UNDER CONTROL

3 2 0
                                        


Siapa di dunia ini yang tidak suka melakukan kontrol?

Siapa di dunia ini yang suka dikendalikan?

Bahkan orang pacaran saja saling mengendalikan.

Yah, itu cewek disana, yang lagi ngomong sama pacarnya buat berhenti main game.

Itu juga termasuk dalam kontrol. 

Kita hidup terbiasa mengontrol dan dikontrol.

Kita hidup di bawah aturan dan membuat aturan.

Bahkan orang yang katanya tidak suka mengatur dan diatur-pun sebenarnya membuat aturan. Aturannya dia tidak mau mengatur jadi jangan diatur.

Sesimpel itu? Ya, sesimpel itu.

Pada hakikatnya, sebenarnya kita adalah manusia yang bebas. Lalu apa yang membuat kita terkontrol?

Kebebasan Orang Lain.

Benar. Kita hidup bebas berdampingan dengan kebebasan orang lain.

Sebagai contoh, kita bebas untuk mendengarkan musik dengan suara sekeras yang kita mau. Tapi orang lain punya hak untuk mendapatkan ketenangan tanpa suara musik yang terlalu keras dan mengganggu ketenangannya.

------

Gue salah satu anak yang agak susah ketika dikontrol. Jangan tanya berapa banyak hal-hal di luar aturan yang udah gue langgar. Jawabannya adalah nyaris tidak ada.

Walaupun tidak suka diatur bukan berarti gue tidak menyetujui aturan yang ada. Selama itu tidak merugikan gue akan melakukan sebagaimana mestinya. Tapi kadang jiwa remaja gue suka melakukan pemberontakan.

Pernah suatu hari gue harus mencari surat-surat untuk mendaftar sekolah. Memang sekolah yang bakal gue daftar cukup ribet karena harus menggunakan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

Untuk kalian tahu, nyokap gue adalah salah satu orang yang termasuk dalam kategori pengendali. Segala hal harus selalu sesuai dengan apa yang dia pikirkan. Maklum aja, nyokap adalah orang yang sangat perfeksionis dan terbiasa mengatur orang karena bekerja menjadi seorang pengusaha.

Hampir sebagian hidup gue selalu mengikuti apa yang nyokap gue bilang bahkan dari hal apa yang akan gue makan ketika makan di luar rumah. Bukan karena gue yang tidak berusaha menyampaikan apa yang gue mau. Tapi nyokap gue selalu mengajukan rencananya tanpa bertanya dan harus gue iya-kan.

Jadi karena terbiasa begitu gue jadi cenderung pendiam dan tidak terlalu peduli dengan sekitar. Ketika harus memenuhi syarat untuk mendaftar sekolah itu, seperti biasa, nyokap gue membuat rencana yang sebenarnya bukan gagasan yang buruk untuk diikuti.

Nyokap menyarankan gue untuk pergi pagi sekali dengan mengikuti alur yang sudah direncanakan karena saat itu gue juga harus mengambil SIM yang sudah gue perpanjang.

(Sekarang, apa yang akan lo lakukan kalau bahkan kegiatan lo di hari itu saja diatur sedemikian rupa oleh orang lain?)

(Coba kalian bayangkan sefrustasi apa gue harus ikutin instruksi seolah gue ngatur rencana pergi gue aja enggak bisa.)

(Oke, kalau alasannya takut salah dan tidak bisa mencapai rencana. Hey, setiap orang-kan bebas melakukan kesalahan untuk dijadikan pelajaran. Sekali jatuh tidak masalah. Bukannya manusia itu bisa melakukan sesuatu karena pernah merasakan rasa sakit? Ayolah para orang tua yang sangat menyayangi orang tuanya sampai berlebihan. JANGAN HINDARKAN ANAK DARI RASA SAKIT. tapi DAMPINGI DAN BANTU ANAK MERASAKAN RASA SAKIT! Bukannya itu juga melatih agar anak tidak menjadi manja.)

Selain itu pernah suatu waktu kami sekeluarga pergi makan siang di suatu restoran bersama seorang saudara sepupu. Setelah mendapat buku menu, kami mulai memilih makanan yang akan kami pilih. Gue bukan orang yang suka dengan makanan berbumbu kacang dan tidak terlalu suka makan makanan pedas.

Semua orang mulai menyebutkan nama makanan yang mereka inginkan. Ketika tiba giliran gue, tiba-tiba nyokap berkata "lotek tidak pedas" dan saat itu gue langsung melihat nyokap.

"Kamu mau makan itu kan?"

Ketika mata kami bertemu. Tahulah gue bahwa itu adalah sebuah keputusan yang mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat.

(So, gue disini mau nunjukkin kalau ada orang yang mampu melakukan hal itu bahkan kepada anaknya. Betapa kekuasaan itu begitu menyenangkan dan membutakan. Coba kita renungkan betapa banyak hal yang masih bisa dilakukan orang lain dengan bermodalkan kuasa. Mengontrol itu baik, tujuannya apa itu yang membuatnya menjadi buruk.)

------  

Hai, jadi ini salah satu keresahan di sore hari ini. Mungkin agak terdengar sinetron. Oh iya, dalam tulisan ini ada sepenggal kejadian-kejadian nyata yang terjadi pada seseorang. Sekali lagi aku bilang kalau aku menyertakan penggalan-penggalan kejadian ini bisa terjadi pada siapa saja. Bisa dari diriku sendiri atau orang-orang disekitarku. Jadi, hati-hati ketemu kembaran lambe tu()ah. Hahahaha. Cao >,<

terimakasih. selamat membaca.

ichigo

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 13, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

CURHATUS SORTUS HARTUSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang