Part 1

39 1 0
                                    

Duk, duk, duk
*Suara pantulan bola*

Woyy oper oyy!!

Geser!! Bagi ke guaa!

Dribble, gantii.

Tahan!!! Shoot!

Yesssss!!! 3 point

"Woahhh!!! gilaseh teknik sama gaya lo tadi keren banget ca. Tuhh kan gue bilang juga apa, kalo club kita ada elo pasti bakal juara terus!"

"Ahh lo bisa aja nad" jawab Eca sambil tersenyum tipis.

"Krek!!" *Suara tutup botol yang memang sengaja dibuka*

"Btw lo belajar dari mana ca? Kan coach gapernah ngajarin kita teknik begituan? Tapi asli itu tadi keren banget! Ajarin gue napa caa" pinta Nadya pada Eca.

"Gue belajar dari youtube nad. Lo kalo mau belajar sendiri aja di youtube." *sambil meneguk air di botol kemasannya*

"Udah ya gua mo balik, tugas gue numpuk dirumah. Dah!" kata Eca sambil berjalan meninggalkan Nadya.

"Yah ca.. Tugas kan bisa dikerjain kapan-kapan, lagian juga ini masih ada sisa sedikit waktu sebelum sewa lapangannya abis.
Ayolahhh, ajarin gue sedikit. Plis caa..."
Ucap Nadya dengan nada memohon

"Gabisa gue sibuk, bye." tegas Eca Sambil berlalu dengan motor kesayangannya

Eca mengendarai motornya sambil sesekali melilirik jam tangan yang ia kenakan, disana waktu menunjukkan tepat pukul 17.20 sore.

Di tengah-tengah perjalanan ia bergumam dalam hati.
"gimana ini udah jam segini, gue harus buru-buru sampe rumah, bisa-bisa gue kena marah bokap lagi nih!"
Kemudian Eca menambah kecepatan laju motornya agar segera sampai di rumah..

"Allahuakbar allahuakbar"
*suara adzan maghrib mulai berkumandang*

Sesampainya di depan rumah, Eca nampak ragu untuk masuk kedalam. Setelah cukup lama bergumam dan mengutuk diri sendiri, akhirnya ia memberanikan diri untuk melangkahkan kakinya kedalam rumah.

"Assalamualaikum" salamnya.

"waalaikumsalam" jawab sang ayah

"dari mana aja kamu? Jam segini kok baru pulang?" tanya sang ayah

"maaf yah Eca pulang telat lagi, td abis ngebasket bareng anak-anak." sambil menundukkan kepalanya

"ayah ga masalah kamu ikut basket, ayah ngedukung selama itu berdampak baik buat kamu, tapi ayah juga ga suka kalo kamu pulang malem terus kaya gini. Kamu jadi gapernah ada waktu buat kumpul bareng sama keluarga."

"iya yah, Eca tau, Eca gaakan pulang malem lagi. Maafin Eca yah" melas Eca pada ayahnya

"yaudah sana cepat mandi terus makan abis itu sholat!" seru ayah

Kemudian Eca pergi ke kamarnya dengan perasaan lega, karena sang ayah masih bisa memaklumi segala kekhilafannya..
ia pun segera melucuti segala barang yang melekat di tubuhnya, kemudian ia bergegas ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuh serta merefreshkan fikirannya.

Setelah itu Eca menunaikan ibadah sholat maghrib lalu makan malam seperti apa yang diperintahkan ayah padanya.
Saat selesai makan Eca pun kembali ke kamarnya, ia berbaring sambil menghela nafas di ranjang empuknya itu.

"hmmm.. Capeknya hari ini, rasanya gue pengen tidur sampe besok siang!"

*Tiba-tiba ia teringat sesuatu lalu tersentak*

LIGHTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang