Kukira malam ini akan menjadi salah satu malam terindah di sepanjang 16 tahunku. Jelas saja, aku dapat melihatmu setelah sekian lama menahan rindu yang menggebu. Aku begitu bahagia, hingga air mata bahagia tak sengaja muncul di pelupuk mataku. Dadaku kembali berdesir, rasa yang hampir semu itu memenuhi relung hatiku. Aku bahagia.
Salah satu mimpi yang sebelumnya selalu aku tepis kini menjadi nyata, aku menyanyikan sebuah lagu berisikan sebuah asa didepan matamu. Yah mungkin matamu tak memandangku, namun syair-syair itu terus mengalir dari bibirku.
Dan waktu terus berjalan, kamu semakin mendekat padanya. Semesta seakan sadar, semua menjauh dari kamu dan dia. Memberi kalian space untuk terus berdua, dan sebuah naskah yang seakan tak pernah habis untuk kalian lafalkan. Tak menghiraukan sepasang mata yang menyiratkan kesedihan serta hati yang tersedu-sedu.
Malam minggu yang kukira indah dan air mata bahagia itu berakhir dengan rentetan tangis di kegelapan.
10.03 PM
January 13, 2018.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Admirer's Words
Teen FictionAku sulit untuk berkata, namun apa yang aku rasakan selama menjadi pengagum rahasia akan kutuliskan disini. Tentang senyum, tawa, dan air mata yang aku alami tanpa sepengetahuannya.
