121-Untukmu.

47 3 0
                                        

3 Tahun penuh arti akan dikenang dengan sangat berarti.

Pada 3 tahun itu, aku dipertemukan denganmu, sosok paling indah yang kutemukan dalam ratusan orang yang sudah kutemui. Dan kamu yang terindah.

Dengan segala rasa percaya diri, aku mencoba mendekatimu dengan malu-malu.

Mencoba kenalan lalu menjadi teman.

Lalu kita dekat namun nyatanya hanya jadi sahabat.

Tak lama.

Kau dengan temanku dan aku hanya melihatmu dengan senyum palsu

Setiap harinya aku selalu merasa sesak.

Ada hal-hal yang begitu mengecewakan yang tak bisa ku jelaskan.

Luka itu ada. Luka itu nyata.

Lalu perlahan-lahan aku mundur secara pelan.

Aku mencoba kuat untuk kisah yang tak bersahabat.

Bagaimana pun, kau milik orang lain, dan orang lain itu adalah temanku. Lucu bukan.

Nasibku tak seindah kisah cinta temanku.

Namun aku paham, tak ada yang perlu disesalkan.

Setiap orang punya cerita dan juga luka serta bahagia yang berbeda.

Dan ini adalah ceritaku.

Aku memang munafik.

Tersenyum melihatmu dan temanku padahal aku hancur waktu itu.

Tapi aku tak sejahat itu untuk merusak kisah cinta temanku.

Lagipula, cinta tak harus memiliki bukan?

Lalu aku menerima pelan-pelan.

Setelah sekian lama.

Kau akhirnya sendiri lagi.

Tapi aku tak akan mendekatimu lagi.

Aku takut sakit hati lagi.

Aku cukup menerima kenyataan.

3 tahun bersamamu cukup menjadi TEMAN.

Terimakasih pernah ada kemudian menjadi tiada.

-Dari aku temanmu yang mencintaimu

Subang, 03/05/18

Segelintir kata-kataCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang