Hening... Semua fokus dengan kegiatannya masing-masing, Noval sibuk dengan handphonenya, ayah Noval, Wisnu fokus menyetir, sedangkan mama Noval, Amanda hanya memijit kepalanya yang pusing karena memikirkan perilaku anak dan suaminya tersebut.
Ya Noval dan papanya sempat berdebat hebat sebelum mereka berangkat.
Flashback On~
"Apaaa?". Kata Noval dengan nada tinggi.
"Tapi pa Noval nggak mau, lagian Noval masih belum siap". Kata Noval sambil menahan emosinya.
"Papa nggak mau tau pokoknya kamu harus nerima perjodohan ini". Tutur Wisnu dingin.
"Pa dengerin Noval dulu, nanti Noval bakal nikah tapi nggak sekarang".
"Nanti-nanti kapan? Dari dulu kamu bilangnya kayak gitu. Lagian keputusan papa sudah bulat. Papa sudah terlanjur janji sama teman papa buat ngejodohin kamu sama anaknya". Tutur Wisnu tegas.
Nofal mangacak-ngacak rambutnya frustasi.
"Val sebaiknya kamu terima perjodohan ini, mama ingin kamu segera menikah. Mama nggak mau kamu terus-terusan sibuk dengan pekerjaan". Ucap Amanda sedikir memperingatkan anaknya.
"Tapi ma Noval.."
"Aku harap kamu nggak ngecewain papa". Tutur Wisnu dingin.
Noval terdiam sejenak...
"Baiklah jika itu yang papa inginkan, Noval terima asal papa sama mama bahagia".
"Ya walaupun sebenernya Noval nggak suka". Kata Noval sambil melangkah pergi meninggalkam kedua orang tuanya.
"Novaaal...". Bentak Wisnu.
"Sudah pa, biarin Nofal sendiri dulu". Tutur Amanda menenangkan suaminya.
Flashback off~
.
.
.
.
.
"Ekheem". Wisnu membuka pembicaraan.
"Kamu udah mutusin buat nerima perjodohannya kan Fal".
Sedangkan Noval hanya menganggukkan kepalanya.
"Papa harap kamu dapat diandalkan, jangan sampai keluarga Asfia kecewa dengan sikap kamu". Tuntut Wisnu, kemudian pandangannya kembali fokus pada jalan raya.
.
.
.
.
**************
Noval dan keluarganya kini sudah berada dirumah Asfia. Papa Noval kerap kali memperingatkan putranya agar menjaga sikapnya, Noval yang melihatnya hanya dapat menahan emosinya, jujur Noval muak dengan perjodohan ini, ia sama sekali tidak menyangka papanya akan berbuat sejauh ini agar dia menikah.
"Ma Fiya mana?". Tanya Andrian kepada istrinya.
"Bentar pa mama panggilin". Sahut Amira sambil menuju kamar Asfia.
.
.
.
.
.
"Oh iya nak Noval masih kuliah apa sudah kerja". Tanya Andrian.
"Saya kerja di kantor papa om". Sahut Noval
"Oh baguslah". Tutur Andrian.
.
.
.
.
.
Tiba-tiba Amira datang disusul Asfia dibelakangnya.
Noval yang tadinya hanya menundukkan kepalanya kini mencoba mencari sumber suara tersebut. Tak lama kemudian Noval menyadari bahwa itu suara calon mertuanya, Noval menangkap sosok perempuan yang berdiri agak jauh dibelakang calon mertuanya tersebut, Noval tertegun ketika kedua mata mereka saling bertemu begitupun dengan Asfia. Satu detik dua detik mereka tetap diposisi saling menatap. Sampai akhirnya suara mama Noval membuyarkan lamunan mereka.
"Eh Asfia sini duduk nak". Kata Amira
Noval yang tadinya menapat Asfia kini membuang muka sedangkan Asfia mengikuti perkataan calon mertuanya untuk duduk.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY Husband
RomansaYa Allah jika memang dia orang yang telah Engkau pilihkan untukku maka aku akan menjaga kepercayaan itu, namun kalau memang kami tidak ditakdirkan untuk bersama maka berilah kami jalan yang terbaik agar kami tidak salin menyakiti.
