6. Never Give Up

6.9K 954 25
                                        

...

Seokjin begitu sibuk membersihkan luka Taehyung dan mengambil peluru yang bersarang di bahu rekan nya. Astaga, Taehyung baru saja terkena luka tusukan bahkan bekas nya masih terlihat kali ini kembali mendapatkan luka yang berbeda. Mengapa Taehyung tidak dapat berhati - hati.

Hoseok membantu Seokjin mengelap keringat yang ada di dahi dan membersihkan peralatan kedokteran yang dipakai.

"Kita butuh darah. Bisa minta Namjoon menghubungi Yoongi. Apa dia telah mendapatkan darah yang sesuai dengan golongan darah Taehyung. Aku tidak bisa membantu jika Taehyung sampai kritis, peralatan disini kurang lengkap."

Hoseok menurut berlari keluar dari ruangan tidak lama kembali membawa kabar tidak memuaskan, jika Yoongi belum mendapatkan darah karena Knife dan Jackson tidak mau membantu. Yoongi berusaha mencari darah di rumah sakit terdekat.

"Aku sungguh sangat kesal. Bagaimana bisa Taehyung terluka separah ini? Darahnya saja sampai menetes di lantai tapi dia masih kuat untuk sampai di markas tanpa pingsan sedikitpun."

"Aku melihatnya langsung,"

Seokjin menoleh pada Hoseok.

"Taehyung terlibat perkelahian dengan Ketua Polisi Kim Daehyun. Itu pasti tidak mudah bagi Taehyung untuk melawan orang terhebat di kota ini."

Seokjin menghela nafas elektrokardiogram yang membaca jantung Taehyung yang masih normal. Tapi memungkinkan akan melemah jika Taehyung tidak mendapat donor darah.

"Aku merasa aneh." Hoseok membuka pembicaraan.

Seokjin menghela nafas mendengarnya, telah menutup luka Taehyung mengecek infus dengan baik.

"Taehyung dan Kim Daehyun terlihat seperti ayah dan anak. Aku melihatnya dari atas gedung tinggi itu merasa kalau aku melihat ayah dan anak yang saling bertarung."

"Itu tidak mungkin, tapi jika memang benar. Knife begitu licik dan terlalu pintar hingga dapat menculik anak ketua polisi terhebat di kota ini. Pastinya untuk keluar dari organisasi ini adalah pilihan yang salah." Balas Seokjin.

Hoseok memilih keluar dari ruangan kesehatan, tapi setelah itu dapat di lihat kalau Seokjin tidak yakin akan ucapan nya sendiri. Ia juga merasakan banyak kesamaan yang dimiliki Taehyung dengan Kim Daehyun, apalagi dia yang paling tertua dan dapat dengan mudah membaca karakter setiap rekan nya.

...

"Ah, aku sangat benci bantuan medis."

Kim Daehyun protes karena team kesehatan mengobati lukanya, padahal ia merasa lukanya tidak perlu mendapatkan penanganan yang serius.

"Darahmu terus mengalir ketua dan kau mendapatkan 4 jahitan karena goresan peluru dari senjata sniper itu. Bahkan aku bisa melihat wajah aneh mu itu ketika melihat darah. Ketua polisi masa parno dengan darah sendiri." Ejek Jungkook.

Daehyun selesai diobati dan Jimin masuk meletakan kotak besar di hadapan dua orang tersebut yang kembali berdebat. Daripada bertengkar dengan Jungkook hanya karena hal yang tidak penting, Daehyun memilih memeriksa kotak yang di bawa Jimin.

Kotak itu berisi kembang api, petasan, dan berbagai hal yang disukai anak kecil ketika ingin menyambut tahun baru atau hari besar.

"Pasti mereka menggunakan semua alat ini untuk dirakit menjadi Bom, bedanya Bom itu hanya Bom asap."

"Ya, Knife memiliki banyak perakit Bom yang handal. Hanya tiga orang dan berhasil meledakkan markas kalian juga berhasil meletakkan bom palsu hingga kita terkecoh. Padahal semua hal itu harus dilakukan banyak orang, tapi mereka bertiga dan sepertinya masih muda. Hidup mereka masih panjang tapi harus terlibat oleh banyak kejahatan."

Knife -vk ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang