Seorang gadis cantik itu sedang menangis dengan sejadi-jadinya. Ia melihat jelas darah yang berceceran disekitarnya
Suara sirine ambulans menggema di telinga nya
Ia melihat dengan jelas wajah kedua orang yang tidak sadarkan diri dengan darah bercucuran dari kepala mereka
Sesaat kemudian sebuah terpal menutupi tubuh kedua, gadis itu mencoba untuk menghentikannya
Namun sebuah tangan menariknya, dan memasukkannya kedalam ambulans.
"Andweee!!!"
SERPENTINE
"Hahh.. hahh.."
Kim Younghee terbangun dari mimpi buruknya, wanita bersurai hitam tersebut segera melihat sekitar dan kemudian menarik nafas lega saat menyadari bahwa ia sedang berada di kamarnya
"Mimpi aneh itu lagi" gumam nya sembari mencoba menenangkan pikirannya
"YAK! KIM YOUNGHEE!! Cepat Bangun!!"
Mendengar teriakan itu sudah menjadi hal yang biasa bagi younghee, ia berjalan gontai menuju pintu kamarnya
Kemudian membuka pintu kamar dan menatap malas sosok manusia dihadapannya itu
"Arraseo, aku sudah bangun" jawab Younghee dengan suara khas bangun tidurnya
"Jangan lupa, part-time mu." ucap sosok manusia didepan younghee
"Hm, aku tidak lupa oppa." jawab Younghee pada kakak nya
Kim Mingyu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bagus, cepat mandi.. biar oppa antar" ucap Mingyu
Younghee yang mengerti pun segera menuruti perintah oppanya,
SERPENTINE
Kim Younghee, seorang mahasiswi dari universitas 'SVT'. Younghee memiliki seorang kakak yang bernama Kim Mingyu. Ia hanya berbeda 1 tahun dari kakaknya tersebut. Sehingga younghee sangat akrab dengan kakaknya.
Ia tinggal di sebuah rumah tingkat sederhana. Selain dengan kakaknya, Younghee juga tinggal bersama dengan Appa dan Eommanya
Kim Namjoon & Kim Seojin
Younghee yang sudah selesai mandi segera turun ke lantai bawah, menuju ruang makan
Kim Younghee POV
"Younghee-ya.. Ayo sarapan dulu" ucap Eomma
"Ne.. Eomma" jawabku
Di meja makan, Appa dan juga Mingyu oppa sudah duduk manis menyantap nasi goreng buatan Eomma
"Kau akan mulai part-time?" tanya Appa
"Ne.." jawab ku
"Apa itu tidak memberatkan mu? Kau kan juga masih kuliah" ucap Eomma khawatir