Hari ini Hoshi lagi main ke rumah Jihoon, buat bantuin mamanya Jihoon bikin pudding duren. Hoshi mau karena dijanjiin 2 loyang pudding sama mama Jihoon. Tangannya sibuk berkutik sana-sini menuruti perintah dari sang tante di dapur, karena kalau dia sendiri tida mungkin.
Jihoon cuma nonton tv aja sama kak Seokmin di ruang tengah, posisinya Jihoon senderan di dada Seokmin, dan Seokmin ngerangkul pundak Jihoon.
Pemandangan yang mengharukan namun menyebalkan bagi Hoshi. Ia senang karena kedua adik-kakak itu kembali akrab, Jisoo pun sengaja mengurangi waktunya bersama Seokmin secara diam-diam agar Seokmin bisa berbagi waktu dengan adiknya. Tapi di sisi lain, Hoshi cemburu melihat keduanya begitu akrab, seringkali Hoshi tidak dianggap kehadirannya oleh Jihoon.
"Soonyoung-a, tolong masukkin ke kulkas ya puddingnya"
Hoshi menunjukkan sikap hormat ke mamanya Jihoon dan segera masukin 5 loyang pudding duren ke dalam kulkas, setelahnya ia mencuci tangan di wastafel.
Hoshi sekarang lagi berdiri di tengah-tengah dapur, sedangkan mamanya Jihoon lagi ke kamar mandi. Ia memandang ke ruang tengah, meragu, apakah ia harus mengganggu kedua saudara yang tengah asik berduaan itu atau diam saja di dapur sambil menunggu puddingnya dingin?
Merasa cukup bodoh untuk menunggu puddingnya dingin, Hoshi memutuskan untuk melakukan hal yang seharusnya dilakukan beberapa menit yang lalu.
"Misi..."
Hoshi tersenyum kaku ke arah Seokmin dan Jihoon, ia berdiri di samping keduanya. Seokmin merespon dengan senyuman lebar khasnya, sedangkan Jihoon cuek seperti tidak mendengar.
"Eh Soonyoung, udah selesai masaknya?" Tanya Seokmin, yang dibalas dengan anggukan halus dari kepala Hoshi.
Seperti mendapat sebuah telepati, Seokmin melepas rangkulannya di pundak Jihoon dan meminta izin untuk pergi ke kamarnya.
Hoshi langsung mendapat tatapan sinis dari Jihoon. Jihoon benci saat bersamanya dengan Seokmin di ganggu. Tanpa memedulikan tatapan Jihoon, Hoshi segera duduk di posisi yang sama dengan Seokmin sebelumnya.
"Jihoonie..." panggil Hoshi lembut, menatap wajah kekasihnya dari samping.
"....."
Yang dipanggil hanya melirik sekilas karena merasa terusik, kemudian menatap kembali tayangan di layar tv.
"Lee Jihoon..." panggilnya sekali lagi. Dan kali ini tidak ada respon apa-apa dari Jihoon yang masih sedikit kesal.
"Gue balik ya, maaf udah ganggu lu sama kak Seokmin tadi"
Hoshi udah berdiri, bersiap untuk pergi karena merasa usahanya sia-sia, namun tiba-tiba jaketnya ditahan oleh tangan Jihoon.
"Jangan balik, sini aja dulu" ucap Jihoon, tapi pandangannya masih lurus ke arah layar tv.
Akhirnya Hoshi kembali duduk di samping Jihoon sambil ikut menonton tv, Jihoon lagi nonton acara drama korea. Sebenernya bukan acara Hoshi banget, namun ia berusaha menikmatinya.
"Ma, Seokmin izin nginep di rumah Jisoo ya"
Hoshi dan Jihoon menengok ke arah dapur bersamaan, terlihat kak Seokmin yang sudah berpakaian rapih sedang pamit ke mamanya.
Hoshi reflek melihat ke arah Jihoon, dan bener aja, mukanya sudah mengerut tidak suka.
Mereka berdua pura-pura balik nonton tv saat menyadari Seokmin yang sedang menghampiri keduanya. Seokmin memeluk Jihoon, kemudian mengecup rambut Jihoon sambil diusap-usap bagian belakangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flower [SoonHoon] [✔]
Kurzgeschichtenbxb , fluffy, romance [❕] rate T di bonus part Review : "Kamu bisa bilang kalau mau bunga itu, gaperlu lempar batu, aku bakal kasih semua bunga itu untuk kamu. Kamu kan, adik ipar kesayangan aku" .... "Ji... Daripada lu suka sama kak Seokmin, mendin...
![Flower [SoonHoon] [✔]](https://img.wattpad.com/cover/137615755-64-k660360.jpg)