Chapter 1

147 16 5
                                        

9.50AM
Jakarta, Indonesia. Zayn's Mansion
Dressing Room

Ruang Dressing Room yang di penuhi oleh 8 pelayan, 2 stylist terpopuler di italy, dan 1 penata rambut terkenal di perancis

Zayn duduk di kursinya dengan kaki bersilang, meminum susu yang telah dituangkan dgn hati hati oleh salah satu pelayannya dengan pelayan yang lain mengikat tali sepatunya, rambutnya yang di tata oleh penata rambut terkenal di perancis, dia mengamati 2 jas pilihan stylist itu lalu menunjuk dengan malas ke jas berwarna hitam polos elegan

Mengangkat satu jarinya mensignalkan untuk berhenti, dia berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju cermin besar, salah satu stylistnya memakaikan dia jas yg telah dia pilih

Dia merapihkan kerahnya lalu merapihkan dasinya, setelah selesai dia menilai penampilannya, lalu berbalik badan saat dia rasa penampilannya sudah perfect berjalan keluar dressing room tanpa mengucapkan apapun kepada pelayannya atau pun stylist dan...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dia merapihkan kerahnya lalu merapihkan dasinya, setelah selesai dia menilai penampilannya, lalu berbalik badan saat dia rasa penampilannya sudah perfect berjalan keluar dressing room tanpa mengucapkan apapun kepada pelayannya atau pun stylist dan penata rambut... well itu sudah biasa bagi semua pekerja di mansionnya

"Sarapan sudah siap tuan muda" ucap kepala pengurus rumah sekaligus manager, yang sudah bekerja menjadi kepala rumah ini lebih dari setengah umurnya

Zayn hanya mengangguk tetap melanjutkan perjalanannya menuju ruang makan

Zayn duduk di kepala meja dengan pelayannya yang berbaris di sisi kanan dan kirinya sepanjang meja makannya, meja makannya bisa menampung 40 orang dengan setiap sisi berbangku 18 dan di kepala meja terdapat 2 bangku masing masing berhadapan. Di meja makan sudah tersedia lebih dari 20 jenis makanan

Zayn menaruh serbet yg khusus terbuat dari bahan sutra berwarna silver, menaruhnya di pangkuannya lalu menaruh tangannya di setiap sisi meja menunggu pelayannya selesai membalikkan piringnya

Dia menunjukkan apa yang ingin dia makan, dan dengan sendirinya pelayan itu memberi makanan itu diatas piring zayn

Zayn memotong ayam itu lalu memakannya dengan potongan kecil

dia mengangkat serbet yg berada di sisi kanan tangannya lalu memuntahkan makanan ke serbet itu
"siapa kepala koki yg memasak makanan ini?" Tanya zayn dingin, kepala koki pun melangkah mendekat menuju sisi zayn

"Saya tuan muda" ucapnya dengan sopan lalu membungkuk

"Paman pecat semua orang yg memberiku sarapan hari ini" ucap zayn tajam kepada kepala pengurus rumah itu lalu berdiri dari duduknya
"Aku sudah tidak mood untuk makan" dengan itu zayn keluar dari ruang makan diikuti oleh kepala pengurus rumah itu dari belakang

"aku ingin berangkat sekolah skrng" ucap zayn tetap berjalan menuju keluar mansion

"Baik tuan muda" ucap kepala pengurus rumah itu lalu memerintahkan salah satu anak buah disampingnya

Sesampainya zayn di depan mansion dia disambut oleh 3 mobil mercedes S Class yg sudah siap tak menunggu lama dia langsung berjalan menuju mobil yg berada di tengah yg disambut oleh 2 supirnya yang pasti sia sia karena tidak dibalas oleh zayn, salah satu supirnya itu membukakan pintu penumpang dan menutupnya saat zayn sudah masuk

Different (Zayn Centric)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang