Dear heart....
Get well soon
.
.
.
.
.
.
(Mulmed nya sambil diputar)
Ternyata berpisah bukan menjadi jalan yang lebih baik. Entah kamu ataupun chanyeol kalian berdua sama-sama sakit.
Tiga hari berlalu saat kamu memutuskan untuk berpisah dengan laki-laki brengsek itu tidak merubah apapun.
Yang kamu lakukan hanya duduk di dekat jendela, memandang indahnya kota seoul. Banyak orang tertawa dibawah sana menikmati liburan dengan pasangannya di tahun baru.
Kamu menghela nafas. Tiga hari ini kamu hanya makan seadanya. Mie instan dan soda. Kalau sampai chanyeol tau mungkin dia bakal ngamuk.
Hhh. Lagi-lagi chanyeol datang kepikiranmu. Laki-laki itu bener-bener punya peran penting di hidup kamu.
Sejak tiga hari yang lalu kamu udah berubah jadi mayat hidup. Tubuh kurus dengan mata hitam. Kamu bahkan gak mau liat ke cermin.
Drtt...drtt...
Kamu melirik nakas tempat hp mu tergeletak. Dengan gontai kamu berjalan ke arah nakas mengambil hpmu.
Disitu bertuliskan 'mom' itu tandanya mama mu menelpon. Kamu duduk di ranjang sambil mengangkat panggilannya.
"Hallo ma?"
"Kamu ganti kata sandi? Ini mama gak bisa masuk!"
"Kata sandinya yang dulu cuman akhirnya tambah 123"
"Oh yaudah mama masuk ya"
"Hmmm"
Kamu menutup panggilan itu. Hari ini hari senin itu tandanya hari mama berkunjung ke apartemenmu.
"Y/N" teriak mama memanggilmu.
"Aku dikamar ma" kamu balas berteriak meski dengan suara kecil. Kemudian pintu kamarmu terbuka.
"Apartemen kamu berantakan banget sih. Cewek kok jorok" omel mama yang baru masuk. Kamu gak ngejawab mama karena terlalu lemes.
"Kamu diem aja. Kamu sakit ya? Kok jadi kurus sih? Mata kamu juga item gitu bawahnya? Kamu kenapa kok gak bilang mama?"
Lagi-lagi kamu gak jawab pertanyaan mama yang bertubi-tubi. Kamu hanya menatap mama sambil senyum.
"Aku gapapa cuman lemes belum makan" katamu agar mama gak khawatir.
"Yaudah tunggu ya mama masakin bubur dulu" mama mengecup keningmu sebelum keluar.
Setelah mama keluar kamu cuman diem dikasur sambil memandangi ponselmu yang wallpapernya foto chanyeol.
Kamu senyum ngeliat wajahnya. Jujur meskipun kamu memutuskan buat putus sama chanyeol tapi rasa sayang kamu belum ilang gitu aja.
Dan sampai detik ini chanyeol gak pernah ngehubungin kamu. Mungkin udah dapet pasangan baru. Lagi-lagi kamu tersenyum miris. Disaat kamu segalau ini karena putus mungkin chanyeol udah bahagia sama sunbin.
Air matamu keluar lagi. Kamu gak bisa nahan rasa sesak di dadamu. Kamu menangis sambil memandangi foto chanyeol. Kamu bingung kenapa kamu masih suka sama cowok brengsek itu.
"Ahkk!" Pekik mu saat tiba-tiba kamu merasakan sakit yang teramat di perutmu. Kamu memeganginya dengan kuat.
"Maaa" panggilmu tapi mama tidak menyaut sama sekali.
Kamu mencoba berjalan ke arah pintu dengan rasa sakit yang terus bertambah. Belum sampai di depan pintu kamu udah ambruk dan semuanya gelap.
--------------
"Lo mau sampai kapan gini terus hyung?" Sehun. Laki-laki itu menatap miris pada hyung kesayangannya itu. Meskipun kadang chanyeol menyebalkan tapi tetap saja sehun khawatir liat chanyeol kayak gini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be My Happiness
Short StoryYou as chanyeol girlfriend [Private for part 1-4] [Fyi setiap judul tidak saling berkaitan] Short story: • 47kg [CY×Park Y/N]√ Tentang park Y/N yang menurunkan berat badannya demi romeo-nya. (PRIVATE) • Sorry Im A Gay [CY×Y/N]√ Bagaimana jiga...
