three (end)

355 57 7
                                        

It was very difficult to express my feelings
Because I was clumsy to express my emotion
I want to be your tomorrow
So I'm living like this from the day I saw you for the first time

세븐틴 - 고맙타

-


Ini minggu malam, dan Jihoon sudah memasuki libur musim dingin sejak senin kemarin. Ia memutuskan untuk keluar rumah dengan alasan ingin ke supermarket.

Di rumah, keluarganya sedang menyiapkan makan malam -tentunya bersama Jisoo- spesial karena hari ini adalah hari anniversary kakaknya bersama Jisoo.

Bagaimana bisa Jihoon melewati malam ketika keluarganya sedang membahas tentang pernikahan kakak kesayangannya?

Sebenarnya Jihoon sangat rindu dengan kakaknya, sudah beberapa lama ia tidak pernah lagi tidur bersama, bercanda, bahkan bercengkrama dekat pun jarang sekali. Sejak kak Seokmin bekerja tetap dan mempunyai pacar.

Memang semuanya berubah, tidak bisa seperti dulu lagi, Jihoon sadar akan itu. Termasuk Jihoon. Sejak kakaknya memperkenalkan pacar baru di depannya,
Jihoon menjadi berubah seperti pertama bertemu dengan kak Seokmin, bahkan ia merengek untuk pindah kamar.

Jihoon juga rindu pada adik kecilnya, Chan. Ia membayangkan sudah setampan apa adik kandung kesayangannya itu. Tapi ayahnya terlalu jahat untuk mengizinkan Jihoon bertemu dengan Chan.

Jihoon kembali dari supermarket dan duduk di sisi jalan, tepat di samping rumah Jisoo. Ia mengadahkan kepalanya, menghembuskan kepulan uap dari mulut mungilnya. Menatap bunga Lily yang terlihat masih segar diterpa angin malam.

Dengan mata memerah, Jihoon menggenggam sebuah batu yang terletak begitu saja di sampingnya, menatapnya dengan penuh kebencian. Ia bangun dari duduknya, dan bersiap mengambil ancang-ancang untuk melempar.

"Lu masih nekat mau ngerusak bunga itu?"

"....."

Jihoon terhenti ketika mendengar suara yang sudah ia kenal.

Ia mengurungkan niat dan menarik kembali tangannya, perlahan berjongkok dan menenggelamkan kepala di antara lututnya, tubuhnya bergetar cukup keras karena menahan tangis.

Hoshi yang sudah tidak tahan, menghampiri Jihoon dan merebut batu dari genggaman Jihoon.

"Sialan. Cuma bunga jelek gitu doang apa pentingnya sih! Janji sama gue kalo itu bunga rusak, lo harus berhenti suka sama kakak lo!"

Hoshi melempar batu yang digenggamnya kuat-kuat ke arah bunga Lily.

PRANG !!!!

"KALIAN ANGKAT TANGAN SEKARANG JUGA !!!!"

Sebuah lampu tembak menyorot Hoshi dan Jihoon, saat itu juga mereka berdua langsung mengangkat tangannya dan menghadap ke arah lampu sorot tersebut.

Mereka tertangkap basah. Keduanya mengikuti arahan polisi untuk masuk ke mobil polisi.

Dan sekarang mereka sudah di kantor polisi, menunggu.

Tidak sampai 15 menit, keluarga Jihoon sudah datang, lengkap dengan kak Jisoo.

"Jihoonie..."

Seokmin menghampiri Jihoon dengan langkah cepat dan memeluknya erat, Jihoon memeluk balik kakaknya dan menangis dalam dekapannya.

"Maafin Jihoon... hiks..."

Flower [SoonHoon] [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang