Woozi mendaratkan bokongnya di atas sofa empuk diruang keluarga. Disampingnya ada pula sang adik—Luda yang kini belum dapat berhenti menangis.
"Udah dek jangan nangis lagi." Diusapnya air mata Luda dengan jari-jari munggilnya(?)
"Aku masih gak rela si tompel mati ditabrak orang kak." ujar Luda sambil sesunggukan.
"Cup cup ntar kakak cari lagi kucing yang mau diadopsi." Dipeluknya adik kesayangannya itu.
Sialnya kini malah jatungnya yang tidak dapat tenang. Semua ini karena Luda. Sudah 2 tahun terakhir Woozi jatuh cinta pada adiknya sendiri.
Salah? Tentu. Namun bukan Ia yang menentukan pada siapa Ia akan jatuh cinta tapi hatinya. Hanya Luda yang mampu membongkar sifat tersembunyi pada pria boncel tersebut. Ternyata kakak dari 3 bersaudara ini memiliki sifat yang lembut dibalik sifatnya yang suka marah-marah.
"WAGELASEH! Ngapain itu peluk-pelukan!?" suara adik bungsu mereka memecah suasana peluk-pelukan dua kakak tertuanya.
"Berisik lu!" Kini Woozi memasang tatapan yang berbeda ke adik bungsunya.
"Wah wah wah... sama kak Luda doang baiknya. Sama aku marah-marah mulu. Okepiks ini mah aku bukan adek kandung kalian." Ujar Yeoreum dengan nada cibiran.
"Lah kan emang lu lahir dari telor cicak? Bukan abah sama umi yang buat elu" Woozi kembali mengelus pelan pucuk kepala Luda yang mulai berhenti menangis. Ingin rasanya Woozi membuang adik bungsunya yang berisik tapi membuang Yeoreum tak semudah membuang anak kucing.
"Dikira aku bocah sd apa bisa ditipu kek gituan." Yeoreum berdecih sambil memakai sepatunya.
"Kamu mau kemana dek?" Tanya Luda dengan lembutnya.
"Mau ngedate bentar sama udinku~" balas Yeoreum dengan ekspresi yang berbunga-bunga.
"Udin satpam komplek sebelah kan? Gila lu dek pacaran sama satpam" kilah Woozi.
Luda terkekeh melihat ekspresi aneh yang muncul di wajah Woozi, lucu rasanya melihat sang kakak memasang wajah kaget itu.
"Apaan sih! Jomblo diem aja gih."
"Eh kakak juga jomblo loh dek" ucap Luda.
'Ih sama. Tanda kita jodoh nih, Lud' batin Woozi.
"Kalian keluar sana cari jodoh kek jangan peluk-pelukan dirumah mulu. Ntar jadi pasangan incest kan hiiiiy. Udah ah aku pamit ya kakak-kakak jomblo ku" Yeoreum menutup pintu sambil mengakhiri kalimatnya.
LINE!
Woozi mengecek notifikasi dari ponselnya.
"Dek temen kakak ada nih yang punya kucing yang perlu di adopsi" ujar Woozi.
"Siapa kak?"
"Wonwoo. Yuk berangkat sekarang." Luda hanya mengangguk dan dengan entengnya Woozi mengandeng tangan Luda menuju mobil yang terparkir di halaman rumah.
"Makasih ya kak, selalu bikin aku senyum." Luda tersenyum manis ke arah Woozi. Ah jika dunia ini bisa di pause maka pada moment ini Woozi akan mempause hidupnya menikmati senyuman adik yang dicintainya.
Iya dek sama-sama tapi maaf kakak bikin senyum kamu bukan karena kamu adek kakak, tapi karena kakak cinta banget sama kamu lebih dari sebagai adek. —Woozi

KAMU SEDANG MEMBACA
Happiness is..... [SVT x WJSN]
Random"bahagia itu sederhana. Cuma perlu kamu kok. Iya. Kamu~ 😳" Cerita ngawur biasa tentang Seventeen dan WJSN kalo dipairing in(?) . . . . . Pendek-pendek ae gakuat akutu mau ngetik panjang-panjang hehehe :'D