❝ mature content ❞
↪mohon kebijaksanaan bagi pembaca dibawah umur, penulis tidak bertanggung jawab atas anda; dosa ditanggung masing-masing
──
Jungkook trying to tease her husband.
"I want you Tae..fuck me hard. Tunjukan seberapa liarnya dirimu, Tig...
「VOTE ! mohon kebijaksanaannya! this is sexual content!」
~O~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
All Jungkook's Pov
.
.
Taehyung terpaku. Seperti sedang mencoba untuk mendapatkan akal sehatnya kembali.
Sebelum semua ini menjadi terlambat, aku beranjak berdiri. Dengan perlahan, kudekati dirinya sambil mencondongkan tubuh kearahnya.
"I want you.."
Bisikku ditelinganya.
Karena tidak ada respon, aku menggigit telinganya gemas. Sekilas aku mendengar geramannya.
"Ja..ngan Jung. Nanti ka..mu.."
Aku mendongak. Aku bersumpah, suaranya seksi sekali barusan. Suara serak yang bercampur dengan desahan. Suaranya juga terdengar lebih rendah dan dalam dari biasanya. Lalu aku melihat bulir - bulir keringat kecil yang mulai muncul didahinya.
Aku lansung tersenyum lebar. Ini berarti obat tersebut bekerja dengan baik! Sedikit lagi, dan aku pasti berhasil..
"No Kook..please.."
Tangannya melepaskan jemariku yang tengah menelusuri dada serta perutnya yang liat. Aku bisa melihat adanya ketegasan dimatanya, disamping adanya kabut gairah. Aku tahu ia sudah terpancing.
Well, kita lihat saja seberapa jauh Taehyung bertahan.
"Tiger.."
Aku mengecup sepanjang rahangnya, lalu beralih kebelakang telinganya.
"Show me..how much you want me"
Bisikku.
Aku mendengar geramannya yang dalam. Ugh, seksi.
"No.."
Ya ampun, mengapa ia harus menahan diri, sih?
Aku tersenyum menggoda. Kali ini aku mengecup sepanjang lehernya sambil tanganku menelusuri ototnya dari balik kausnya.
"I want you Tae..fuck me hard.Tunjukan seberapa liarnya dirimu, Tiger."
Taehyung diam saja. Hanya terdengar desah napasnya yang kasar. Meski begitu, aku sudah hampir berhasil dan aku hanya perlu melakukan jurus lainnya.
Aku meremas pelan kejantanannya.
Matanya lansung melebar. Tatapannya tersebut lansung membakarku hingga aku bisa merasakan sesuatu yang basah keluar dari dalam inti diriku.
Aku menjerit kencang saat ia mengangkatku tiba - tiba, lalu menubrukkan punggungku ketembok dengan sedikit kasar. Tubuhnya menempel dengan tubuhku, napasnya memburu.
Lalu tatapan matanya..Wow. Sekarang ia sudah sepenuhnya bergairah. Kabut yang tebal, bersamaan dengan adanya api besar disana. Aku tahu sekali tatapannya. Dewi batinku sedang terkikik senang melihatnya yang biasanya penuh kendali sekarang nampak tidak mampu mengontrolnya lagi.
Taehyung menggeram rendah. Tanpa babibu, ia lansung melumat bibirku dengan rakus sambil terus menekanku kearah tembok. Gairahnya begitu besar. Aku seperti melihat seseorang yang bukan dirinya saat ini. Taehyung begitu bertenaga, liar dan buas..