Bad Girl's Chapter 50

29 3 0
                                    

(50)
"Ada apa?" Tanya sunny sambil duduk di dekat wendy.
"Emmm... Bagaimana rasanya saat kau akan menjalani debut?" Tanyaku.
"Rasanya seperti mimpi, lumayan gugup awalnya" kata adikku.
"Yaampun. Kau hanya menanyakan ini pada adikmu?" Kata joey yang menyamber.
"Ya. Haha." Kata ku sambil tertawa terpaksa.
"Oh ya sunny, apa kau tahu kalau kita berlima akan mempercepat debut?" Tanya wendy.
"Hahh jinjja eonni? Cheongmaleo (sungguh kakak? Apa kau bersungguh sungguh)??!" Tanya adikku. Sepertinya dia senang.
"Yaa!!" Kata Wendy.
"Aku turut senang karenanya. Semoga lancar" kata adikku.
Tiba tiba hp adikku berdering. Panggilan dari yoona. Adikku segera berpamitan kepada kita berlima dan meninggalkan ruangan kami sambil teburu buru.
Kita sampai lupa kalau jam 10 nanti ada perekaman. Kita berlima mandi dan bersiap siap.
Pukul 09.46 kita berada di perjalanan menuju gedung ageny. Sesampai nya di sana kita kita langsung ketempat perekaman. Sudah tertera banyak kamera disana untuk memperomosikan para trainee SM. Kami berlima telah menghafal dengan baik lagu untuk kami nyanyikan nanti di hari debut. Joey irene menyanyi dengan gugup di depan perekam suara dan kamera. Aku dan wendy tidak bisa menahan tawa karna melihat ekspresi dari wajah irene. Aku bertahan untuk tidak tertawa, tapi akhirnya kita semua tertawa. Termasuk para staf yang ada di sana. Lagu di putar ulang, kami mengulangi perekaman. Percobaan untuk yang kedua kalinya berjalan dengan lancar dan kami bisa segera ber-istirahat. Kami memulai perekaman lagu ke dua setelah beberapa menit istirahat.

Setelah selesai perekaman,kita bergegas untuk ke tempat latihan. Karna sekarang memang jadwal kita berlatih di gedung agency. Canda tawa saat berlatih pun muncul saat yeri memperlihatkan 'aegyo' pertama nya. Kami memesan beberapa makanan untuk dimakan bersama di tempat latihan.
Saat aku akan mengambil pesanan makanan di lantai bawah, orang yang mengantar makanannya tampak tidak terlalu asing terhadapku. Dia gadis yang memakai jubah hitam dan perban di tangan kirinya. Rambutnya sama sepertiku dulu saat masih tinggal di busan. Aku mengingat nya. Tapi aku tak ingat siapa dia. Sampai akhirnya bayangan koper dan boneka yang ada di rumah ku dulu terlintas di pikiranku. Aku mengingat gadis itu. Ternyata dia adalah gadis yang sudah meninggal.
Saat aku berjalan ke lantai atas, bulu kudukku berdiri membayangkannya. Bagaimana bisa gadis itu ada di seoul. Lagi pula menurut keterangan polisi dia sudah meninggal.

Bad Girl'sTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang