14. Fight For Life

4.9K 797 30
                                        

Knife
Harshword

...

Baekhyun yang mendengar cerita putranya ikut merasa cemas dan hanya bisa menenangkan saja. Di saat dua orang tersebut sedang berpelukan ada dua orang yang mengawasi sambil bersembunyi di balik dinding. Terlihat wajah mereka sedih.

"Taehyung kritis. Lebih baik kita cerita semua ini pada Namjoon dan yanglain." Ucap Yoongi dan Hoseok yang menemani hanya mengangguk. Mereka melangkahpergi meninggalkan rumah sakit.

...

Yoongi dan Hoseok kembali ke markas dengan wajah lesu dengan banyak pikiran yang ada di kepala mereka. Saat mereka ingin berjalan ke kamar di markas, langkah mereka terhenti karena Namjoon dan Seokjin sudah ada di depan mereka dengan raut wajah penuh tanya.

"Dimana Taehyung? Lalu dimana uang dan Choi Jiho?" Tanya Seokjin.

"Taehyung tidak menangkap Choi Jiho dan tidak mengambil uang hasil korupsi pria itu. Dia hanya mengungkap pengkhianat di kepolisian." Jelas Hoseok menghela nafas sedangkan Seokjin sudah kesal.

"Astaga anak itu. Tidak pernah takut soal ancaman Jackson. Bagaimana kalau orang tuanya dibunuh?" Tanya Seokjin khawatir.

"Taehyung tertangkap." Sahut Yoongi membuat dua orang yang ada di depannya terdiam.

"Bisakah kau berbicara lebih panjang?" Tanya Seokjin jengkel.

Hoseok memilih untuk menjelaskan. "Ada Bom di kepolisian dan kami memberitahu Taehyung hingga dia langsung kembali ke kepolisian, padahal dia baru berhasil kabur dari kejaran polisi. Dia berniat menjinakkan Bom tapi sepertinya tidak berhasil. Saat ini Taehyung kritis di rumah sakit seusai menyelamatkan putra ketua polisi itu."

"Bagaimana bisa ada Bom di Kepolisian? Kau yang memasangnya?" Tanya Namjoon pada Yoongi hanya dibalas gelengan kepala.

"Soal Bom kita pikirkan nanti sekarang gimana soal Taehyung? Dia kritis dan aku yakin kalau dia sudah membaik. Dia pasti akan langsung ditangkap."

...

Sudah selama satu minggu kondisi Taehyung sama sekali tidak menunjukan perkembangan, bahkan beberapa kali pria tersebut sempat henti jantung. Beruntung detak jantungnya kembali tapi dokter berkata kemungkinan Taehyung sadar sangat kecil dan besar kemungkinan akan koma, karena luka yang di dapat.

Saat ini Jungkook tengah berjaga di depan ruangan Taehyung atas perintah Daehyun. Tentu saja bersama Jimin tapi entah kenapa rekannya itu ijin ke kantin dan belum kembali sampai saat ini. Karena Jimin tidak memiliki tanda akan kembali, Jungkook memberanikan diri untuk menjenguk ke dalam.

Selama satu minggu ini Bambam dan Baekhyun hanya menjenguk satu kali, itupun ketika pasangan dari ketua ingin menjenguk lagi dilarang oleh Daehyun katanya terlalu bahaya. Orang tidak sadarkan diri dan hampir di ujung maut mana bisa membahayakan. Kadang Daehyun terlalu berpikir berlebihan, padahal Jungkook yakin Kim Taehyung yang disebut dokumen tersebut Taehyung yang saat ini masih berjuang untuk hidup.

"Halo, Taehyung. Kali ini kau tidak bisa lagi mengusirku seperti sebelumnya." Ucap Jungkook di ruangan yang hening hanya terdengar suara alat penunjang kehidupan.

Perlahan Jungkook mengusap dahi Taehyung yang masih terlilit perban, tangannya naik mengusap rambut hitam legam itu. Beberapa helai tertinggal di tangan Jungkook tapi bukannya membuang, malah memasukan beberapa helai itu ke kantong dan menyimpannya.

"Aku merasa kalau ayahmu mulai tidak percaya akan bukti yang aku dapatkan di gedung yang sempat diledakkan itu. Beberapa hari ini Ketua Daehyun dekat dengan wakil jenderal Chanyeol." Jungkook menunduk setetes air mata perlahan jatuh mengenai tangan Taehyung.

Knife -vk ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang