"Malam setelah kamu pergi, aku tak menangis sama sekali. Aku tak mendengar musik-musik tentang patah hati, atau mengingat wajah tampanmu dalam memori tanpa henti. Aku tak menangisi hangat pelukmu dan kekar bahumu yang tak akan lagi kumiliki. Aku tak bersedih ataupun terlihat menyedihkan sama sekali.
Aku tersenyum, mensyukuri bahwa kau tak perlu repot lagi. Kau tak perlu meneleponku saat lelah melandamu di penghujung hari. Kau tak perlu membalas pesan-pesanku yang kebanyakan berisi tentang betapa ingin nya aku kau rindui. Kau tak perlu melihat wajahku di tengah malam saat aku menahan segala mimpi agar tak datang dulu, karena aku hanya ingin menatapmu.
Aku tersenyum, menatap foto baru di sosial mediamu. Menatap senyummu yang tampak tak terbebani sama sekali. Kau tak perlu menyisihkan akhir minggumu untuk menonton film bersamaku. Kau tak perlu mengiyakan ajakanku untuk makan sushi berdua di restoran favoritku atau menjadi bahan percobaan hasil masakan baruku. Bahkan, kau tak perlu lagi membalas pelukanku. Kau tak perlu berpura-pura lagi bahwa kau mencintaiku.
Malam setelah kamu pergi, segalanya terasa lebih hancur dari seharusnya. Ada rasa yang ingin membuncah, ada air mata yang hampir tertumpah. Namun aku tak membiarkan hatiku menjerit sakit, aku tak menulis bait-bait luka yang pahit, aku tak membiarkan diriku. Aku tak menahan lenganmu atau menangis tragis memohon rasa iba akan datang darimu.
Malam setelah kamu pergi, aku harus yakin aku bahagia."
KAMU SEDANG MEMBACA
Mood Cewek
PoésieRank #1 in Poetry. Hanya ingin menuangkan perasaan dalam tulisan. © 2018.
