Alenna Earlene.

54 13 14
                                    

Tekan vote guys, hargai karya author *ceilah. Oke deh, happy reading:)


"Woi sepatu gue!" teriak gadis berambut sebahu, dan berparas cantik.

"Kejar gue kalo bisa" ucap gadis yang memegang sepatu Alenna sambil berlari.

Mereka berlarian di koridor sekolah, iya benar, sekarang waktu istirahat. Dan terdapat beberapa laki laki yang nongkrong di taman. Hingga terbesit ide di otak Fayya-gadis yang membawa sepatu Alenna- untuk meletakan sepatu milik Alenna di sebelah kaki salah satu laki laki yang duduk di taman. Dan kembali lagi di posisi sebelah Alenna.

Sontak mata Alenna terbelalak saat melihat sepatu miliknya berada di bawah kaki laki laki yang selama ini ia hindari. Laki laki itu menatap Alenna dan Fay bingung.

Reaksi Fay hanya tertawa terbahak-bahak, sambil merapikan rambutnya yang berantakan.

"Itu ambil gak?!" perintah Alenna, sambil berkacak pinggang.

"Ogah, ambil sendiri" ucap Fay acuh.

"Lo tau kan gue gak mau bertatap muka sama dia, ayolah ambil" rengek Alenna.

"Kalau lo gak mau kesana, biar dia aja yang ke sini" jawab Fay enteng.

"Jangan!" cegah Alenna.

"Woi, Farel. Bawa sini sepatunya, kasihin ke Alenna" teriak Fay kepada Farel-laki laki yang mereka maksud dari tadi- tanpa memperdulikan cegahan dari Alenna.

Alenna pikir, Farel tidak akan mau mengantar sepatu miliknya. Tapi itu salah, Farel membawakan sepatu milik Alenna dengan senyuman yang terukir di wajahnya. Alenna malu, ia menunduk kebawah dan tanpa di sangka, Farel berjongkok dan meletakan sepatu Alenna tepat di depan kaki Alenna yang hanya memakai kaos kaki.

"Farel! Pakein sekalian dong!" perintah Fay.

Farel berdiri dan berkacak pinggang, "lo pikir gue babu?" dan berlalu meninggalkan mereka berdua.

"Wee, songong lo! Sama mantan tuh yang akur!" teriak Fay yang langsung mendapatkan jitakan dari Alenna.

"Woi sakit"

"Lo sih, bikin malu gue aja" ucap Alenna sambil mengenakan sepatunya.

"Tapi lo seneng kan?" tanya Fay sambil menyikut lengan Alenna pelan.
"Apaan sih? Ya seneng lah pasti" jawab Alenna sambil menyembunyikan senyumannya. Dan menggandeng Fay menuju depan kelasnya.

"Udah puas kejar kejarannya?" tanya Dira- salah satu sahabat Alenna setelah Fayya-

Mereka berdua hanya nyengir sambil mengatur nafasnya yang ngos ngosan.

"Malu asli gue punya temen kayak anak Tk" ucap Licya bercanda.

"Bodo amat gue mah" jawab Alenna tak peduli.

"Eh kalian tau gak?" tanya Fay tiba tiba.

"Ya gak tau lah bego" terocos Dira.

"Ya makanya diem dulu monyet!" ucap Fay dengan wajah meme nya.

"Yaudah lanjut" ucap Hana yang sedari tadi hanya memperhatikan.

Akhirnya Fay menceritakan apa yang tadi di alami sahabatnya Alenna.

"Wahh, ada kemajuan nih"

"Ceilah cuma gitu doang"

"Lhah itu kalo pacarnya tau gimana"

"Kurang dikit kayak film pangeran empang yang ngasih sepatu boot ke gadis tepos"

"Gak ada film kayak gitu"

Seperti itulah reaksi dari teman teman Alenna. Dan Alenna hanya senyum senyum sendiri.

"Gue galtot move on asli" ucap Alenna setelah dari tadi hanya diam saja.

"Cuma gitu aja gagal move on? Lemah!" ucap Dira dan di sambut suara tawa dari teman teman Alenna.

"Biarin dong, kalian kan tau sendiri kalo gue sayang baget sama Farel, dan sejak putus gue gak mau deket deket dia ya gara gara takut galmove, dan sekarang udah galmove" jelas Alenna.

"Wah parah, bener bener lemah" ejek Dira.

"Mending tadi gue rekam aja ya, terus gue kasih ke Farel" ucap Licya.

"Ide bagus tuh, lis" ucap Fay mendukung Licya.

"Jangan dong" cegah Alenna.

"Biarin dah, kesel gue, pengen kalian cepet balikan" ucap Fay mengeluarkan uneg uneg nya.

"Ga mungkin deh kalo balikan, orang dia udah pacaran sama si Tukinem" ucap Alenna pasrah.

"Namanya bukan Tukinem, btw" ralat Licya dengan wajah datar.

"Bodo ah"

"Lah, siapa tau Farel cuma jadiin Juminten pelampiasan" ucap Fay yang membuat Alenna semangat.

"Woi namanya bukan Juminten" ralat Licya lagi.

"Tapi kalo Farel jadiin Sulastri pelampiasan kan ya gamungkin lah, mereka langgeng gitu" ucap Dira yang meruntuhkan semangat Alenna.

"Tau ah kesel gue!" gerutu Licya yang masih dengan wajah datarnya.

"Bener juga sih" ucap Fay setuju dengan Dira yang semakin membuat Alenna runtuh semangatnya.

"Lha iya, kemungkinan balikan itu 0.8%. Jadi ga mungkin deh gua balikan sama dia, lagi pula gue gak ngarep pengen balikan" jelas Alenna berbohong, sejujurnya ia ingin sekali kembali ke pelukan Farel, tapi apa daya jika memang tidak berjodoh.

"Yauda sih, malah ghibah" ucap Hana.

"Bodo amat"

"Bodo amat-2"

"Bodo amat-3"

Mendengar hal itu, Hana hanya menghela nafas 'sabar aing mah'

Sesaat kemudian bel masuk berbunyi,
*tongpo tongpo tongpo a a a a Aisyah... ^ini bel ceritanya:v

"Yaudah, gue balik kelas dulu" pamit Licya untuk kembali ke kelasnya, karena memang dia tidak sekelas dengan Alenna, Fay, Dira, dan Hana.

"Tiati kesandung semut!" teriak Alenna.

Mereka berempat pun masuk ke dalam kelas dan memulai pelajaran yang sejujurnya membuat Alenna jenuh.

👑👑👑

Pernahkah kau menghitung waktu yang berlalu sejak terakhir kita bertemu?

Diam-diam di kedalaman hatiku yang muram kulukis dirimu sepanjang almanak rindu-dendam
Hatiku mampat disesaki cinta yang terlanjur penuh menjadi detak tubuh
Menyatu dengan ruh

Waktuku berlalu dalam kenangan tentangmu

Terus memikirkan kesalahan yang kau lakukan dan kekalahan yang terpaksa kurasakan

Kehilangan mu membuatku teramat penat
Tersesat dalam harapan tak berkesudahan yang kuingkari sepenuh hati

Jadi ampuni aku bila tiap saat kupuja dirimu penuh kesumat
Seluruhku terlanjur menyertakanmu dengan mentari yang harus ada
...atau aku akan mati muda

-Alenna Earlene.

Tbc

Astaga sampai lupa 😂
Ini cerita baru saya, yang lagi lagi bisa dibilang gaje 😌
Author*ceilah* gak akan lanjut ke capt selanjutnya kalau kalian gak tekan bintang.
Okee, see u later *kayak judul lagu:v

STAYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang