DRABLE

292 9 0
                                        

Hari itu adalah hal yang terindah dalam hidupku. Telah sekian lama kerinduan ini terbendung dan kini telah terlepas. Kupeluk erat tubuhnya di tengah keramaian bandara yang menjadi saksi pertemuanku bersama kekasihku, Reno.

Canggung. Kata itulah yang tepat untuk menggambarkan kondisiku kala itu. Untuk kali pertama aku melihat secara langsung wajah tampan Reno. Aku mengamati dalam-dalam kedua bola matanya, akan kuingat dalam memori setiap inci wajahnya.

Masih kuingat di pernah berkata: "Mata kamu enggak pegel?" Maksud perkataannya adalah untuk menyuruhku berhenti memperhatikannya. Oh tidak! Aku tidak akan melakukan hal bodoh itu, kala itu aku berpikir itu adalah pertemuan pertamaku dan aku takut jika tidak bisa bertemu denganmu lagi.

Tapi aku salah, kini kamu dan aku sudah dalam ikat janji suci. Atas nama cinta aku menumpahkan segala rasa hormatku untukmu. Dan atas nama Allah, kamu melakukan tanggung jawabmu sebagai imam keluarga kecil kita.

Terima kasih suamiku kamu lelaki terhebat setelah Ayahku.

- Ale -

SHORTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang