Kalian pasti bertanya-tanya siapa mereka selama ini.
Apa yang mereka lakukan dan apa tujuannya.
Tujuannya apakah menguntungkan? Oh, tentu saja itu akan dijawab dengan kata 'ya' yang terdengar lantang dari mulut mereka.
Ya, mereka adalah mafia.
Suatu pekerjaan yang begitu 'menyenangkan 'sudah mereka jalani sejak berumur belia. Bayangkan saja darah mafia sudah mengalir begitu deras dalam diri mereka ketika mereka ditakdirkan lahir di dunia ini.
Bisakah mereka menolak? Kemungkinan kecil untuk melakukan hal itu tentu saja ada tapi tentu mereka juga berpikir secara matang apabila menolak untuk meneruskan pekerjaan orang tua mereka itu.
Bayang-bayang akan masa lalu yang mengerikan telah menghantui Taeyong selama beberapa tahun ini. Dimana ia harus kehilangan seorang panutan baik dan tempatnya berkeluh kesah ketika ia lelah menghadapi kejamnya dunia mafia, yang tak lain adalah ibu dan kakak kandungnya sendiri.
"Sekarang appa akan berangkat pergi ke Jepang. Pertemuan tahunan mafia antar negara akan segera dilaksanakan. Jangan buat masalah apa pun" seru suara berat yang terdengar dari meja kerja seorang pria.
"Iya pak tua, anakmu ini akan menjadi anak yang baik"
"Kemana sopan santunmu, Lee Taeyong? Kau masuk neraka kah?" seru Yunho, appa dari Taeyong.
"Aku hanya melakukan kesalahan sepele, ayolah appa kau sama sekali tidak bisa diajak becanda hem?" kata Taeyong diakhiri dengan smirk andalannya.
"Dasar anak kurang ajar! Kau ingin berakhir sama seperti ibu dan kakakmu ya?!"
"Hey appa, kau yang menjerumuskan ku ke dunia ini. Karena dunia sampah ini, kau juga menghilangkan nyawa dua orang yang paling berharga di hidupku!"
"Mereka memang pantas mati, kalau mereka tidak mati, kita berdua tak akan pernah menikmati hal di dunia sampai sekarang" ucap Yunho dingin
"lihat, siapa yang sekarang terlihat seperti iblis kejam dari neraka? kau pikir aku menikmati semua yang kau berikan selama ini? cih bodoh"
"Baiklah,nikmati hidupmu,Lee Taeyong selagi aku masih bersabar denganmu. Kalau tidak berarti sebentar lagi kau juga akan mati di tanganku sama seperti ibu dan kakakmu yang lemah itu"
Kemudian terdengar debuman keras dari pintu yang ditutup oleh Yunho.
Taeyong pun hanya menghela napas dengan kasar. Ia sudah lelah dengan dunia gelap ini. Ia tak pernah mau walau kenyataan harus menepis semua yang terjadi. Ia selaku pimpinan dari team dengan teman-teman dan adik-adiknya yang masih muda belia merasa sedih dan kecewa. Seharusnya mereka layak mendapatkan hal yang lebih. Mereka berdelapan belas bisa bahagia dan punya impian yang dicapai masing-masing. Dan sayangnya hal itu selalu hanya menjadi angan-angan mereka.
"Taeyong-ah, bersabarlah" Taeil berkata sembari mengusap punggung Taeyong untuk menenangkannya.
"Taeil hyung aku sudah muak dengan semua ini" air mata Taeyong pun akhirnya turun setelah ia tahan daritadi.
"Taeyong, kau adalah satu-satunya teman yang kukenal paling kuat. Gunakan kekuatan mu itu untuk melawan appamu. Kami semua mendukungmu. Mintalah bantuan kepada kami jika kau merasa kesusahan" ucap Johnny.
"John, kau tahu kan appa ku seperti apa? dia akan selalu berusaha mendapatkan apa yang dia mau. Keinginan kita untuk bebas dari dunia ini tidak akan pernah diturutinya"
"Semua keluarga kita menentang hal itu tentunya. Tapi kita semua juga sedang berusaha melepaskan diri dari dunia tidak baik ini" Johnny pun juga berpikir untuk menemukan solusi masalah ini.
"Aku merasa bersalah dengan Lucas, Mark, dan semua anak-anak yang lebih muda daripada kita malah tidak mendapatkan keadilan. Mereka semua seharusnya bisa bersekolah dengan senang, memiliki banyak teman tapi mereka malah terjebak di dunia ini!" Taeyong semakin menangis histeris, rasa bersalah melingkupi dirinya.
"Sayang, tolong tenangkan dirimu. Ayo,kita temukan solusinya nanti" Jaehyun pun memeluk kekasihnya dengan erat dan membawa Taeyong ke kamarnya agar bisa menenangkan diri
Sisanya pun tetap berkumpul di ruang meeting yang ada di basecamp.
Mereka pun bertatapan satu sama lain dan mereka sadar merasa kebingungan dan lelah menghadapi hal ini.
Karena yang bisa mereka lakukan sekarang adalah berusaha menemukan solusi dan berharap mereka akan segera mendapatkan kebebasan yang selalu mereka dambakan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.