7. Pemikiran?

41 3 0
                                    

Cinta sejati adalah cinta yang menguatkanmu bahkan disaat semua orang ingin menghentikan langkahmu
*****

CL pun memasuki kelas yang telah diisi oleh hampir seluruh penghuni kelas IPS 1. Para penghuni kelas yang melihat mood CL yang tidak baik pun memilih diam dan melanjutkan aktifitas masing masing. Sesaat setelah dia duduk, terlihat dua orang wanita yang tengah berjalan ke arahnya dengan salah satu dari mereka langsung menduduki kursi disampingnya.

"Ini lensanya, cepet elu pake bentar lagi masuk bel"ucap Bianca, CL pun langsung menerima sebuah kotak kecil berisi lensa itu kemudian beranjak untuk pergi, namun langkahnya terhenti saat Bianca memegang lengannya itu.

"Pakenya disini aja, orang orang juga gak bakalan tau ini"ucap Bianca yang diangguki CL.
Bianca memang sering membawa cadangan Lensa, karna ia tau terkadang CL akan lupa untuk memakainya.

CL pun kembali duduk dan membuka wadah lensa tersebut. Sepersekian detik CL hanya menatap nanar lensa tersebut, dia tidak bisa menunjukkan identitas nya sebagai keturunan kandung Benjamin. Bukannya ia tidak bisa, hanya saja ia tidak mau mengakui dirinya sendiri sebagai salah satu keturunan Benjamin.

CL pun memakai lensa berwarna hitam tersebut, untuk menutupi mata abunya. Ciri khas mata yang dimiliki oleh orang orang terpilih keturunan Benjamin.

"Napa lagi???
Cuma ada dua alesan muka elo kusut kek gini. Pertama karna bapak lo, dan yang kedua karna si bego Alwan. Tapi yang paling memungkinkan untuk saat ini adalah si buta Alwan!! Bener kan?!!"ucap Agatha yang sudah biasa menyebut Alwan dengan panggilan panggilan kasar

"Elo tau L apa yang paling gue benci dari elo?"ucap Agatha santai yang masih berdiri didepan méja nya dengan melipat kedua tangannya diperut dan menatap jengah ke arah CL.

"Karna elo terlalu baik. Bukan magsud gue jadi orang baik itu salah, tapi baik sama bego itu beda tipis. Elo seharusnya sadar, Kalo cinta elo lebih banyak kecewa daripada bahagia maka lepaskanlah. Cinta memang butuh perjuangan, tapi cinta berjuang buat dia yang emang pantas diperjuangkan. Sedangkan Alwan, ngelihat aja nggak apalagi ngehargain perjuangan elo"ucap Agatha yang sudah jengah dengan sifat sang sahabat yang selalu berjuang meski dikecewakan berkali kali.

"Elo tau? Yang selalu merasa kuat pada akhirnya akan melemah saat ia sadar jika ia hanya berjuang sendirian.
Disini yang berjuang cuma elo L, cinta itu berdua bukan sendiri. Sesusah apapun elo berjuang nanti, tapi kalo cuma rasa kecewa yang bakalan elu dapet,.. itu percuma.."ucap Bianca berusaha membuat CL sadar, jika semua yang dia lakukan hanya sia sia.

"Nggak ada yang percuma, gue cuma butuh waktu buat buktiin kalo dihati Alwan pasti ada tempat khusus buat gue, dan gue yakinin itu Cinta.
Gue pernah ngerasain yang lebih sakit dari ini, dan gue siap untuk terluka lagi jika itu bisa ngebuat Alwan jadi milik gue, bukan cuma raganya, tapi juga hatinya"ucap CL bersungguh sungguh, namun senyuman miris yang ia tunjukkan tidak dapat menutupi jika ia sudah terlalu banyak kecewa.

"Gimana elo bisa tau kalo Alwan CINTA sama elo? Kenapa elo bisa segitu yakinnya padahal ia udah sering kecewain elu? Dan apa ini masih pantas disebut Cinta saat disana cuma elo yang berjuang.... SEN DI RI YAN"ucap Agatha dengan penekanan disetiap kata.

CL hanya tersenyum miris setiap mendengar perkataan para sahabatnya yang memang sejak awal tidak setuju dengan tindakannya untuk terus berjuang. Namun apa dayanya, Cinta yang ia rasakan sudah terlalu dalam, maka dari itulah dia selalu mengabaikan rasa sakit dihatinya dan ucapan para sahabatnya yang dibenarkan oleh hatinya.

"TIdak pernah ada waktu dan tempat untuk cinta sejati... semua terjadi tanpa disengaja... dalam satu detak jantung... dalam sekejap menghasilkan moment mendebarkan... Cinta itu seperti angin, kau tak bisa melihatnya tapi bisa merasakannya.
Mencintai adalah kata kerja, dicintai adalah kata sifat. Tapi cinta bukan kata benda, cinta adalah kata hati... dan gue cuma ngelaksanain apa yang kata hati gue mau"ucap CL berusaha untuk terlihat baik baik saja.

"Jangan munafik berusaha kalo elo baik baik aja. Gue tau elo udah kecewa dan elo mulai capek. Cinta sejati itu yang bersedia berjuang disamping elo, bukan hanya yang menuntut untuk diperjuangkan. Gue tau elo sadar dengan apa yang elo lakuin, tapi elo menutup mata dan berharap ini cuma mimpi.
Bangun L, ini semua nyata. Apa yang elo liat, itu udah cukup bahkan sangat cukup buat elo jadiin alasan kalo Alwan NGGAK PERNAH CINTA sama elu. Dan pada akhirnya disini yang terluka Cuma elu L ELO"ucap Bianca panjang lebar memberi pengertian, agar CL mengerti jika Cinta nya terlalu murni untuk dikecewakan.

"Elo salah karna jatuh cinta sama Alwan L. Dia nggak baik buat elo, cowok yang suka ke club sama mainin cewek nggak pantes buat cewek se perfect elu"ucap Agatha sambil menyebutkan perilaku buruk yang Alwan sering lakukan

"NGACA Néng, Kayak situ yang kagak aja. Situ juga kemarin ke Club kan makanya kagak Sekolah.
Mentang mentang habis ngeliat Mantan lagi jalan sama pacar barunya, elu ke club nggak ngajak ngajak kita gitu?!!! SIALAN LU"ucap Bianca sewot

"Liat Mantan jalan sama pacar barunya?!!! Strowberry Mangga Nanas, Sorry gak Panas"ucap Agatha ngeles, padahal memang pada kenyataannya Agatha masih sangat menyayangi sang Mantan yaitu Caka, yubss Caka Wirayana, sahabat dari seorang Alwan Delano Darmawangsa. Caka adalah mantan dari Agatha, mereka berhubungan selama 8 bulan. Namun hubungan tersebut harus kandas dikarenakan perbedaan pendapat yang sering terjadi diantara mereka. Namun tidak dapat ditutupi lagi jika Agatha masih sangat mencintai Caka.

"Lah elu, palingan liat Dp si Caka lagi sama cewek lain juga nangis kejer lu"ucap Bianca nyolot tak mau kalah

"Si Mamat makan Tomat, BODO AMAT"ucap Agatha kemudian pergi berjalan menuju bangkunya yang berada dibelakang mereka.

CL pun hanya mampu tersenyum melihat perdebatan para sahabatnya, yahhh mereka berdua adalah moodbaster bagi CL. Mereka berdua adalah teman yang baik walaupun terkadang sedikit menjengkelkan. Tetapi tetap saja perkataan para sahabatnya tadi membuat dia merenungi setiap kalimat yang dikeluarkan oleh mereka.

Namun sebuah senyuman tulus terukir dibibir maninya itu.

'Aku mencintaimu karna aku membutuhkanmu... dan aku membutuhkanmu karna aku mencintaimu. Dan jika mencintaimu adalah sesuatu yang salah, maka aku tidak peduli tentang hal yang benar'batin CL tersenyum tulus berusaha melupakan semua kejadian yang terjadi tadi

He Is A Player But I love ItTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang