Ayshila, seorang model yang berikrar tidak akan pernah mencintai lagi. tetapi Arvino Alexandrov akan terus berusaha membuat shila agar mencintai dirinya, Apapun itu caranya.. termasuk kesalahan satu malam
yang membuat shila membenci arvino dan menje...
Dering ponsel yang terus berbunyi serta silau matahari pagi yang menerobos masuk melalui gorden kamar yang sedikit terbuka itu membangunkanku. Ku buka mataku karena merasa silau dan kupaksakan bangun dari tidur nyenyakku. Ku ambil iphone ku yang terus berbunyi,ternyata mick yang meneleponku.
" OMG Shilaaaaaaaaa,,,,,,, apakah kau baru bangun, ? kau tidak ingat bahwa kau ada pemotretan pagi ini ?" ucap suara diseberang sana. "Buka pintumu ! aku didepan apartemen mu ! " ia berteriak kesal. Sambil mengakhiri panggilannya.
Ya, aku memang menjalani hidupku sendiri, meskipun aku anak milyader indonesia bahkan dunia, tapi aku nggak mau hidup bergantung terus dengan orang tuaku. Untung ada Mick, manager ku yang selalu menjagaku. Aku sudah menganggapnya seperti abang sendiri. Tidak peduli apakah dia itu gay atau apalah,, Gay ? haha Mick memang seorang gay tulen.. tapi walaupun begitu aku tetap menyayanginya. Walaupun dia sangat menyebalkan.
" cepat shilaa " teriak Mick di depan pintu apartemenku.
" sial Mick ! " ia berdecak kesal sambil berlari menuju pintu dengan geram.
"Astaga naga shilaaaaaaaaaaa" teriak Mick dengan kencang. "Ada apa dengan matamu ?? apakah kau akan pergi pemotretan dengan mata seperti itu ?" ucap Mick dengan geramnya. "aku tidak akan membiarkan tampilanmu seperti ini, dan kau akan datang ke sana dengan mata yang bersinar cerah " ucap Mick dengan smirk nya.
Mick membuka jendela kamar yang membuat sinar matahari yang menyilaukan menembus jendela. Mata coklat itu menatap sinis kearah shila..
"Duduklah dikursimu akan kubuatkan sesuatu." Ucap Mick ketus, ia mendudukannya di kursi dapur.
"Mick ?? aku ingin chicken parmigiana " ucap shila memohon.
"Tidak boleh !! itu hanya akan menambah lingkar pinggangmu !!" omel Mick dari dapur. "Akan ku buatkan kau jus brokoli, itu sangat baik untuk tulangmu."
Huh, Shila menghela nafas kasar. "Awas kau Mick. Begitu aku libur, akan ku balaskan dendamku padamu, " Ancam Shila.
Mick ketawa mendengar ancaman shila, Mick memang sangat protektif terhadap shila mengingat shila adalah seorang model. Bagaimana pun juga Mick tidak akan membiarkan model nya keteledoran, apalagi shila sangat ceroboh.
" Oh iya shila, tadi papimu menelepon ku. kau tidak lupakan besok malam ada pesta peresmian produk baru perusahaan papimu ? ia memintaku memastikan agar kau datang ke acara itu. dia bilang kepadaku kalau sampai kau tidak datang, kau akan......... " Mick menggantungkan kalimatnya.
"ya ya iya Mick aku pasti datang, aku sudah bosan mendengar ancaman papi." Protes shila memelas. "lagian kenapa sih papi ? itu kan acara perusahaannya, kenapa aku juga harus datang ?" ucap shila ketus.
"ya iyalah, secara gitu kau kan anak nya. Ya pasti datang lah." Ucap Mick dengan geramnya.
--------------------------------------
Ayshila duduk di sofa yang menghadap ke kaca jendela yang menampilkan pemandangan malam hari. Malam itu ia menggunakan maxi dress berwarna hitam yang nampak sexy di tubuhnya. Jam sudah menunjukan pukul 19.00 tetapi Mick belum juga sampai ke apartemennya. ia akan pergi ke acara perusahaan papinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Hufft lama banget sih Mick ?" ucap shila ketika mendapati Mick baru sampai apartemennya.
" ayo berangkat !" kata mick dengan nafas yang tidak beraturan.
Shila berangkat menggunakan lamborghini huracan kesayangannya, sengaja ia tidak pergi bersama Mick. Karena ia ingin mengendarai bunny nya itu. Bunny ? ya, iya menamai mobilnya itu bunny. Seperti anak-anak saja. Sebenarnya memang anak-anak sih, diluarnya aja ia sok-sok dewasa, kalau sudah sama papi dan mommy nya, sifat kekanak-kanakan nya muncul..
**
Shila memasuki hotel berbintang lima itu, ya acara itu diadakan disalah satu hotel ternama di indonesia. Para wartawan sudah banyak yang berdatangan dan ia sedikit risih dengan itu. Shila berjalan dengan anggunnya memasuki ruangan pesta itu. potret-potret dari wartawan dan tatapan dari orang-orang yang hadir mulai membuat shila tidak nyaman, namun ia berusaha untuk tetap tenang. Ia mencari- cari keberadaan keluargannya tapi tidak ia temukan, tetapi ia melihat mbak mitha sekretaris papinya. Dan menghampirinya.
"Mbak Mitha !" sapa shila
"Ehh Shila ? kok tumben ada disini ? biasanya kan nggak mau kalau ikut acara beginian ?" tanya mbak Mitha.
Ya Shila memang nggak suka ikut acara itu. acara yang berhubungan dengan perusahaan papinya, menurutnya itu membosankan dan Shila lebih suka berdiam diri di apartemennya daripada menghadiri acara itu. kalau saja bukan karna ancaman papinya yang akan membuat Shila berhenti menjadi model, ia pasti sudah bersenang-senang sekarang ini di apartemennya..
"Huh,,, di ancam papi mbak" jawab Shila dengan tampang cemberutnya. "Papi sama mommy mana mbak ?"
"Hehehe diancam toh makanya mau kesini,," mbak mitha ketawa dengan ucapan Shila. "Bapak sama ibuk di sana, lagi bersama mr. Alexandrov. Samperin aja shil." Ucap mbak Mitha.
"oke deh mbak, aku kesana dulu ya. dadah mbak mitha" ucap shila dengan lebaynya.
Shila berjalan menuju kearah keluarganya dan ia melihat Daniel bersama mommy nya, "Daniel ? kapan dia datang ? kok tidak memberi tau ku ?" Ya, kakak laki-laki Shila satu-satunya itu, yang setahun lalu pindah ke australia untuk mengurus perusahaan cabang milik papinya disana. "wajar dia datang, ini kan peresmian produk baru".batin shila cuek.
"Shila ? kamu datang ? papi kira kamu nggak akan datang." Ucap papi Shila
"gimana mau nggak dateng ? papi aja ngancamnya begitu." tampang shila memelas. "Eh bang ? lu kapan nyampe ? kok nggak ngabarin ? mommy juga, kenapa nggak kasi tau aku kalau bang daniel pulang ?.. kenapa selalu aku yang terakhir tau ?" ucap shila dengan tampang cemberutnya.
Belum sempat Daniel menjawab pertanyaan shila, papi sudah memotongnya terlebih dahulu.
"udah,, jangan cemberut gitu dong. yang pentingkan abang mu udah datang, dan kamu kan selalu sibuk" ucap papi mengejek shila. "oiya papi sampai lupa. Shila kenalin ini mr. Alexandrov rekan bisnis papi, dia adalah ceo Maximilan groub." Kata papi memperkenalkannya.
Shila menatap laki-laki disebelah papinya. Laki-laki tinggi, tampan, bermata biru serta berhidung mancung itu menatapnya dingin. Shila mengulurkan tangan sambil memperkenalkan dirinya. Mr.Alexandrov pun membalas uluran tangan shila.
"Ayshila Zhara Wijaya" sahut Shila lirih .
"cantik" batin vino.
Shila menarik sudut-sudut bibirnya membentuk garis lurus yang membuat vino tanpa sadar ikut menarik senyum dibibirnya sama seperti Shila.
"Arvino Alexandrov Maximilan" ucap vino dingin.
Shila menatap lekat kearah bola mata berwarna biru milik vino yang meneduhkan. "tuan Alexandrov ?" ucapnya heran karena sedari tadi vino belum melepaskan jabatan tangannya.
Arvino tersentak kaget lalu cepat-cepat ia melepaskan jabatan tangannya dengan shila.