Pelajaran hari ini sungguh membuat Farel bosan, ia mencoba menggambar sesuatu di buku miliknya dan mencoba mengabaikan setiap kata yang terlontar dari mulut sang guru yang sedang mengajarnya.
"Aih? Kenapa gambaran gue jadi jelek sih?" tanya nya pada dirinya sendiri yang ternyata terdengar oleh teman sebangku nya.
"Bukannya lo emang jelek ya gambarannya?" tanya teman sebangku nya.
"Sa ae lo tong" ucap Farel mencoba mengabaikan ucapan temanya dan fokus untuk menggambar.
Hingga bel istirahat ber bunyi, semua siswa siswi berhamburan keluar kelas, setelah gurunya keluar pasti.
Terkecuali Farel, ia masih sibuk dengan gambarannya.
"Woi" teriak Dito-teman sebangku Farel- sambil menggebrak meja.
"Apaan sih lo? Ganggu aja"
"Gak mau ke kantin bro? Yaudah gue tinggal" ucap Dito dan berlalu meninggalkan Farel.
Farel mendengus "woi tunggu in gue", ia beranjak menyusul Dito tanpa menutup hasil gambarannya. Dan setelah Farel keluar kelas, ada gadis yang melihat hasil gambaran milik Farel lalu mengernyit.
'Apa maksud gambaran ini?' batin gadis itu saat melihat hasil gambarannya Farel yang terlihat seperti anime, hanya saja seperti dua kepribadian, di sebelah kanan tampak tertawa, dan di sebelah kiri menangis.
'Apa dia cemburu gara gara tadi aku bercanda sama si Remond?' batin gadis itu, yang ternyata adalah kekasih dari Farel.👑👑👑
Setelah dari kantin, Farel bersama kawan kawannya duduk di sebuah bangku yang ada di taman, seperti hari biasanya. Ia bercanda dan bergurau, hingga matanya terfokus pada gadis yang sedang mengejar temanya tanpa mengenakan sebelah sepatunya, dan Farel pun menahan tawanya lalu mengalihkan pandangannya ke teman temannya.
Tanpa di sangkanya, teman dari gadis tadi meletakan sepatu tepat di samping kaki Farel, yang membuatnya mengernyit karena bingung, cowok itu mendongak dan menatap Fay- gadis yang meletakan sepatu- dan Alenna bergantian.
'Apa maksudnya ini? Dasar cewek cewek aneh' batinnya, lalu mencoba mengabaikannya, tapi gagal, karena Fay terus terusan tertawa dan berteriak menyuruh Farel membawakan sepatu untuk memberikannya kepada Alenna.
'Kasihin gak ya? Yaudah kasihin aja deh, gue juga udah lama gak ngelihat wajah Alenna dari dekat' batin Farel dan langsung beranjak menuju Alenna dengan senyuman di wajahnya.
Saat Farel berjalan menuju Alenna, Alenna malah menunduk dan membuat Farel mengernyit, 'ini anak gitu banget sama gue, salah gue apa ya rob?' akhirnya Farel berjongkok, meletakan sepatu milik Alenna tepat di depan kaki Alenna.
"Farel! Pakein sekalian dong!" perintah Fay.
Bukannya berterimakasih, Fay malah semakin melunjak.
"Lo pikir gue babu?" Tanya Farel geram sambil berkacak pinggang dan berlalu meninggalkan mereka berdua.
Terdengar teriakan dan suara cengingisan dari Fay, namun Farel mencoba mengabaikan, dan kembali nongkrong bersama teman-temannya.
"Habis ngapel mantan nih?" Pertanyaan dari teman Farel membuat Farel mengernyit, dan mengangkat bahu sebagai jawaban, Farel malas meladeninya.
"Makin kesini makin cantik deh" puji Rangga-salah satu teman Farel.
"Apa? Gue cantik? Jangan-jangan Lo homo nih?" Tanya Farel kaget karena mendengar pujian dari temannya.
"Heh anjeng, maksud gue yang makin cantik tuh si Alenna!" Jawab Rangga sambil menahan amarahnya.
"Gak waras nih si Farel." Celetuk Dito.
"Ah bodo amat, bodo amat. Lo sih aneh, kenapa bilang cantiknya ke gue." Farel masih saja membela dirinya sendiri.
"Lha dia kan mantan Lo, ga nyesel putus?" Tanya Rangga menggoda Farel.
Farel menghela nafas "Ya gimana bro? Kagak jodoh."
"Kalo Lo masih cinta sama si Alenna, saran gue Lo balik aja. Kasian juga Lo bohongin diri sendiri, dan pura-pura cinta sama pacar Lo yang sekarang." Kini Dito mengeluarkan pendapatnya.
"Emang kelihatan banget?" Tanya Farel bingung, karena temannya tau apa yang dia rasakan.
"Kita temenan udah lama anjing, dulu Lo kalo pacaran sama si Alenna kelihatan banget bahagianya, Lo ngorbanin apa aja buat Alenna. Nah, sekarang beda banget pas Lo pacaran sama si Kanaya." Jelas Dito.
"Nah, gue setuju sih kali ini sama si Dito" timpal Rangga.
"Bodo amat ah, gue mau nyoba sama si Kanaya. Siapa tau ntar gue beneran cinta sama si Naya."
"Terserah Lo sih ya, tapi Lo udah 6 bulan pacaran, masa belom cinta-cinta?" Tanya Dito sambil menertawakan.
Farel hanya menatap Dito dengan wajah datar.
'untung Lo temen gue' Batin Farel.
"Kalo gitu, si Alenna buat gue aja gimana?" Tanya Rangga tanpa basa-basi.
Farel terkejut dengan pertanyaan Rangga, setengah hatinya ia keberatan, namun setengahnya lagi mengiyakan. Tapi apa boleh buat, akhirnya Farel mengangguk sebagai jawaban.
~~~
Bel masuk pun berbunyi, Farel dan teman-temannya menuju ke kelas, namun mata Farel menangkap sosok gadis yang dulu ia kagumi. Tidak, sampai sekarang pun ia masih kagum.
Kelasnya dan kelas Alenna bersebelahan, kini Farel sudah berdiri di depan kelasnya, dan melihat Alenna yang ada di depan kelas Alenna.
Terlihat sekelebat memori indah bersama Alenna di pikirannya. Tepukan seseorang menyadarkannya.
Farel menoleh, menangkap sosok gadis yang kini adalah miliknya. Yang sekarang dipilihnya.
Seketika ia menyuruh gadisnya untuk masuk kelas, sebelum gadisnya menyadari tentang apa yang sedari tadi Farel perhatikan, yaitu gadisnya di masalalu, Alenna.
Halo guys, maaf gak pernah update. Terus support aku ya!
Terimakasih:)

KAMU SEDANG MEMBACA
STAY
Teen Fiction"aku tak peduli apa kau akan kembali atau tetap pergi, aku akan tetap disini menatapmu yang semakin menjauh membawa hati ini "