What Now

1K 114 16
                                        

Author pov

Terlihat seorang gadis yang mengelap dahinya yang dibanjiri keringat.

Dia Park Chaeyoung, gadis yang baru pindah dari desa ke perkotaan.
Dia berjanji pada dirinya untuk mengubah kehidupan keluarganya yang di desa.
Mencari uang untuk biaya adiknya sekolah, membeli kebutuhan keluarganya yang kurang dan membayar hutang orang tuanya.

Park Chaeyoung atau biasa dipanggil Chaeng oleh keluarganya berjalan menyusuri jalanan yang lumayan sepi dan panas karena terik matahari disiang hari.

"Ini panas sekali, tapi aku belum bisa menemukan pekerjaan" keluhnya sedih.

Chaeng yang lelah berteduh sejenak dihalte.
Dia menundukan kepala memikirkan cara agar dia bisa mendapatkan pekerjaan.

"Sebaiknya aku kembali saja ke kontrakan, besok baru aku kembali mencari" Chaeng menyerah untuk hari ini.

Dia berjalan perlahan.

Sesampai dikontrakan Chaeng membuka pintu, berjalan masuk dan menutup kembali pintunya.

Dia berjalan ke kamarnya menyalakan kipas dan merebahkan badannya yang lelah dikasur.

Dia merindukan keluarganya.
Terutama adiknya.

Lelah dengan pikirannya Chaeng tertidur.

.
.
.
.
.
.
.
.

Ditempat yang berbeda terlihat seorang gadis yang dingin dan angkuh duduk tegak dibangku salah satu meja disebuah cafe.

Dia sedari tadi memandang pintu masuk dan jam tangannya bolak balik.

Dia lagi menunggu seseorang, lebih tepatnya sahabatnya.

Tak lama kemudian orang yang ditunggu tiba, dia berjalan menghampiri gadis yang memasang wajah datarnya.

"Jennie maafkan aku telat, tadi dosen ku lama menceramahi kami sekelas" gadis dingin dan angkuh itu adalah Jennie Kim atau Jennie.

"Lain kali hubungi aku jika kau telat Lisa" Gadis yang dipanggil Lisa hanya tersenyum kikuk.

"Baiklah, sekarang kita makan dulu aku sudah lapar" Jennie memanggil pelayan cafe.

Salah satu pelayan cafe mendatangi meja dimana mereka berada.
Jennie dan Lisa menyebut pesanan mereka dan menunggu.

Beberapa menit kemudian makanan mereka datang dan mereka makan sambil bercerita.
Yang banyak cerita sudah pasti Lisa.
Jennie mendengar cerita Lisa sesekali menjawab 'iya', 'tidak' dan 'mungkin'.

Lisa sudah memaklumi sifat Jennie yang seperti ini, karena dia dan Jennie sudah berteman baik sejak kecil.
Dan sudah pasti dia tau dengan jelas apa yang terjadi pada Jennie sehingga merubah sifatnya.

LIFE GAMETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang