WHATTTT!!!! OH MY GOD KALIAN LAGI NGAPAIN BEGO PAGI PAGI MANA DI LORONG SEKOLAH" teriak haikal yang membuat mereka terkejut dilanjutkan jevano yang reflek mendorong karin agar menyingkir dari atas badannya itu.
"Woiii kasar banget si" teriak karin yang tersungkur sedang berusaha bangun.
"Punya mata tu dipake" jawab jevano singkat.
"iyaa tau gue salah tapi gausa kasar dong dorongnyaa, kan sakit ini gue 2 kali kepental namanyaa" jawab karin sambil memanyunkan bibir nya yang tidak digubris oleh jevano.
"astagaaa primadona sekolahh are u okei? aduh ada yang luka ngga?" kata haikal yang berlari mendekati mereka.
"it's oke kal, gue gapapa" jawab karin sambil merapikan seragamnya.
Sedangkan Jevano nampaknya masih sibuk mencari hp nya dan tidak peduli dengan 2 orang di depannya itu.
"woi jeno, jangan kasar kasar napa si sama cewe cantik" teriak haikal yang membuat jevano memutar bola matanya malas dan pergi begitu saja meninggalkan mereka setelah mengambil hp nya di lantai.
"ishh ga punya perasaan banget, maafin kelakuan jeno ya rin" kata haikal merasa tidak enak.
"iyaa, eh gue duluan harus ke lapangan ini soalnya" jawab karin dan segera pergi meninggalkan haikal.
**********
Setelah selesai upacara, para siswa segera masuk ke kelas untuk melanjutkan pelajaran.
Keheningan dimulai menyelimuti kelas XI MIPA 2 yaitu kelas Jevano, Jaenando, Haikal dan Reno. Yap kelas mereka memang terkenal dengan kelas terpintar dengan segudang visual, tidak heran jika kelas ini selalu ramai dibicarakan dimana mana.Berbeda dengan kelas Karin yang bergemuruh dan ramai karena pak henry guru bahasa inggris tidak bisa hadir dikarenakan sedang menghadiri rapat komite sekolah.
Saat semua sedang sibuk dengan kegiatan masing masing, karin malah sedang tidak mood akibat kelelahan berdiri ditengah lapangan dengan terik sinar matahari yang sangat panas. Ditambah dengan kejadian sebelum upacara tadi.
kemudian ia teringat untuk mengecek lutut kirinya yang terpental lantai sangat keras sebelum tubuhnya terjatuh di badan jevano dengan sempuna.
"gila ko bisa memar gini ya, pantesan gue gakuat berdiri tadi" kata karin pada dirinya sendiri
hal itu membuat gisel, teman sebangkunya bertanya tanya
"LOH KARINNNN ITU KENAPA KAKI LO SAMPE BEGITUUU?!?!????" teriak gisel khawatir
"hah karin kenapa?" panik winter dan nisya yang segera menghampiri meja karin dan gisel.
"aduhh ko bisa gitu"
"eh itu biru anjir"
"kita bawa ke UKS aja gasi"
"ulah siapa ini"
panik ketiga sahabatnya itu."Engga gapapaa woi, tapi bakalan agak susah buat jalan sih ini kayanya" jawab karin yang pasrah
"SIAPA YANG NGEBIKIN LO KAYA GINI JAWABBBB" teriak winter yang menggelegar sehingga membuat seisi kelas melihat ke arah mereka.
"ih winter gausa teriak teriak gitu ih, tadi tu gue sebelum upacara jatoh di lorong yang munuju ke arah lapangan. gue buru buru banget tadi lupa nali tali sepatu terus kesandung eh kepental terus ga sengaja nabrak cowok kasar gajelas" jelas karin panjang lebar
"WHATT SIAPAAA?!?!?!!!" teriak ning ning yang tidak kalah histeris.
"kayaknya si namanya jeno / jevano gitu tadi, untung ada haikal bantuin gue" jelas karin yang lupa lupa ingat nama cowok tadi.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Coldest Boyfiend [ Jeno x Karina ]
FanfictionKarin Syanilova berhasil menakhlukkan cowok cuek sedingin es Jevano Winston??? GIMANA BISA jangan lupa follow ya sebelum baca 🤗 ⚠ Cerita ini mengandung unsur 15+ dan menggunakan bahasa tidak formal (santai) mohon bijak saat membaca thank you ;))