Hanya lelah untuk berpura pura seakan semuanya baik baik saja.
Setiap saat sangat ingin berteriak sekencang kencangnya,tapi apa guna? Yang datang hanya ingin mengetahui. Bukan membantu.
Mecoba menutupnya dengan senyum,
namun yang dirasa hanya genangan air mata.Mencoba menutupnya dengan tawa,
namun yang dirasa hanya luka.Jika boleh jujur, sangat bosan bila harus terus menerus mendengarkan.
Apakah salah? Jika menggunakan ego untuk memberitahukan pada semua bahwa,
orang yang paling ceria diantaranya bisa saja orang yang paling merasakan luka
