muka yang pucat.
"saku-chan?" merasa namanya di panggil sakura menoleh ia melihat ino dan hinata yang tengah menatapnya khawatir.

"tenanglah aku tidak apa, mungkin hanya sedikit kurang tidur" jawab sakura tak lama kemudian rasa mual kini melandanya, ia cepat-cepat menuju ke tolet untuk memuntahkan isi perutnya.

Hoek.... Hoek....

"kau kenapa forehead?"

"aku tidak apa-apa ino"

"tapi kau sepertinya lagi tidak enak badan, sebaiknya kau tidak usah mengikuti pelajaran kaka-sensei biar aku yang akan mengizinkan mu"

"benar yang di katakan ino-chan, sebaiknya saku-chan istirahat saja di uks"

"baiklah" bukanya ke uks sakura malah pergi ke taman.

Di taman...

Sakura sedang duduk di salah satu bangku kosong.
Ia melamuni bagaimana  nasibnya dan 'anaknya' kelak.
"bagaimana ini?, apa sebaiknya aku pergi dari kota ini dan membesarkan anakku di sana" tanyanya entah kepada siapa.
"nak, ibu berjanji akan menjagamu lebih dari apapun" ujarnya kepada calon anaknya.
Dan tanpa ia sadari seseorang tengah mengawasinya, pemuda itu merasa bersalah ia akan berjanji akan mempertanggung jawabkan perbuatanya.

The Most Beautiful MistakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang